MENGENAL KAMPUNG ADAT CIREUNDEU WARISAN BUDAYA DAN KEARIFAN LOKAL SUNDA

Jajang Hendar Hendrawan, Lili Halimah, Muhamad Isman Alatif

Abstract


Abstrak: Kampung Adat Cireundeu, yang berdiri sejak abad ke-16 di Kecamatan Cimahi Selatan, Jawa Barat, dikenal sebagai salah satu benteng terakhir budaya Sunda. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendokumentasikan tradisi dan adat istiadat yang masih dijalankan oleh masyarakat Kampung Adat Cireundeu. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan etnografi. Teknik pengumpulan data meliputi observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Kampung Adat Cireundeu masih memegang teguh tradisi Sunda Wiwitan, yang mengajarkan harmonisasi antara manusia dengan alam. Mayoritas penduduk bekerja sebagai petani dan perajin, dengan singkong sebagai makanan pokok yang diolah menjadi berbagai produk pangan. Rumah-rumah di kampung ini mempertahankan arsitektur tradisional Sunda dan kampung ini sering dijadikan tujuan wisata budaya dan pendidikan.Hukum adat di Kampung Cireundeu mencakup berbagai aspek kehidupan sosial, termasuk pernikahan, warisan, kelahiran, kematian, dan pangan, dengan sanksi sosial sebagai hukuman bagi pelanggaran. Tantangan utama yang dihadapi adalah mempertahankan tradisi dan adat istiadat di tengah arus modernisasi. Upaya pelestarian dilakukan melalui pendidikan budaya kepada generasi muda dan promosi pariwisata budaya. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan apresiasi terhadap kekayaan budaya Kampung Adat Cireundeu serta mendorong upaya pelestarian budaya tersebut di masa depan.

Abstract: The Cireundeu Traditional Village, established in the 16th century in South Cimahi District, West Java, is known as one of the last strongholds of Sundanese culture. This research aims to identify and document the traditions and customs still practiced by the Cireundeu Traditional Village community. The research method used is qualitative with an ethnographic approach. Data collection techniques include participatory observation, in-depth interviews, and documentation studies.The results show that the Cireundeu Traditional Village community still adheres firmly to Sunda Wiwitan traditions, which teach the harmonization between humans and nature. Most residents work as farmers and craftsmen, with cassava as their staple food, which is processed into various food products. The houses in this village maintain traditional Sundanese architecture, and the village is often a destination for cultural and educational tourism.Customary laws in Cireundeu Village cover various aspects of social life, including marriage, inheritance, birth, death, and food, with social sanctions as punishment for violations. The main challenge faced is maintaining traditions and customs amidst the tide of modernization. Preservation efforts are carried out through cultural education for the younger generation and the promotion of cultural tourism.This research is expected to enhance understanding and appreciation of the cultural richness of the Cireundeu Traditional Village and encourage efforts to preserve this culture in the future.


Keywords


Kampung Adat Cireundeu; Budaya Sunda; Tradisi Sunda Wiwitan; Kearifan Lokal.

Full Text:

PDF

References


Adam, M. R. A. (n.d.). Kegiatan Ekonomi Masyarakat kampung Adat Cireundeu, Kota Cimahi (Studi Analisis Teori Fakta Sosial Emile Durkheim). Jakarta: FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Adiwijaya, M. D. N., & Octaviani, R. (2018). Penyutradaraan Pada Film Dokumenter Sesajen Kersa Nyai dalam Kebudayaan Sunda di Masyarakat Adat Kampung Cireundeu. Mohammad Dinyar Nugraha Adiwijaya 106020029. FG & FILM.

Afrimadona, D. R., Imawan, R. P., Ratri, I., & Shanti, D. (2022). Memaknai Kebijakan Berorientasi Manusia-Sepuluh Pelajaran Berharga Pasca Pandemi COVID-19. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Dorongsihae, V., Sambiran, S., & Pangemanan, F. N. (2022). Peran Pemerintah Desa Dalam Pengembangan Kearifan Lokal Di Desa Pontak Kecamatan Ranoyapo Kabupaten Minahasa Selatan. Governance, 2(1).

Edi, E. (2009). Kebudayaan Sunda suatu pendekatan sejarah. Jakarta: Dunia Pustaka Jaya.

Kamal, M., & Kamis, R. A. (2022). Peran kearifan lokal masyarakat sebagai kekuatan pembangunan di kelurahan Cobodoe Kota Tidore Kepulauan. BARiFOLa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Fakultas Ekonomi Dan Bisnis, 3(1).

Karlina, N., Afandi, A., Mubin, I., & Saddam, S. (2021). Pola Komunikasi Antarbudaya Masyarakat Transmigrasi Dengan Masyrakat Lokal. Seminar Nasional Paedagoria, 1, 155–169.

Koentjaraningrat. (2000). Kebinekaan Suku Bangsa dan Kebudayaan Indonesia. Penerbit Universitas Terbuka.

Koentjaraningrat. (2010). “Manusia dan Kebudayaan Di Indonesia.” Djambatan.

Masruri, B. (2021). Benantara. Kepustakaan Populer Gramedia.

Mu’min, U. A. (2020). Spiritualitas Karakter Tuang dalam Budaya Masyarakat Kampung Adat Cireundeu. Islamadina: Jurnal Pemikiran Islam, 53–67.

Pasapan, P., & Parinussa, E. M. (2022). Penyelesaian Tindak Pidana Ringan Melalui Proses Kearifan Lokal Sebagai Bagian Dari Restorative Justice (Studi Masyawarakat Wasuponda, Sulawesi Selatan). Paulus Law Journal, 4(1), 58–68.

Priyanto, R., & Desmafianti, G. (2022). Nilai Budaya Pangan Singkong di Kampung Adat Cireundeu. Jurnal Kajian Pariwisata, 4(1), 48–58.

Sabardila, A., Setiawaty, R., & Markhamah, M. (2020). Optimalisasi Partisipasi Masyarakat Dalam Pembangunan Desa Bugel Kecamatan Polokarto Melalui Program Sosialisasi. Integritas: Jurnal Pengabdian, 4(2), 235–246.

Saddam, S., Bidaya, J., & Isnaini, I. (2023). Tradisi Dan Adat-Istiadat Masyarakat Suku Kore Kecamatan Sanggar Kabupaten Bima. Historis: Jurnal Kajian, Penelitian Dan Pengembangan Pendidikan Sejarah, 7(2), 1–11.

Saddam, S., Maemunah, M., & Palahuddin, P. (2021). Potensi Wisata Kampung Adat Tutubhada Desa Rendu Tutubhada Kecamatan Aesesa Selatan Kabupaten Nagekeo. Historis: Jurnal Kajian, Penelitian Dan Pengembangan Pendidikan Sejarah, 6(2), 86–94.

Saddam, S., Milandari, B. D., SW, D. E. M., Winata, A., Isnaini, I., & Mayasari, D. (2023). Socio-cultural Sustainability of Indigenous People in Kore after Two Centuries of Mount Tambora Eruption. IJTIMAIYA: Journal of Social Science Teaching, 7(2), 201–212.

Saddam, S., Mubin, I., & SW, D. E. M. (2020). Perbandingan Sistem Sosial Budaya Indonesia Dari Masyarakat Majemuk Ke Masyarakat Multikultural. Historis: Jurnal Kajian, Penelitian Dan Pengembangan Pendidikan Sejarah, 5(2), 136–145.

Sanusi, N., & Sidik, A. P. (2022). Komodifikasi keunikan Kampung Adat Cireundeu sebagai objek wisata budaya. Linimasa: Jurnal Ilmu Komunikasi, 5(1), 76–82.

Sujoko, A., Saintio, F. A., & Wahyudi, D. (2021). Identitas Keindonesiaan dalam Pidato Soekarno pada 1 Juni 1945. Jurnal Ilmu Komunikasi, 19(2), 188–204.

Syarif, N., Marjani, G. I., Sahid, A. A., & Heryana, R. (2015). Harmoni Agama Dan Budaya Di Jawa Barat: Studi Tentang Toleransi Kehidupan Beragama Melalui Kearifan Lokal Kampung Adat.

Wahyuni, A. I., Destiana, D. E., Lesmana, N. P., Sholihah, Q., & Pratiwi, S. Y. (2019). Kearifan Budaya Lokal Kampung Adat Cireundeu sebagai Wisata Budaya di Kota Cimahi. Jurnal Sosiologi Pariwisata.

Widyosiswoyo, S. (2009). Ilmu Budaya Dasar: Ghalia Indonesia.




DOI: https://doi.org/10.31764/jces.v6i1.29914

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


=======================

JCES (Journal of Character Education Society)
Universitas Muhammadiyah Mataram

Contact Admin: 
Email: [email protected]
WhatsApp: +62 852-3764-1341

=======================

======================= 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 

JCES (Journal of Character Education Society) already indexed:

            

  

EDITORIAL OFFICE: