KAMPUNG ADAT PULO SEBAGAI WARISAN PERADABAN DAN KEARIFAN LOKAL JAWA BARAT
Abstract
Abstrak: Hasil dari observasi penelitian Kampung Pulo Garut menemukan Kearifan Budaya Lokal dalam mempertahankan identitas bangsa. Kearifan budaya lokal yaitu suatu kearifan budaya terdapat dalam kehidupan masyarakat disuatu tempat, yang merupakan warisan nenek moyang dalam tata nilai kehidupan yang menyatu dengan bentuk religi, budaya,dan adat-istiadat. Seiring dengan perkembangan zaman yang modern abad 21 kearifan budaya lokal masyarakat dalam mempertahankan nilai-nilai luhur budaya, religi, adat istiadat sebagai bentuk identitas bangsa kian memudar dan pengelolaan sumber daya memudar di era abad 21 ini. Mereka beranggapan bahwa modern lebih baik dari pada sebelumnya. Perkembangan tekhnologi dapat memicu hilangnya kearifan budaya lokal. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis etnografi yaitu penelitian yang dilakukan dilingkungan Masyarakat adat tertentu. Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan secara singkat internalisasi nilai budaya dari Masyarakat kampung adat yang bisa dipromosikan sebagai basis pembentuk karakter Bangsa Indonesia dan internalisasi nilai-nilai organisasi.
Abstract: The findings from the observations conducted in Kampung Pulo, Garut, reveal the presence of local cultural wisdom in preserving national identity. Local cultural wisdom refers to the indigenous knowledge embedded in the lives of a community, inherited from ancestors as part of a value system that integrates religion, culture, and customs. With the advent of modern times in the 21st century, the community’s local cultural wisdom in maintaining noble cultural, religious, and customary values—as a form of national identity—has gradually faded, and resource management has similarly declined. Many believe that modernity is superior to the past, and technological advancements may further trigger the loss of local cultural wisdom. This research employs a qualitative approach with an ethnographic method, which is a study conducted within a specific indigenous community. The aim of this research is to briefly describe the internalization of cultural values by the indigenous community that can be promoted as a basis for shaping the character of the Indonesian nation and for the internalization of organizational values.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Afrianti, D. (2019). Transformation of the Spread of the Manunggaling Kawula lan Gusti Concept in Javanese Society from the 16th Century AD to the 21st Century AD. International Journal of Islamic Khazanah, 9(1), 29–34.
Al Musafiri, M. R. (2016). Peran kearifan lokal bagi pengembangan pendidikan karakter pada sekolah menengah atas. Jurnal Darussalam: Jurnal Pendidikan, Komunikasi Dan Pemikiran Hukum Islam, 8(1), 1–19.
Amanah, S. N. A. (2020). Bentuk Pola Asuh Orang Tua Dan Implikasinya Terhadap Karakter Kemandirian Anak. Al Naqdu: Jurnal Kajian Keislaman, 1(1), 10.
Aprionika, D., Rejeki, S., Hafsah, H., Sakban, A., & Saddam, S. (2022). The Behavior of Mataram City Residents in Facing Covid-19. Seminar Nasional Paedagoria, 2, 24–29. https://scholar.google.com/citations?view_op=view_citation&hl=en&user=c3UBXGUAAAAJ&pagesize=100&citation_for_view=c3UBXGUAAAAJ:UxriW0iASnsC
Aufin, M. (2014). Sintesa Pendidikan Karakter dan Multikultural bagi Lingkungan Pendidikan Tinggi. Jurnal Psikologi: Jurnal Ilmiah Fakultas Psikologi Universitas Yudharta Pasuruan, 2(2), 110–125.
Caturwati, E. (2017). Arts and Character Development. E-Prosiding Pascasarjana ISBI Bandung, 1(1).
Fransinata, F. (2020). Analisis Nilai-Nilai Solidaritas Warga Negara Melalui Pelaksanaan Upacara Mamayu (Studi Kasus Di Desa Trusmi Wetan Kabupaten Cirebon). FKIP UNPAS.
Harahap, H. S. M., Siregar, H. F. A., & Darwis Harahap, S. (2022). Nilai-Nilai dan Praktik Moderasi Beragama Berbasis Kearifan Lokal di Sumatera Utara. Merdeka Kreasi Group.
Harun, A. J., & Sudaryanti, A. M. (2020). Pengembangan model pendidikan karakter berbasis multi kultural dan kearifan lokal bagi siswa PAUD. UNY Press.
Hidayat, A. (2017). Pola pewarisan nilai yang berimplikasi bimbingan pada Pancakaki Bani Nuryayi. JOMSIGN: Journal of Multicultural Studies in Guidance and Counseling, 1(1), 99–122.
Huda, M. B. (2018). Kontrol Nilai Religius dan Humanistis dalam Pendidikan Karakter. Widyabastra: Jurnal Ilmiah Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Indonesia, 6(1), 84–89.
Husna, H., Indriani, M., Mukarromah, M., & Khaliq, R. (2022). Nilai nilai kearifan lokal generasi millenial di Kota Banjarmasin. Al-Hiwar Jurnal Ilmu Dan Teknik Dakwah, 10(1), 29–37.
Ihromi, T. O. (1999). Bunga rampai sosiologi keluarga. Yayasan Obor Indonesia.
Indriharta, L. (2018). Implementasi pendidikan karakter melalui olahraga bagi mahasiswa di perguruan tinggi. Prosiding Seminar Nasional Ilmu Keolahragaan UNIPMA, 1(1), 1–9.
Kaimuddin, K. (2019). Pembelajaran Kearifan Lokal. PROSIDING Seminar Nasional FKIP Universitas Muslim Maros, 1, 73–80.
Koentjaraningrat. (1974). Kebudayaan, Mentalitet, dan Pembangunan: Bungarampai. Gramedia.
Kuntowijoyo. (2004). Islam sebagai ilmu: epistemologi, metodologi, dan etika. Teraju.
Liliweri, A. (2021). Organisasi sosial berdasarkan institusi sosial dan sistem kekerabatan: seri pengantar studi kebudayaan. Nusamedia.
Liswhanda, H. (2020). Perancangan resort di pantai selatbaru bengkalis dengan pendekatan arsitektur tradisional melayu riau.
Madjid, N. (1992). Islam: Doktrin dan Peradaban. Yayasan Wakaf Paramadina Jakarta.
Muhammad, B. (2002). Asas-asas Hukum Adat, cetakan ke 11. Jakarta: Pradnya Paramita.
Panjaitan, L. M., & Sundawa, D. (2016). Pelestarian Nilai-Nilai Civic Culture dalam Memperkuat Identitas Budaya Masyarakat: Makna Simbolik Ulos dalam Pelaksanaan Perkawinan Masyarakat Batak Toba di Sitorang. Journal of Urban Society’s Arts, 3(2), 64–72.
Probosiwi, R., & Putri, A. L. (2021). Jogo Tonggo: Solidaritas Masyarakat di Era Pandemi Covid-19. Sosio Konsepsia: Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial, 10(2), 177–192.
Putra, R. A., & Ekomadyo, A. S. (2022). Arsitektur Tradisional Aceh: Sebuah Tinjauan Semiotika. Syiah Kuala University Press.
Rosidin, D. N., & Syafaah, A. (2016). Keragaman Budaya Cirebon: Survey Atas Empat Entitas Budaya Cirebon. CV Elsi Pro.
Setyowati, D., Saddam, S., & Handoyo, E. (2020). Application of Conservation Value for Character Developing of Universitas Negeri Semarang Students. https://doi.org/10.4108/eai.29-6-2019.2290416
Sugandi, D., Sumarni, D., Patrio, E., Kadafi, M., Fijai, F., Ajhar, M., Nazar, A., Aryani, S., Woro, K. N., & Sarina, S. (2020). Karakter Dan Sifat Kejujuran Mahasiswa Melalui Kantin Kejujuran. Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter, 2(1), 15–22.
Suratmi, N. (2022). Multikultural: Karya Pelestarian Kearifan Lokal Kesenian Barongsai-Lion. Media Nusa Creative (MNC Publishing).
Trisnasasti, A. (2020). Nilai-Nilai Kearifan Lokal dalam Cerita Rakyat Nusantara. Journal of Language Learning and Research, 3(2), 99–106.
Wahyu, W. (2020). Kearifan Lokal Dalam Perspektif Budaya Banjar. Cross-Border, 3(2), 226–240.
Zahara, M. N., & Wildan, D. (2020). Identity and Cultural Framing: How to Millennial Muslims to Form an Hijrah Movement in The Digital Age? Sosietas: Jurnal Pendidikan Sosiologi, 10(2), 862–877.
Zuhri, M. T., & Maliani, A. (2020). Internalisasi Nilai Pendidikan Karakter Pada Masyarakat Adat Kampung Pulo Dalam Pembelajaran Nilai-Nilai Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. JURNAL APARATUR, 4(1), 1–6.
DOI: https://doi.org/10.31764/jces.v6i1.29947
Refbacks
- There are currently no refbacks.
=======================
JCES (Journal of Character Education Society)
Universitas Muhammadiyah Mataram
Contact Admin:
Email: [email protected]
WhatsApp: +62 852-3764-1341
=======================
=======================
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
JCES (Journal of Character Education Society) already indexed:
EDITORIAL OFFICE: