The Harmonization of Dakwah in the Local Traditions of the Tengger Tribe

Ali Murtadlo, Ali Nurdin

Abstract


Abstrak:  Pada penelitian ini penulis mengangkat tentang bagaimana Harmonisasi Dakwah dalam tradisi lokal di Suku Tengger. Harmonisasi Dakwah disini adalah upaya untuk menyelaraskan nilai-nilai Dakwah agar bisa berjalan selaras di suatu komunitas yang multikultural. Dimana Harmonisasi Dakwah itu sendiri sangat diperlukan mengingat di Suku Tengger terdapat tradisi lokal yang masih menyandarkan pada praktek keagamaan dan ritual yang merupakan perpaduan dari budaya dan agama. Daerah tersebut masyarakatnya pemeluk agama Hindu, Budha dan Islam.  Dari beberapa agama tersebut tentu memiliki budaya dan ritual keagamaan masing-masing. Salah satu praktek keagamaan yang terkenal yakni upacara Yadnya Kasada dimana ritual untuk persembahan kepada para Dewa di Gunung Bromo Suku Tengger, dimana masyarakat melakukan persembahan hasil bumi, hewan ternak sebagai simbol syukur kepada dewa-dewa khususnya Dewa Brahmana. Pada penelitian inilah akan dijelaskan cara-cara bagaimana Harmonisasi Dakwah yang dilakukan tokoh-tokoh agama dalam berinteraksi dengan komunitasnya dengan tujuan menciptakan rasa persatuan dan saling pengertian juga meningkatkan rasa solidaritas di Suku Tengger. Salah satu cara dengan mendorong dialog dan kolaborasi antaragama dapat membantu menumbuhkan rasa saling menghormati dan memahami di antara kelompok agama yang berbeda.

 

 

 

Abstract:  In this study, the author explores the concept of Dakwah Harmony within the local traditions of the Tengger Tribe. Dakwah Harmony refers to efforts to align the values of Dakwah so that it can coexist harmoniously within a multicultural community. This is particularly essential considering that the Tengger Tribe upholds local traditions deeply rooted in religious practices and rituals, which blend culture and religion. The community in this region consists of adherents of Hinduism, Buddhism, and Islam, each with its own cultural and religious rituals. One of the well-known religious practices is the Yadnya Kasada ceremony, a ritual offering to the deities of Mount Bromo by the Tengger Tribe, where the community presents agricultural produce and livestock as symbols of gratitude to the gods, particularly Lord Brahma. This research aims to explain the approaches religious leaders undertake to achieve Dakwah Harmony in their interactions with the community, to foster unity, and mutual understanding, and to enhance solidarity among the Tengger people. One approach involves promoting interfaith dialogue and collaboration, which can help cultivate mutual respect and understanding among different religious groups.

Keywords


harmonisasi; dakwah; ritual; tradisi lokal; suku tengger; harmony; da'wah; tengger tribe;

Full Text:

PDF

References


Agus Sudrajat. (2024). Konstruksi Sosial Atas Identitas Adat Masyarakat Suku Tengger Dalam Merespon Formalisasi Agama. UNESA.

Akhmadi, A. (2019). Moderasi beragama dalam keragaman indonesia religious moderation in Indonesia’s diversity. Jurnal Diklat Keagamaan, 13(2), 45–55.

David Hermansyah, M. M. (2024). Eksplorasi Konsep Moderasi dan Toleransi dalam Ajaran Kemuhammadiyahan: Implikasi untuk Harmoni Antaragama. Journal.Ummat.Ac.Id.

Delphin, J., & Sutisna, S. (2022). Semerbak Harum Sang Kusuma: Wadah Pelestarian Seni Dan Budaya Suku Tengger Di Puncak Bromo. Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa), 3(2), 1567. https://doi.org/10.24912/stupa.v3i2.12290

Endang Kumala Ratih, A. J. (2020). Konstruksi Sosial Upacara Adat Karo Suku Tengger Di Desa Tosari, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan. AnalisaSosiologi, 9.

Hidayatulloh, T., & Saumantri, T. (2023). Pengembangan Pemahaman Sikap Moderasi Beragama Berbasis Nilai Inklusivitas Pada Mahasiwa Di Perguruan Tinggi. Fikrah: Journal of Islamic Education, 7(1), 87–102.

Musyafak, N., & Nisa, L. C. (2020). Resiliensi Masyarakat Melawan Radikalisme; Aksi Damai dalam Konflik Agama. Penerbit Lawwana.

Rachmat Safa’at. (2013). Rekonstruksi politik hukum pangan : dari ketahanan pangan ke kedaulatan pangan. Universitas Brawijaya Press.

Rudi Setiawan. (2023). Mempertahankan Kehidupan Toleransi Beragama Suku Tengger Bromo Melalui Peran Tokoh Agama. Civis, XII.

Salahuddin, S. P. (2024). Komunikasi Dalam Organisasi Multikultural. Komunikasi Sosial Dan Lintas Budaya, 2.

Santoso, G., Karim, A. A., & Maftuh, B. (2023). Kajian Dinamika Demokrasi di Indonesia untuk Menjadi Tokoh Pahlawan Daerah dan Nasional RI Abad 21. Jurnal Pendidikan Transformatif, 2(1), 224–240.

Sarjito, A. (2023). Agama Islam, Militansi, dan Pertahanan Negara: Kebijakan Menjaga Keseimbangan. Himmah: Jurnal Kajian Islam Kontemporer, 7(2), 776–806.

Sazjiyah, S. R. (2020). Dinamika Kehidupan masyarakat suku tengger dibalik kegiatan pariwisata Bromo. Journal of Tourism and Creativity, 4(2), 105. https://doi.org/10.19184/jtc.v4i2.14818

Siti Sitta Fitria. (2023). Pengembangan Masyarakat Suku Tengger Bromo Melalui Tradisi Unan-Unan untuk Meningkatkan Toleransi Beragama. AlTatwir, 10, 46–137.

Sony Sukmawan, N. E. R. F. (n.d.). Sangsaka Saujana Tengger. MNCPublishing.

Sony Sukmawan, R. F. (2023). Upacara Unan-Unan Tengger: Membentang Kearifan Ekologis, Mewujud Keselarasan Kosmis. UB Press.

Ugik Romadi. (2023). Similarity Sistem Penyuluhan Pertanian ‘Suatu Pendekatan Penyuluhan Pertanian Berbasis Modal Sosial Pada Masyarakat Suku Tengger.’ CV. Tohar Media.

Woodward, M. R. (2004). Islam Jawa; Kesalehan Normatif Versus Kebatinan. LKIS Pelangi Aksara.




DOI: https://doi.org/10.31764/jail.v8i2.30314

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 Ali Murtadlo, Ali Nurdin

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Al-I’lam: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Mataram.

Alamat Redaksi:
Jln. KH. Ahmad Dahlan No. 1 Pagesangan – Mataram
Telpon 085946008096 | email: [email protected]

 

INDEXED BY: