Keris Sebagai Jimat Dengan Pendekatan Ilmu Kalam

Ulfatun Hasanah

Abstract


Abstrak: Keris sebagai alat untuk perlindungan dari ancaman-ancaman yang bersifat fisik maupun non fisik.  Menurut Islam keris diperbolehkan sebagai alat perlindungan diri, yang tidak diperbolehkan Islam apabila keris disalahgunakan sebagai azimat (jimat). Hukum percaya keris sebagai azimat (jimat) dalam Islam adalah haram dan salah satu perbuatan musyrik (dosa besar). Pendekatan berarti cara pandang, paradigma, metodologi. Pendekatan ilmu kalam adalah cara pandang atau analisis terhadap masalah ketuhanan dengan menggunakan norma-norma agama atau simbol-simbol keagamaan yang ada. Signifikansi kajian ini adalah untuk menunjukkan keris sebagai jimat dengan pendekatan ilmu kalam.

Kata Kunci:Keris, Jimat, Pendekatan Ilmu Kalam

Abstract: Keris is sort of Java traditional weapon for protection from threats that are both physical and non-physical. According to Islam, the keris is allowed only as a means of personal protection, which Islam is not permitted if the keris is misused as a talisman (amulet). Islam’s law believes keris uses as a talisman (amulet) is haram and one of the idolatrous acts (big sin). The approach means perspective, paradigm, and methodology. The Kalam science’s approach is a way of look or analyzing the problem of divinity by using religious norms or existing religious symbols. The significance of this study is to show how the keris as a talisman analyzed by Kalam science’s approach.

Keywords: Keris, Talisman, Kalam Studies Approach


Keywords


Keris; Jimat; Pendekatan Ilmu Kalam

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Al-I’lam: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Mataram.
Alamat Redaksi: Jln. KH. Ahmad Dahlan No. 1 Pagesangan – Mataram Telpon 085730002007 | email: [email protected]

 

JAILKPI

 

Flag Counter