Faksionalisasi Partai Politik Golkar Di Kalimantan Timur Indonesia

Jauchar B, Jumansyah Jumansyah, Arini Hidayati

Abstract


Penelitian ini mendeskripsikan mengenai adanya kecenderungan terbentuknya faksi di dalam partai politik Golkar di Kalimantan Timur. Penelitian ini menggunakan studi literature dengan menggumpulkan data melalui media massa yang kredibel serta konkrit membahas mengenai konflik tersebut. Selain itu didugung dengan laporan dan google form untuk membuat persepsi masyarakat terkait konflik ini. Berdasarkan hasil temuan penelitian ini bahwa konflik yang terjadi di internal partai Golkar yaitu melibatkan faksi Golongan muda yang dipimpin Ketua DPD Golkar Kaltim, Rudi Masud dan faksi golongan senior yang direpresentasikan Makmur HAPK. Inilah yang menyebatkan kecederungan disebutkan adanya faksi dalam internal partai golkar, karena representasi golongan yang terlihat di publik memunculkan dua figur tersebut yaitu dari golongan muda dan senior. Konflik yang terjadi bisa dikategorikan dalam faksionalisasi kompetitif. Munculnya faksi bisa disebabkan karena adanya perebutan posisi kunci yang terbatas untuk menunjang politik karir dan ini biasanya tidak terlepas karena adanya pengaruh kepentingan elit-elit yang pragmatis. Selain itu penulis mengindentifikasi bahwa konflik ini juga muncul karena adanya motivasi kesejahteraan dalam dilemma kolektivitas partai vs individu. Jika kondisi partai yang buruk ini tidak dipulihkan maka berbagai bentuk kerja sama digantikan dengan perebutan yang mengancam stabilitas partai dan mengiring ke arah degeneratif.

Keywords


Faksionalisasi, Partai Politik, Konflik Internal, Golkar Kaltim.

Full Text:

PDF

References


Basedau, M., & K├Âllner, P. (2005). Factionalism in political parties: an analytical framework for comparative studies.

Boucek, F. (2009). Rethinking factionalism: typologies, intra-party dynamics and three faces of factionalism. Party politics, 15(4), 455-485.

Buckler, S., & Dolowitz, D. (2012). Ideology matters: Party competition, ideological positioning and the case of the conservative party under David Cameron. The British Journal of Politics and International Relations, 14(4), 576-594.

Budiatri, A. P., Haris, S., Romli, L., Nuryanti, S., Nurhasim, M., Darmawan, D., & Hanafi, R. I. (2018). Faksi dan konflik internal partai politik di Indonesia era reformasi. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Budiatri, A. P., Mengko, D. M., Noor, F., Gayatri, I. H., Nurhasim, M., Haripin, M., ... & Permana, Y. S. (2019). Menimbang demokrasi dua dekade reformasi. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Campus, D., Switek, N., & Valbruzzi, M. (2021). Collective leadership and divided power in West European Parties. Basingstoke: Palgrave Macmillan.

Ceron, A. (2017). Social media and political accountability: Bridging the gap between citizens and politicians. Springer.

Firmansyah, F. A. (2015). Wajah Faksionalisasi di Tubuh Partai Demokrat. Jurnal Transformative, 1(1), 44-54.

Gading, S. (2021). Prahara Surat Pergantian Ketua DPRD Kaltim, Sinyal Konflik Internal Golkar?. Di akses pada https://kaltimkece.id/warta/politik/prahara-surat-pergantian-ketua-dprd-kaltim-sinyal-konflik-internal-golkar

Kaltimpost. (2021). Konflik Kursi Ketua DPRD Kaltim, Pasif Jadi Alasan Golkar Merotasi Makmur HAPK .Diakses pada https://kaltimpost.jawapos.com/utama/29/07/2022/konflik-kursi-ketua-dprd-kaltim-pasif-jadi-alasan-golkar-merotasi-makmur-hapk

Kaltimprokal. (2021). Imbas Konflik Internal Pencopotan Makmur sebagai Ketua DPRD, Elektabilitas Golkar Terancam Merosot .Diakses pada https://kaltim.prokal.co/read/news/392625-imbas-konflik-internal-pencopotan-makmur-sebagai-ketua-dprd-elektabilitas-golkar-terancam-merosot.html

Maliki, Z. (2018). Sosiologi politik: makna kekuasaan dan transformasi politik. Ugm Press.

MediaKaltim. (2021). Prahara Surat Pergantian Ketua DPRD Kaltim, Golkar Kaltim Memanas. Di akses pada Https://Mediakaltim.Com/Prahara-Surat-Pergantian-Ketua-Dprd-Kaltim-Golkar-Kaltim-Memanas/.

PRATAMA, P. Y., Budiman, B., & SARMIASIH, M. (2019). A comparative political analysis between the new order regime and the reformed era in Indonesia: A case study of oligarchy politics in the mining industry of East Kalimantan. Jurnal Studi Pemerintahan, 10(3), 194-207.

Pora, R. (2014). Konflik Elit Dalam Kontestasi Kekuasaan Internal Partai Politik (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta).

Rohman, A. Z. F. (2015). Kristalisasi Fakisonalisme PKB dan PKNU Pasca Pemilihan Presiden 2004. Jurnal Transformative, 1(1), 21-33.

Sholikin, A. (2018). Perbedaan Sikap Politik Elektoral Muhammadiyah Antara Pusat Dan Daerah. Jurnal Polinter: Kajian Politik dan Hubungan Internasional, 3(2).

Suparlan, P. (2014). Konflik Sosial dan Alternatif Pemecahannya. Antropologi Indonesia.




DOI: https://doi.org/10.31764/jgop.v4i2.10646

Copyright (c) 2022 Jauchar B

This publication is indexed by: