Meningkatkan Kesejahteraan Petani Hutan Melalui Integrasi Tanaman Porang (Amorphophallus onchophyllus) Dengan Vegetasi Tegakan di Kawasan Rinjani Lombok

Padusung Padusung, Fahrudin Fahrudin, Mahrup Mahrup, I gede Made Kusnarta, Soemeinaboedhy Soemeinaboedhy

Abstract


Ada dua pendekatan sebagai solusi dalam persoalan pengembangan porang (Amorphophallus oncophyllus) yang pertama solusi dalam teknik budidaya tanaman porang terdiri dari: a) Perkembangbiakan menggunakan katak; b) Perbanyakan menggunakan buah/biji; c) Perbanyakan menggunakan umbi, yang kedua pengolahan pasca panen Penanganan pasca panen umbi porang sederhana yang bias diterapkan di kelompok tani, hal ini dilakukan untuk meningkatkan nilai jual tanaman porang. Metode pelaksanaan pengabdian pada masyarakat adalah Penyuluhan Teknik Budidaya Tanaman Porang, Peragaan Budidaya Tanaman Porang di Lahan Garapan Kelompok Tani dan bimbingan Teknik pengolahan sederhana pasca panen. Tanaman porang layak dikembangkan dalam pelestarian sumberdaya hutan, sebagai sarana pengalihan orientasi dan mata pencaharian masyarakat di sekitar hutan dari hasil hutan kayu ke hasil hutan non kayu dalam peningkatan kesejahteraan upaya melestarikan Kawasan penyangga. kandungan nutrisi dalam tanaman porang terbilang kompleks terutama pati, glukomannan, kristal kalsium oksalat, serat kasar dan gula reduksi. Penanganan porang pasca panen menghasilkan beragam bentuk baik berupa keripik (chip), tepung porang dan tepung glucomannan yang dapat digunakan sebagai bahan dasar tepung, mie instan dan peroduk makanan dan minuman lainnya. Persoalan yang di hadapi petani porang secara umum di lokasi yakni: 1) Permodalan; 2) Keamanan (sering terjadi pencurian tanaman porang di lahan); 3) Kebakaran hutan. Inovasi pembiakan porang berupa: 1) Pebiakan melalui katak atau bubil; 2) Pembiakan dari buah atau biji; 3) Pembiakan dari umbi; dan 4) Pembiakan porang melalui daun.

Keywords


Tanaman Porang, Amorphophallus oncophyllus , Bayan, Lombok Utara

Full Text:

PDF

References


Anggraeni, D.A., S.B. Widjanarko, D.W. Ningtyas. 2014. Proporsi tepung porang (Amorphophallus muelleri Blume): Tepung maizena terhadap karakteristik sosis ayam. J. Pangan dan Agroindustri 2(3):214-223.

Badan Pusat Statistik NTB, 2018. Kecamatan Bayan Dalam Angka. Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Brown, D. 2000. Aroids: plants of Arum family. 2nd edition. Timber Press. Portland OR.

BSN. 1989. Standar Nasional Indonesia untuk Iles-iles. SNI 01-1680-1989. Badan Standarisasi Nasional. 6 hlm.

Chairiyah, N., N. Harijati, dan R. Mastuti. 2011. Kristal kalsium oksalat (CaOx) pada porang (Amorphophallus muelleri Blume) yang terpapar dan tidak terpapar matahari. Jurnal Natural B. Universitas Brawijaya.

Chan, A.P.N. 2009. Konjact Part I. Cultivation to commercialication of components. J. Food Eng. 106:245–252.

Cua, M., T.C. Baldwin, T.J. Hocking, and K. Chan. 2010. Traditional uses and potential health benefits of Amorphophallus konjac K. Koch ex N.E.Br. J. Ethnopharmocology 128:268-278.

Flach, M. and F. Rumawas. 1996. Plant resources of South-East Asia. 9. Plant yielding non-seed carbohydrates. Prosea. 237 pp.

Ganjari, L. E. 2012. Kemelimpahan Jenis Collembola pada habitat Vermikomposting. Jurnal Widya Warta, 35 (1): 131-144.

Haryani, K. dan Hargono. 2008. Proses pengolahan iles-iles (Amorpho- phallus sp.) menjadi glukomannan sebagai gelling agent pengganti boraks. Momentum 4(2):38-41.

Ika, K. 2011. Studi pembuatan mie instant berbasis tepung komposit dengan penambahan tepung porang (Amorphophallus oncophyllus). Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya Malang (Abstrak).

Indriyani, S., E. Ariesoesilaningsih, T. Wardiyati dan H. Purnobasuki. 2010. Hubungan faktor lingkungan habitat porang (Amorphophallusmuelleri Blume) pada lima agroforestri di Jawa Timur dengan kandungan oksalat umbi. Ringkasan Hasil Penelitian Dana Hibah.

Indriyani, S., E. Ariesoesilaningsih, T. Wardiyati dan H. Purnobasuki. 2011. A model of vrelationship between climate and soil factors related to oxalate content in porang (Amorphophallus muelleri Blume) corm. Biodiversitas 12(1):45-51.

Kalsum, U. 2012. Kualitas organoleptik dan kecepatan meleleh eskrim dengan penambahan tepung porang (Amorphophallus onchophyllus) sebagai bahan penstabil. http://repository.unhas.ac.id/handle/123456789/2032 diunduh pada tanggal 1-8-2013 (Abstrak).

Koswara, S. 2008. Kacang-kacangan. Diakses: 19 November 2012. www.ebookpangan.com

Koswara, S. 2013. Modul teknologi pengolahan umbi-umbian. Bagian 2: Pengolahan umbi porang. Tropical Plant Curriculum (TPC) Project. USAID-SEAFAST Center-Bogor Agricultural University. http://sea- fast.ipb.ac.id/tpc-project/wp-content/uploads/2013/10/2-pen.

Kriswidarti, T. 1980. Suweg (A. campanulatus) Kerabat Bunga Bangkai yang Berpotensi sebagai Sumber Karbohidrat. Buletin Kebun Raya 4 (5): 171-174.

Mulyono, E. 2010. Peningkatan mutu tepung iles-iles (Amorphophallus oncophiyllus) (food grade: glukomannan 80%) sebagai bahan peng- elastis mie (4% meningkatkan elastisitas mie 50%) dan pengental (1% = 16.000 cps) melalui teknologi pencucian bertingkat dan enzimatis pada kapasitas produksi 250 kg umbi/hari.

Nakata, P.A. 2003. Advancees in our understanding of calcium oxalate crystal formation and function in plants. Plant Science 164:901-909.

Permadi, D.B. dan L.P. Latifah. 2012. Potensi Agroforestri porang dalam menekan pencurian hutan jati dalam Budiadi, Permadi, D.P dan Latifah, L.P. (Ed.) Agroforestri porang, Masa depan hutan Jawa. Indonesian managing higher education for relevance and effeciency (IMHERE). Fakultas Kehutanan UGM. Yogyakarta.

Santosa, E., N. Sugiyama, S. Hikosaka, and S. Kawabata. 2003. Cultivation of Amorphophalluas muelleri Blume in timber forest of East Java. Japanese Journal of Tropical Agriculture 47(3):190-197.

Suwardji, IGM Kusnarta, Ismail Yasin, Fahrudin. 2019. Pengembangan Agribisnis Porang Sebagai Alternatif Sumber Pangaan Lokal, Mempertahankan Kelestarian Hutan dan Produk Unggulan di Desa Sambik Elen, Loloan dan Senaru. Pengembangan Program Kewirausahaan Kawasan Pedesaan. PT. ASTRA.

Wang, W. and A. Johnson. 2003. Konjac: An introduction. Konjac Company Ltd. Fuzhou City, China. 3p. www.cybercolloids.net/information/ technicl-articles/introduction-konjac (accessed on 20 August 2014).

Yuwono, S.S. 2010. Introduksi glukomannan porang (Amorphophallusoncophyllus) dalam pembuatan beras tiruan sebagai upaya peningkatan potensi lokal untuk mewujudkan ketahanan pangan. Universitas Brawijaya Malang.

Zhang, Y.Q., B.J. Xie, and X. Gan. 2005. Advance in the application of konjac glucomannan and its derivatives. Carbohydrate Polymers 60:27-31.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


_______________________________________________

 

Creative Commons License

Prosiding Seminar Nasional Pertanian
is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License

______________________________________________

PROSIDING TERINDEKS:

 

SEKRETARIAT PANITIA: