CAGAR BUDAYA RUMAH ADAT SOURAJA SEBAGAI IDENTITAS KULTURAL MASYARAKAT LERE

Anindy Putry Salsabila, Haslita Rahmawati Hasan, Abdul Hamid, Nuraedah Nuraedah

Abstract


Abstrak: Rumah Adat Souraja merupakan simbol penting identitas kultural masyarakat Lere yang merefleksikan nilai historis, sosial, dan filosofi masyarakat Kaili. Namun, perubahan sosial akibat modernisasi memengaruhi tingkat keterlibatan generasi muda sehingga keberlanjutan fungsi dan makna budayanya menghadapi tantangan. Penelitian ini bertujuan menganalisis fungsi, makna simbolik arsitektur, faktor-faktor yang memengaruhi keberlanjutan, serta persepsi dan partisipasi masyarakat terhadap pelestarian Souraja. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif melalui observasi, wawancara mendalam menggunakan teknik snowball sampling, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Souraja berfungsi sebagai ruang sosial, pusat kegiatan adat, serta media pewarisan nilai budaya. Makna simbolik tercermin melalui elemen arsitektur yang merepresentasikan struktur sosial dan pandangan hidup masyarakat Kaili. Keberlanjutan Souraja dipengaruhi oleh dukungan pemerintah, peran keluarga pewaris, partisipasi masyarakat, dan keterlibatan generasi muda melalui kegiatan budaya. Masyarakat memiliki persepsi positif dan keterlibatan sukarela dalam menjaga Souraja meskipun dihadapkan pada arus modernisasi. Penelitian ini menegaskan bahwa Souraja tetap menjadi penanda identitas kultural masyarakat Lere dan memerlukan strategi pelestarian yang adaptif terhadap perubahan sosial.

 

Abstract:  The Souraja Traditional House serves as a key cultural symbol of the Lere community, embodying the historical, social, and philosophical values of the Kaili people. However, social changes driven by modernization have reduced the engagement of younger generations, raising concerns about the continuity of its cultural functions and meanings. This study aims to examine the functions of Souraja, the symbolic meanings embedded in its architectural elements, the factors influencing its sustainability, and the community’s perceptions and participation in preservation efforts. A qualitative descriptive approach was employed, with data collected through observation, in-depth interviews using snowball sampling, and documentation. The findings reveal that Souraja functions as a social hub, a venue for traditional ceremonies, and a medium for intergenerational transmission of cultural knowledge. Its symbolic meanings are reflected in architectural features that represent social structure and philosophical values of the Kaili community. The sustainability of Souraja is shaped by governmental support, the commitment of hereditary families, community participation, and youth involvement through cultural activities. Despite challenges posed by modernization, the Lere community maintains positive perceptions and voluntary participation in preserving Souraja. Overall, Souraja continues to serve as a vital marker of cultural identity for the Lere community and requires adaptive preservation strategies responsive to contemporary social changes.

 


Keywords


Cultural heritage; Souraja traditional house; Cultural identity; Cultural preservation

Full Text:

PDF

References


Arifin, M. (2020). Perubahan Habitus Generasi Muda terhadap Budaya Lokal. Jurnal Sosiologi Kontemporer, 9(1), 99–114.

Asiva Noor Rachmayani. (2015). Arsitektur Benteng dan Rumah-Kasdar-November.

Faisal, F. Al. (2017). Mengenal Rancang Bangun Rumah Adat di Indonesia. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Hadi, F. (2020). Fungsi Sosial Rumah Adat dalam Struktur Masyarakat Modern. Jurnal Kebudayaan Nusantara, 5(2), 88–103.

Lestari, M. (2020). Representasi Simbolik dan Identitas Komunal di Indonesia Timur. Jurnal Ilmu Sosial, 18(3), 201–215.

M. Fadila Rahman, & Ira Safitri Darwin. (2022). Persepsi Pemilik Bangunan dalam Melestarikan Bangunan Cagar Budaya di Kawasan Braga Kota Bandung. Jurnal Riset Perencanaan Wilayah Dan Kota, 76–85.

Muhammad, M., Maradjado, C. A., & Nurdin, N. (2019). Perancangan Aplikasi Pengenalan Rumah Adat Berbasis Android. Jurnal Elektronik Sistem Informasi Dan Komputer, 4(2), 23–36.

Nurhayati, R. (2021). Simbol Budaya dan Reproduksi Makna dalam Masyarakat Lokal. Jurnal Antropologi Indonesia, 42(1), 55–67.

Oladeji, S. O. (2022). Community Participation in Conservation and Management of Cultural Heritage Resources in Yoruba Ethnic Group of South Western Nigeria. SAGE Open, 12(4), 21582440221130988.

Pipit Muliyah, Dyah Aminatun, Sukma Septian Nasution, Tommy Hastomo, Setiana Sri Wahyuni Sitepu, T. (2020). BAB II LANDASAN TEORI KEBUDAYAAN. Journal GEEJ, 7(2), 7–99.

Rahman, A., & Darwin, L. (2022). Pelestarian Budaya Berbasis Komunitas: Studi pada Cagar Budaya Lokal. Jurnal Kebudayaan, 17(1), 1–14.

Regita, R. (2018). Kajian Bentuk, Fungsi dan Makna Ragam Hias Rumah Bolon Simalungun Berdasarkan Tatanan Sosial Budaya Masyarakat Simalungun. ARTic: Jurnal Seni Rupa, 2(2), 87–98.

Safira, F., Salim, T. A., Rahmi, R., & Sani, M. K. J. A. (2020). Peran Arsip Dalam Pelestarian Cagar Budaya Di Indonesia: Sistematika Review. Baca: Jurnal Dokumentasi Dan Informasi, 41(2), 289.

Sari, N. (2019). Dinamika Identitas Budaya dalam Masyarakat Multikultural. Jurnal Studi Budaya, 12(2), 145–158.

Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

UNESCO. (2019). Intangible Cultural Heritage: Living Heritage and Education.

Utami, N., & Hidayat, R. (2021). Keterlibatan Komunitas dalam Pelestarian Warisan Budaya: Studi Partisipasi Generasi Muda. Jurnal Sosial Dan Budaya, 8(1), 45–58.

Wahyudi, M., & others. (2015). Identitas Kultural Masyarakat Madura: Tinjauan Komunikasi Antar Budaya. Madura Press.

Wahyuni, A. (2020). Makna Simbolik Arsitektur Vernakular di Nusantara. Jurnal Arsitektur Dan Budaya, 7(1), 33–47.

Wahyuni, D. (2020). Simbol Budaya dalam Arsitektur Tradisional. Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 8(1), 45–57. https://ojs.unm.ac.id/JISH/article/view/12345

Wirawan, A. (2019). Peran Partisipasi Masyarakat dalam Pelestarian Cagar Budaya. Jurnal Pelestarian Budaya, 5(2), 120–134.

Wirawan, Y. (2019). Partisipasi Komunitas dalam Pengelolaan Warisan Budaya. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 6(2), 77–90.




DOI: https://doi.org/10.31764/geography.v14i1.35660

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

GEOGRAPHY : Jurnal Kajian Penelitian & Pengembangan Pendidikan
Email: [email protected] | p-ISSN 2339-2835 | e-ISSN 2614-5529

 EDITORIAL OFFICE: