VALUASI EKONOMI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT DI KECAMATAN PARINDU, KABUPATEN SANGGAU
Abstract
Abstrak : Perkebunan kelapa sawit telah menjadi sektor strategis dalam pembangunan ekonomi Indonesia, termasuk di Kecamatan Parindu, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Sejak diperkenalkan melalui skema PIR-BUN pada tahun 1980-an, wilayah ini telah mengalami transformasi besar, baik dalam pemanfaatan lahan maupun struktur sosial ekonomi masyarakat setempat. Saat ini, perkebunan kelapa sawit mendominasi lebih dari separuh luas wilayah Parindu, memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pertumbuhan pendapatan dan kesempatan kerja. Namun, di samping manfaat-manfaat tersebut, berbagai eksternalitas negatif juga muncul, mulai dari degradasi lingkungan dan konflik sosial hingga kerentanan ekonomi akibat fluktuasi harga minyak sawit mentah (CPO). Studi ini bertujuan untuk mengkaji eksternalitas perkebunan kelapa sawit di Parindu secara komprehensif dengan menggunakan pendekatan metode campuran. Penilaian dilakukan melalui Metode Penilaian Kontinjensi (Contingent Valuation Method/CVM) untuk mengukur kesediaan masyarakat untuk membayar kompensasi lingkungan, Metode Biaya Penggantian (Replacement Cost Method/RCM) untuk memperkirakan biaya restorasi lahan terdegradasi, Penetapan Harga Hedonik untuk mengkaji dampak eksternalitas terhadap nilai lahan, dan penilaian emisi karbon berdasarkan standar IPCC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksternalitas negatif atau total kerugian di Parindu mencapai sekitar Rp129 miliar per tahun, yang berasal dari biaya sosial, degradasi lahan, penurunan nilai lahan, dan emisi karbon. Studi ini menyoroti pentingnya mengintegrasikan penilaian eksternalitas ke dalam perencanaan tata ruang dan kebijakan perkebunan berkelanjutan. Rekomendasi utama meliputi promosi praktik ramah lingkungan, penguatan hak atas tanah adat, dan pemanfaatan insentif karbon sebagai peluang ekonomi baru. Dengan demikian, pengelolaan kelapa sawit di Parindu harus diarahkan tidak hanya untuk meningkatkan produksi tetapi juga untuk keberlanjutan sosial dan ekologis jangka panjang.
Abstract : Oil palm plantations have become a strategic sector in Indonesia’s economic development, including in Parindu Subdistrict, Sanggau Regency, West Kalimantan. Since their introduction through the PIR-BUN scheme in the 1980s, this region has undergone major transformations in both land use and the socio-economic structure of local communities. Today, oil palm plantations dominate more than half of Parindu’s land area, contributing significantly to income growth and employment opportunities. However, alongside these benefits, various negative externalities have also emerged, ranging from environmental degradation and social conflicts to economic vulnerability due to fluctuating crude palm oil (CPO) prices. This study aims to comprehensively assess the externalities of oil palm plantations in Parindu using a mixed methods approach. Valuation was conducted through the Contingent Valuation Method (CVM) to measure the community’s willingness to pay for environmental compensation, the Replacement Cost Method (RCM) to estimate restoration costs of degraded land, Hedonic Pricing to examine the impact of externalities on land values, and carbon emission valuation based on IPCC standards. The results reveal that negative externalities or total losses in Parindu amount to approximately IDR 129 billion per year, derived from social costs, land degradation, declining land values, and carbon emissions. This study highlights the importance of integrating externality valuation into spatial planning and sustainable plantation policies. Key recommendations include promoting environmentally friendly practices, strengthening indigenous land rights, and leveraging carbon incentives as new economic opportunities. Thus, the management of oil palm in Parindu should be directed not only toward increasing production but also toward long-term social and ecological sustainability.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Afrizal, & Anderson, P. (2020). Land conflicts and customary rights in oil palm expansion in Indonesia. Journal of Peasant Studies, 47(3), 1–18.
Arkanudin. (2024). Transformasi Sosial Ekonomi Masyarakat di Sentra Perkebunan Sawit Kalimantan Barat. Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian, 20(1), 45–60.
Austin, K. G., Mosnier, A., Pirker, J., McCallum, I., Fritz, S., & Kasibhatla, P. (2019). Shifting patterns of oil palm driven deforestation in Indonesia and implications for zero-deforestation commitments. Land Use Policy, 69, 41–48.
Bank Indonesia. (2022). Laporan Pemberdayaan Petani Plasma di Kalimantan Barat. Jakarta: Bank Indonesia.
Basiron, Y. (2019). Palm oil and the bioeconomy: Opportunities for sustainable growth. Renewable Energy Journal, 15(2), 101–112.
Badan Pusat Statistik. (2022). Statistik Perkebunan Indonesia 2021: Kelapa Sawit. Jakarta: BPS RI.
Badan Pusat Statistik Kabupaten Sanggau. (2022). Sanggau dalam Angka 2022. Sanggau: BPS.
Bintariningtyas, A., & Juwita, D. (2021). Distribusi manfaat ekonomi perkebunan sawit terhadap kesejahteraan masyarakat. Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis, 5(3), 755–768.
Braun, V., & Clarke, V. (2021). Thematic analysis: A practical guide. Sage Publications.
Carlson, K. M., Curran, L. M., Asner, G. P., Pittman, A. M., Trigg, S. N., & Marion, S. S. (2018). Carbon emissions from forest conversion by Kalimantan oil palm plantations. Nature Climate Change, 3(3), 283–287.
Creswell, J. W., & Plano Clark, V. L. (2018). Designing and conducting mixed methods research (3rd ed.).
Direktorat Jenderal Perkebunan. (2023). Statistik Perkebunan Kelapa Sawit 2022. Jakarta: Kementerian Pertanian RI.
Efriani, N., Utami, S., & Rahman, A. (2020). Pencemaran Sungai akibat aktivitas perkebunan sawit di Kalimantan Barat. Jurnal Lingkungan Tropis, 4(2), 120–131.
Fauzi, A., & Rahman, H. (2019). Dampak perkebunan sawit terhadap akses air bersih masyarakat pedesaan. Jurnal Sosial Ekonomi, 8(1), 55–66.
Feintrenie, L., Schwarze, S., & Levang, P. (2019). Are local people conservationists? Analysis of transition in livelihoods and land use in Indonesia. Ecology and Society, 25(1), 45–60.
Gapki. (2021). Laporan Tahunan GAPKI 2020. Jakarta: Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia.
Halim, F., Setiawan, H., & Rahardjo, T. (2022). Valuasi ekonomi eksternalitas perkebunan kelapa sawit dengan metode CVM dan CBA. Jurnal Ekonomi Lingkungan, 9(2), 130–145.
Hidayat, R., & Lestari, D. (2022). Evaluasi kebijakan sertifikasi RSPO dalam perkebunan sawit berkelanjutan. Jurnal Kebijakan Pertanian, 12(3), 67–79.
Husin, A., Wibowo, S., & Prasetya, R. (2020). Kontribusi perkebunan sawit terhadap perekonomian daerah. Jurnal Ekonomi Pertanian, 8(1), 1–12.
IPCC. (2019). 2019 Refinement to the 2006 IPCC Guidelines for National Greenhouse Gas Inventories. Geneva: Intergovernmental Panel on Climate Change.
Iskandar, A., Nugroho, S., & Lestari, M. (2024). Risiko banjir akibat sedimentasi lahan sawit di Kalimantan Barat. Jurnal Hidrologi Tropis, 15(1), 33–47.
Ivankova, N. V., Creswell, J. W., & Stick, S. (2020). Using mixed-methods sequential explanatory design. Field Methods, 16(1), 3–20.
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. (2021). Laporan Implementasi UU Cipta Kerja di Sektor Perkebunan. Jakarta: Kemenko Perekonomian.
Kementerian Pertanian Republik Indonesia. (2023). Statistik Pertanian Indonesia 2022. Jakarta: Kementan.
KLHK. (2023). Laporan Inventarisasi Emisi Gas Rumah Kaca Indonesia. Jakarta: Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Kusuma, H., Yuliani, S., & Mulyadi, A. (2017). Pemodelan valuasi ekonomi lingkungan berbasis data sekunder. Jurnal Ekonomi Lingkungan, 6(1), 45–57.
Leonides, J., & Yurisinthea, D. (2022). Hedonic pricing method untuk valuasi tanah terdampak eksternalitas perkebunan sawit. Jurnal Ekonomi Pertanian dan Lingkungan, 11(2), 211–223.
Lestari, D., Harahap, R., & Putri, N. (2021). Estimasi biaya restorasi lahan gambut dengan pendekatan replacement cost. Jurnal Ekonomi Lingkungan, 10(2), 77–88.
Lincoln, Y. S., & Guba, E. G. (2018). Naturalistic inquiry.
Lubis, F., & Suryahadi, A. (2020). Dampak migrasi akibat perkebunan sawit terhadap perkembangan UMKM pedesaan. Jurnal Ekonomi Sosial, 12(2), 89–105.
Maryanto, B., Sari, N., & Putra, H. (2021). Agroforestry berbasis sawit sebagai solusi keberlanjutan. Jurnal Agroforestri, 5(1), 55–66.
Mitchell, R. C., & Carson, R. T. (2019). Using surveys to value public goods: The contingent valuation method. RFF Press.
Nugraha, F., & Sari, E. (2020). Valuasi emisi karbon pada konversi lahan perkebunan. Jurnal Lingkungan Tropis, 8(1), 45–58.
Nugroho, S., Pramono, A., & Yuliani, T. (2022). Pendekatan valuasi terintegrasi dalam perkebunan berkelanjutan. Jurnal Ekonomi Pertanian dan Pembangunan, 9(2), 90–104.
Obidzinski, K., Andriani, R., Komarudin, H., & Andrianto, A. (2018). Environmental and social impacts of oil palm plantations. Ecology and Society, 17(1), 25–39.
Patton, M. Q. (2015). Qualitative research & evaluation methods. Sage Publications.
Prabowo, D., & Santoso, B. (2017). Analisis nilai ekonomi bersih perkebunan sawit plasma. Jurnal Ekonomi Pertanian, 15(2), 145–158.
Prasetyo, A., & Dewi, R. (2020). Valuasi willingness to pay dan willingness to accept pada eksternalitas perkebunan sawit. Jurnal Ekonomi Lingkungan, 7(1), 77–91.
Putri, R., & Hidayat, A. (2019). Konflik lahan antara perusahaan sawit dan masyarakat adat. Jurnal Sosial Agraria, 6(2), 101–119.
Rahman, A., Suryadi, D., & Lestari, M. (2020). Hilangnya habitat satwa endemik akibat ekspansi sawit di Kalimantan. Jurnal Konservasi Biodiversitas, 8(3), 200–210.
RSPO. (2023). RSPO Annual Report 2022. Kuala Lumpur: Roundtable on Sustainable Palm Oil.
Rosen, S. (2019). Hedonic prices and implicit markets: Product differentiation in pure competition. Journal of Political Economy, 82(1), 34–55.
Sabinus, M., & Yurisinthea, D. (2021). Perkembangan perkebunan sawit di Parindu: Produksi dan transformasi sosial. Jurnal Ekonomi Daerah, 9(1), 55–70.
Santoso, B., Prasetyo, R., & Wijaya, H. (2019). Perbedaan produktivitas petani plasma dan mandiri di perkebunan sawit. Jurnal Agribisnis, 13(2), 155–167.
Sari, D., & Wijaya, R. (2021). Perbandingan pendapatan petani sawit dengan petani padi tradisional. Jurnal Ekonomi Pertanian dan Sosial, 9(1), 88–97.
Susila, W. R. (2019). Oil palm expansion and rural poverty alleviation in Indonesia. World Development, 117, 29–41.
Suryani, N., Efriani, N., & Prasetya, R. (2023). Perubahan akses masyarakat adat terhadap sumber daya akibat ekspansi sawit. Jurnal Sosial Ekonomi, 11(2), 145–160.
United Nations. (2021). Sustainable Development Goals Report 2021. New York: UN.
Yamane, T. (2019). Statistics: An introductory analysis. Harper and Row.
DOI: https://doi.org/10.31764/jeptec.v3i1.36787
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Journal of Environmental Policy and Technology

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.