DAMPAK DINAMIKA PERKOTAAN TERHADAP PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN KAWASAN PERI-URBAN

Dwiky Astomo Putra, Aji Ali Akbar, Boy Rangga

Abstract


Abstrak: Konversi tutupan lahan di kawasan peri-urban merupakan konsekuensi struktural dari keterbatasan ruang kota inti, bukan sekadar efek samping pertumbuhan penduduk. Artikel ini menyintesis kerangka konseptual mengenai dinamika konversi tutupan lahan, karakteristik kawasan peri-urban, serta peran teknologi penginderaan jauh dalam mendukung tata kelola Ruang Terbuka Hijau (RTH), dengan kawasan peri-urban Kota Pontianak sebagai konteks ilustratif. Kajian pustaka menunjukkan bahwa konversi lahan didorong oleh interaksi faktor eksternal (dinamika pertumbuhan kota), internal (kondisi sosial ekonomi pengguna lahan), dan kebijakan tata ruang, dengan dampak yang meluas dari hilangnya mata pencaharian hingga terhambatnya capaian SDG 15. Pendekatan zona buffer terbukti efektif sebagai instrumen delineasi kawasan peri-urban berbasis jarak, sementara teknologi penginderaan jauh dan change detection menyediakan basis data kuantitatif untuk memantau pola, laju, dan lokasi perubahan tutupan lahan secara akurat. Regulasi RTH nasional (UU No. 26/2007 dan Permen PU No. 05/2008) menegaskan kewajiban penyediaan RTH minimal 30% dari luas wilayah kota, namun kepatuhan terhadap ambang ini jarang diiringi mekanisme pemantauan berbasis teknologi pada skala kawasan peri-urban. Artikel ini merekomendasikan integrasi zona buffer bertingkat dan teknologi penginderaan jauh ke dalam sistem pemantauan RTH daerah sebagai instrumen kebijakan lingkungan yang lebih responsif terhadap dinamika kawasan peri-urban yang terus berkembang.

 

Abstract: Land cover conversion in peri-urban areas is a structural consequence of core-city spatial limits, not merely a byproduct of population growth. This article synthesizes a conceptual framework on land cover conversion dynamics, peri-urban area characteristics, and the role of remote sensing technology in supporting Green Open Space (RTH) governance, using the peri-urban area of Pontianak City as an illustrative context. The literature review shows that land conversion is driven by the interaction of external factors (urban growth dynamics), internal factors (the socioeconomic conditions of land users), and spatial planning policy, with impacts ranging from the loss of livelihoods to setbacks in achieving SDG 15. The buffer zone approach proves effective as a distance-based instrument for delineating peri-urban areas, while remote sensing and change detection technologies provide the quantitative basis for accurately monitoring the pattern, rate, and location of land cover change. National RTH regulations (Law No. 26/2007 and Ministerial Regulation No. 05/2008) mandate a minimum RTH provision of 30% of city area, yet compliance with this threshold is rarely accompanied by technology-based monitoring mechanisms at the peri-urban scale. This article recommends integrating tiered buffer zones and remote sensing technology into regional RTH monitoring systems as an environmental policy instrument more responsive to the ongoing dynamics of peri-urban areas.

Keywords


land cover conversion; peri-urban area; green open space; remote sensing; environmental policy

Full Text:

PDF

References


Abass, K., Buor, D., Afriyie, K., Dumedah, G., Segbefi, A. Y., Guodaar, L., Garsonu, E. K., Adu-Gyamfi, S., Forkuor, D., Ofosu, A., Mohammed, A., dan Gyasi, R. M. (2020). Urban sprawl and green space depletion: Implications for flood incidence in Kumasi, Ghana. International Journal of Disaster Risk Reduction, 51, 101915. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.ijdrr.2020.101915

Akande, A., Cabral, P., Gomes, P., dan Casteleyn, S. (2019). The Lisbon ranking for smart sustainable cities in Europe. Sustainable Cities and Society, 44, 475–487. https://doi.org/10.1016/j.scs.2018.10.009

Ali, M. M., Hariyati, T., Pratiwi, M. Y., dan Afifah, S. (2022). Metodologi penelitian kuantitatif dan penerapannya dalam penelitian. Education Journal, 2(2), 1–6.

Al-shalabi, M., Billa, L., Pradhan, B., Mansor, S., dan Al-Sharif, A. A. A. (2013). Modelling urban growth evolution and land-use changes using GIS based cellular automata and SLEUTH models: the case of Sana’a metropolitan city, Yemen. Environmental Earth Sciences, 70(1), 425–437.

Auwalin, I., Rumayya, dan Sukartini, N. M. (2025). Environmental Impacts of Green Open Space in Urban Indonesia: A Difference-in-Differences Analysis. Asian Development Review, 42(1), 89–116. https://doi.org/10.1142/S0116110525500039

Ayub, A., Noorachmat, B. P., dan Purwanto, M. Y. J. (2021). Analisis Alih Fungsi Lahan Sawah Dan Keterkaitanya Dengan Nilai Tukar Petani (Ntp) Di Kabupaten Bantul. Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian Dan Biosistem, 9(1), 57–65.

Bina, F., Yusuf, D., dan Pratama, M. I. L. (2026). Pemetaan Ruang Terbuka Hijau di Kecamatan Limboto Kabupaten Gorontalo. Jurnal Riset Dan Pengabdian Interdisipliner, 3(1), 160–169.

Boori, M. S., Netzband, M., Choudhary, K., dan Voženílek, V. (2015). Monitoring and modeling of urban sprawl through remote sensing and GIS in Kuala Lumpur, Malaysia. Ecological Processes, 4(1), 1–10. https://doi.org/10.1186/s13717-015-0040-2

Braun, T., Fung, B. C. M., Iqbal, F., dan Shah, B. (2018). Security and Privacy Challenges in Smart Cities. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.scs.2018.02.039

Campbell, J. B., dan Wynne, R. H. (2011). Introduction to Remote Sensing, Fifth Edition. Guilford Publications. https://books.google.co.id/books?id=NkLmDjSS8TsC

Chatzidimitriou, A., dan Yannas, S. (2017). Street canyon design and improvement potential for urban open spaces; the influence of canyon aspect ratio and orientation on microclimate and outdoor comfort. Sustainable Cities and Society, 33, 85–101. https://doi.org/10.1016/j.scs.2017.05.019

Chettry, V. (2022). Peri-urban area delineation and urban sprawl quantification in Thiruvananthapuram Urban Agglomeration, India, from 2001 to 2021 using geoinformatics. Applied Geomatics, 14(4), 639–652. https://doi.org/10.1007/s12518-022-00460-0

Christiawan, P. I., dan Lai Nguyen, T. P. (2024). Re-Framing the Interlinked between Demographic Transition and Land-Use Change in Developing Countries Peri-urbanization. Indonesian Journal of Geography, 56(3), 344–356. https://doi.org/10.22146/ijg.89118

Dalilah, A., Malinda, A. R., Oktapiyansyah, R., Monicha, W., dan Purnama, F. (2021). Monitoring perubahan penggunaan lahan menggunakan citra SPOT 6 dan SPOT 7 di Kota Semarang. Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial, 7(1), 99–108.

Domingo, D., Palka, G., dan Hersperger, A. M. (2021). Effect of zoning plans on urban land-use change: A multi-scenario simulation for supporting sustainable urban growth. Sustainable Cities and Society, 69. https://doi.org/10.1016/j.scs.2021.102833

Fatahillah, A., Arifin, A., dan Jati, D. R. (2022). Analisis Perubahan Tutupan Lahan Di Kota Pontianak dengan Metode Penginderaan Jauh. Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah, 10(2), 184–193.

Gifari, O. I., Kusrini, K., dan Yuana, K. A. (2023). Analisis perubahan tutupan lahan menggunakan metode klasifikasi terbimbing pada data citra penginderaan jauh Kota Samarinda-Kalimantan Timur. Informatika Mulawarman: Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer, 18(2), 71–77.

Hafiz, A. A., Usman, F., Hidayat, A. R. T., dan Zakiyah, D. M. (2025). Spatiotemporal Dynamics of Urban Sprawl Types in the Peri-Urban Area of Malang Municipality, Indonesia. Urban Science, 9(8). https://doi.org/10.3390/urbansci9080313

Hapsari, A. D., dan Aulia, B. U. (2019). Tipologi wilayah peri urban Kabupaten Sidoarjo berdasarkan aspek fisik, sosial, dan ekonomi. Jurnal Teknik ITS, 7(2), C168–C172.

Hernoza, F., Susilo, B., dan Erlansari, A. (2020). Pemetaan Daerah Rawan Banjir Menggunakan Penginderaan Jauh Dengan Metode Normalized Difference Vegetation Index, Normalized Difference Water Index Dan Simple Additive Weighting (Studi Kasus: Kota Bengkulu). Bengkulu: Universitas Bengkulu Indonesia.

Juniyanti, L., Prasetyo, L. B., Aprianto, D. P., Purnomo, H., dan Kartodihardjo, H. (2020). Perubahan penggunaan dan tutupan lahan, serta faktor penyebabnya di Pulau Bengkalis, Provinsi Riau (periode 1990-2019). Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam Dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management), 10(3), 419–435.

Kabisch, N., Korn, H., Stadler, J., dan Bonn, A. (2017). Nature-based solutions to climate change adaptation in urban areas—linkages between science, policy and practice. In Nature-based solutions to climate change adaptation in urban areas: Linkages between science, policy and practice (pp. 1–11). Springer.

Kaswanto, R. L., Aurora, R. M., Yusri, D., dan Sjaf, S. (2021). Analisis faktor pendorong perubahan tutupan lahan selama satu dekade di Kabupaten Labuhanbatu Utara. Jurnal Ilmu Lingkungan, 19(1), 107–116.

Kontokosta, C. E., dan Malik, A. (2018). The Resilience to Emergencies and Disasters Index: Applying big data to benchmark and validate neighborhood resilience capacity. Sustainable Cities and Society, 36, 272–285. https://doi.org/10.1016/j.scs.2017.10.025

Kurnianingsih, N. A., Pratami, M., dan Putri, M. B. (2021). Karakteristik Pertumbuhan Penduduk Perdesaan Pada Perkembangan Wilayah Peri-Urban di Perbatasan Kota Surakarta. Journal of Science and Applicative Technology, 5(1), 138–147.

Kurnianingsih, N. A., dan Rudiarto, I. (2014). Analisis transformasi wilayah peri-urban pada aspek fisik dan sosial ekonomi (Kecamatan Kartasura). Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota, 10(3), 265.

Latue, P. C., dan Rakuasa, H. (2023). Analisis spasial perubahan tutupan lahan di DAS Wae Batugantong, Kota Ambon. Jurnal Tanah Dan Sumberdaya Lahan, 10(1), 149–155.

Li, L., Zhu, A., Huang, L., Wang, Q., Chen, Y., Ooi, M. C. G., Wang, M., Wang, Y., dan Chan, A. (2022). Modeling the impacts of land use/land cover change on meteorology and air quality during 2000–2018 in the Yangtze River Delta region, China. Science of The Total Environment, 829, 154669. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.scitotenv.2022.154669

Mahendra, Y. I., dan Pradoto, W. (2016). Transformasi spasial di kawasan peri urban Kota Malang. Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota, 12(1), 112.

Nadeak, V. P., dan Kurnianingsih, N. A. (2024). Karakteristik dan Tipologi Wilayah Peri Urban Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan. Jurnal Perencanaan Dan Pengembangan Kebijakan, 4(3), 228.

Norton, B. A., Coutts, A. M., Livesley, S. J., Harris, R. J., Hunter, A. M., dan Williams, N. S. G. (2015). Planning for cooler cities: A framework to prioritise green infrastructure to mitigate high temperatures in urban landscapes. Landscape and Urban Planning, 134, 127–138. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.landurbplan.2014.10.018

Nusantara, A. P., Astuti, W., dan Suminar, L. (2025). Analisis Faktor Penyebab Perkembangan Permukiman di Kawasan Peri-Urban Kecamatan Baki Berdasarkan Persepsi Stakeholder. Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, Dan Permukiman, 7(2), 112–124.

Oktavia, D., Pratiwi, S. D., Kamaludin, N. N., Widiawaty, M. A., dan Dede, Moh. (2024). Dynamics of Land use and Land cover in the Belitung Island, Indonesia. Heliyon, 10(12), e33291. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2024.e33291

Pangastomo, G. M. (2025). Analisis Pola Morfologi Wilayah Peri Urban Pontianak. Jurnal Wilayah Dan Kota, 11(02).

Pangestu, S., dan Jatmiko, R. H. (2015). Analisis Citra Satelit Multitemporal untuk Deteksi Perubahan Penggunaan Lahan dengan menggunakan Metode Post Classification Comparission di sebagian DKI Jakarta. Jurnal Geodesi Undip. 11 (1), 1, 10.

Pradana, A. C., Soedwiwahjono, S., dan Nurhadi, K. (2021). Fenomena perubahan penggunaan lahan pertanian menjadi perumahan: Studi kasus kawasan peri-urban Kecamatan Colomadu. Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, Dan Permukiman, 3(1), 24–35.

Prayoga, Y., Wulandari, A., dan Nurhidayati, E. (2023). Analisis Perubahan Tutupan Lahan pada Kawasan Peri Urban (Studi Kasus Desa Rengas Kapuas, Kelurahan Sungai Beliung dan Kelurahan Pal Lima). Jurnal Ilmiah Arsitektur, 13(1), 105–116.

Rotinsulu, W., Walangitan, H., dan Ahmad, A. (2018). Analisis perubahan tutupan lahan DAS Tondano, Sulawesi Utara selama periode tahun 2002 dan 2015. Journal of Natural Resources and Environmental Management, 8(2), 161–169.

Sahana, M., Ravetz, J., Patel, P. P., Dadashpoor, H., dan Follmann, A. (2023). Where Is the Peri-Urban? A Systematic Review of Peri-Urban Research and Approaches for Its Identification and Demarcation Worldwide. In Remote Sensing (Vol. 15, Number 5). MDPI. https://doi.org/10.3390/rs15051316

Sasongko, I., Gai, A. M., dan Azzizi, V. T. (2024). Spatiotemporal Dynamics of Land Use and Community Perception in Peri-Urban Environments: The Case of the Intermediate City in Indonesia. Urban Science, 8(3). https://doi.org/10.3390/urbansci8030097

Septiani, R., Citra, I. P. A., dan Nugraha, A. S. A. (2019). Perbandingan metode supervised classification dan unsupervised classification terhadap penutup lahan di Kabupaten Buleleng. Jurnal Geografi: Media Informasi Pengembangan Dan Profesi Kegeografian, 16(2), 90–96.

Setiawan, F. (2021). Analisis perubahan tutupan/penggunaan lahan Kabupaten Bangka Selatan tahun 2015–2020. Prosiding Seminar Nasional Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 5, 209–213.

Shaw, R., dan Das, A. (2018). Identifying peri-urban growth in small and medium towns using GIS and remote sensing technique: A case study of English Bazar Urban Agglomeration, West Bengal, India. Egyptian Journal of Remote Sensing and Space Science, 21(2), 159–172. https://doi.org/10.1016/j.ejrs.2017.01.002

Suganda, M. R. (2020). Persepsi Petani Padi Sawah Terhadap Pemanfaatan Bantuan Combine Harvester di Kecamatan Gadingrejo Kabupaten Pringsewu.

Tikaputra, F., Puspaningsih, N., dan Tiryana, T. (2025). Monitoring Land Cover Change Using Change Vector Analysis (CVA) in Central Bengkulu Regency, Indonesia. Jurnal Biologi Tropis, 25(3), 3060–3072.

Ugolini, F., Massetti, L., Pearlmutter, D., dan Sanesi, G. (2021). Usage of urban green space and related feelings of deprivation during the COVID-19 lockdown: Lessons learned from an Italian case study. Land Use Policy, 105. https://doi.org/10.1016/j.landusepol.2021.105437

Venter, Z. S., Barton, D. N., Gundersen, V., Figari, H., dan Nowell, M. (2020). Urban nature in a time of crisis: Recreational use of green space increases during the COVID-19 outbreak in Oslo, Norway. Environmental Research Letters, 15(10). https://doi.org/10.1088/1748-9326/abb396

Wolch, J. R., Byrne, J., dan Newell, J. P. (2014). Urban green space, public health, and environmental justice: The challenge of making cities ‘just green enough.’ Landscape and Urban Planning, 125, 234–244. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.landurbplan.2014.01.017

Woltjer, J. (2014). A global review on peri-urban development and planning. Jurnal Perencanaan Wilayah Dan Kota, 25(1), 1–16.

Zulfinanda, H., Pratiwi, N. N., dan Wulandari, A. (2020). Analisis tipologi wilayah peri urban berdasarkan aspek fisik di kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya. JeLAST: Jurnal Teknik Kelautan, PWK, Sipil, Dan Tambang, 7(3).




DOI: https://doi.org/10.31764/jeptec.v3i2.43371

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Journal of Environmental Policy and Technology

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Web Analytics