Implementasi Pengelolaan Sampah Organik Menjadi Produksi Pupuk Cair pada Pelaku UMKM Sektor Kuliner
Abstract
Abstract: Organic waste, particularly vegetable residues, is one of the everyday waste management problems faced by culinary micro, small, and medium enterprises (MSMEs) in Ngasem District. Improper management of this waste can lead to excessive waste accumulation at business locations, which may attract animals and insects and generate unpleasant odors. On the other hand, vegetable waste can be processed into liquid organic fertilizer (LOF) as a value-added product that can be reused to support crop cultivation activities. This potential was utilized to address organic waste management issues through a community service program aimed at implementing organic waste management using vegetable residues generated from culinary MSMEs through LOF production training, while also analyzing participants’ levels of knowledge, skills, and participation throughout the program. The community service activity began with a preparation stage involving MSME actors in activity planning and material preparation, followed by the implementation stage through training on POC (Liquid Organic Fertilizer) production, and an evaluation stage conducted through pre-test and post-test questions. Based on the results of the participants’ pre-test and post-test, their knowledge and skills increased by 87 percentage points following the training. In addition, participants actively engaged in all stages of the program, including preparation, implementation, and evaluation. The results indicate that LOF production training can improve participants’ knowledge and skills while encouraging active participation in the utilization of organic waste generated from culinary MSMEs
Abstrak: Sampah organik berupa sisa sayuran sering kali pengelolaannya menjadi salah satu permasalahan sehari-hari yang dihadapi oleh pelaku UMKM sektor kuliner di Kecamatan Ngasem. Masalah ini menyebabkan penumpukan sampah berlebih di lokasi usaha yang dapat mendatangkan hewan dan serangga, serta bau kurang sedap. Disisi lain, limbah organik berupa sampah sayuran dapat diolah menjadi Pupuk Cair Organik (POC) agar menjadi produk bernilai guna untuk dimanfaatkan kembali mendukung kegiatan budidaya. Potensi tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengatasi permasalahan limbah organik melalui pelaksanaan kegiatan pengabdian yang bertujuan untuk mengimplementasikan pengelolaan sampah organik dari sisa produksi UMKM sektor kuliner melalui pelatihan pembuatan POC, sekaligus menganalisis tingkat pengetahuan, keterampilan dan partisipasi peserta selama program dilaksanakan. Pengabdian dimulai dari tahap persiapan yang melibatkan pelaku UMKM dalam perencanaan kegiatan dan persiapan bahan, pelaksanaan berupa pelatihan pembuatan POC, serta evaluasi melalui pengerjaan soal pretest-postest. Berdasarkan hasil pengerjaan pre-test dan post-test peserta pelatihan diketahui bahwa pengetahuan dan keterampilan peserta meningkat sebanyak 87% setelah mengikuti pelatihan. Selain itu, peserta juga berpartisipasi secara aktif dalam rangkaian kegiatan mulai dari persiapan, pelaksanaan, sampai dengan evaluasi.Keywords
Full Text:
PDFReferences
Anindyarini, A. D. (2025). Workshop On Implementing The Merdeka Curriculum In Indonesian Language Instruction For Elementary School Teachers In Karangpandan, Indonesia. Journal Of Community Empowerment, 42-49.
Azhar, & Dkk. (2024). Pemanfaatan Limbah Organik Sebagai Pupuk Kompos Dan Pupuk Organik Cair (POC) Di Kawasan Wisata Desa Bayan. Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia, 23-32.
Bachtiar, E., & Dkk. (2026). Food Waste In Labuan Bajo: A Baseline Study Of Food Waste In A Priority Tourism Destination In Indonesia. Frontiers In Sustainability, 1-21.
Cohen, J., & Uphoff, N. (1977). Rural Development Participation: Concepts And Measures For Project Design, Implementation And Evaluation. Cornell University: Center For International Studies, Rural Development Committee.
Ernawati. (2024). Evaluation Of Community Service Programs: A Review Of The Literature On Indicators Of Success. Jurnal ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(1), 19-27. Https://Doi.Org/10.61677/Abdi.V1i1.288.
Lisanty, N., Hadiyanti, N., Prayitno, R. A., & Huda, R. C. (2021). Pengolahan Limbah Dapur Menjadi Pupuk Organik Cair (POC) Untuk Aplikasi Pertanian Lahan Pekarangandi Kecamatan Pace Dan Ngronggot Kabupaten Nganjuk. Jatimas, 21-133.
Maghfirani, N. N., Novitrie, N. A., Setiani, V., & Lesmana, I. (2024). Analisis Variasi Bahan Terhadap Kualitas Pupuk Organik Cair (POC) Dari Sisa Makanan. Jurnal Pengendalian Pencemaran Lingkungan, 81-91.
Mulinge, K. C. (2024). Community Engagement In The Planning Phase Of Community Projects Sustainability In Kenya. The Journal Of Indonesia Sustainable Development Planning, 5(3), 217-226. Https://Doi.Org/10.46456/Jisdep.V5i3.641 .
Mustafa, M. A. (2026). Peningkatan Pengetahuan Dan Keterampilan Pembuatan Pupuk Organik Cair Di Desa Margodadi, Lampung Selatan. Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, 6(4), 955–962. Https://Doi.Org/10.52436/1.Jpmi.4834 .
Prevention, C. F. (2024, Oktober 28). Evaluate Training Measuring Effectiveness. . Diambil Kembali Dari CDC: Https://Www.Cdc.Gov/Training-Development/Php/About/Evaluate-Training-Measuring-Effectiveness.Html
Rozalina R., I. S. (2025). Pengembangan Keterampilan Pembuatan Pupuk Organik Cair Berbasis Sumber Daya Lokal Untuk Peningkatan Pendapatan Petani Di Kabupaten Gayo Lues. Jurnal Masyarakat Madani Indonesia, 4(3), 716-724.
Sodikin, & Dkk. (2025). Intervention Of The Cimahi City MSME Community Through Collaborative And Participatory Training In Supporting Business Sustainability. Indonesian Journal Of Adult And Community Education, 24-32.
Susilowati. (2026). Limbah Nasi Menjadi Pupuk Organik Cair (POC) Aplikasi Di Kecamatan Gunung Anyar Lor Surabaya. JATEKK: Jurnal Abdimas Teknik Kimia, 7(1), 32–36. Https://Doi.Org/10.33005/Jatekk.V7i01.1433.
Syaiful, A. Z., Fikruddin, M., & Ridwan. (2023). Pembuatan Dan Pemanfaatan Larutan Multiguna Eco Enzyme Sebagai Upaya Reduksi Limbah Organik Di Kampoeng Kuliner Makassar . Pengabdianmu, 130-139.
Zulkifli, L. S. (2025). Membangun Kompetensi Petani Padi Melalui Pelatihan Partisipatif Dalam Produksi Pupuk Organik. Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi Dan Perubahan, 5(5), 103-110. Https://Doi.Org/10.59818/Jpm.V5i5.2036 .
DOI: https://doi.org/10.31764/am.v5i6.42228
Refbacks
- There are currently no refbacks.
EDITORIAL OFFICE:



