Implementasi Program Adiwiyata untuk Menumbuhkan Kepedulian Lingkungan Siswa: Studi Kasus di SD Negeri Ledug

Anisa Anggun Kinasih, Badarudin Badarudin

Abstract


Abstract: This study aims to analyze the implementation of the Adiwiyata Program at Ledug Public Elementary School, the forms of students' environmental awareness, as well as supporting and inhibiting factors. The study population was the entire school community, with a sample of 5 informants (principal, class teacher, Adiwiyata teacher, DUJO students, and parents) selected purposively. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The results of the study indicate that the program implementation runs through four main pillars and has succeeded in developing students' environmental awareness as reflected in increased understanding, attitudes, motivation, and environmentally friendly behavior. Supporting factors include the principal's leadership, parental participation, and mutual cooperation, while inhibiting factors are budget limitations, minimal teacher training, and misalignment of school and home values. The implications of the study indicate a significant influence of parental leadership and participation on the program's success. These results can be an alternative for Adiwiyata-based elementary schools in strengthening participatory aspects, improving administration, and strengthening communication with parents.

Abstrak: Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi Program Adiwiyata di SD Negeri Ledug, bentuk kepedulian lingkungan siswa, serta faktor pendukung dan penghambatnya. Populasi penelitian adalah seluruh warga sekolah, dengan sampel 5 informan (kepala sekolah, guru kelas, guru pengampu Adiwiyata, siswa DUJO, dan orang tua) yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan implementasi program berjalan melalui empat pilar utama dan berhasil mengembangkan kepedulian lingkungan siswa yang tercermin dalam peningkatan pemahaman, sikap, motivasi, dan perilaku ramah lingkungan. Faktor pendukung meliputi kepemimpinan kepala sekolah, partisipasi orang tua, dan gotong royong, sedangkan penghambatnya adalah keterbatasan anggaran, minimnya pelatihan guru, dan ketidakselarasan nilai sekolah dengan rumah. Implikasi penelitian menunjukkan pengaruh signifikan kepemimpinan dan partisipasi orang tua terhadap keberhasilan program. Hasil ini dapat menjadi alternatif bagi sekolah dasar berbasis Adiwiyata dalam penguatan aspek partisipatif, perbaikan administrasi, dan penguatan komunikasi dengan orang tua.

 


Keywords


Adiwiyata Program; Environmental Awareness; Elementary School Students; Environmental Education.

Full Text:

DOWNLOAD [PDF]

References


Ansell, C., & Gash, A. (2007). Collaborative governance in theory and practice. Journal of Public Administration Research and Theory, 18(4), 543–571. https://doi.org/10.1093/jopart/mum032

Aprianti, D., & Muhid, A. (2025). Implementasi kegiatan partisipatif program adiwiyata dalam pembentukan karakter peduli lingkungan di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 15(1), 45–58.

Ayni, N. (2025). Analisis hambatan finansial dan defisit sarana prasarana dalam optimalisasi program adiwiyata di sekolah dasar. Jurnal Manajemen Pendidikan Dasar, 9(2), 112–125.

Badarudin. (2018). Peningkatan sikap peduli lingkungan dan prestasi belajar ipa menggunakan model problem based learning berbasis literasi pada subtema lingkungan tempat tinggalku di kelas iv mi muhammadiyah kramat. Jurnal dinamika sains, 16(2), 89–102.

Crain, W. (2005). Theories of development: Concepts and applications (5th ed.). Pearson Prentice Hall.

Darmawan, A., Setyowati, R., & Kurniawati, E. (2022). Efivitas metode experiential learning dalam membangun sensitivitas ekologis siswa sekolah dasar. Jurnal Teori dan Praksis Pembelajaran IPS, 7(2), 134–145.

Hines, J. M., Hungerford, H. R., & Tomera, A. N. (1987). Analysis and synthesis of research on responsible environmental behavior: A meta-analysis. The Journal of Environmental Education, 18(2), 1–8. https://doi.org/10.1080/00958964.1987.9943482

Jeri, M. (2025). Penerapan teori triadic reciprocal determinism albert bandura dalam analisis perilaku pro-lingkungan siswa. Jurnal Psikologi Pendidikan, 13(1), 67–81.

Kurniawan, R., & Sari, M. P. (2021). Hambatan internalisasi habitus hijau: Tantangan sinkronisasi nilai antara ekosistem sekolah dan lingkungan rumah. Jurnal Pendidikan Karakter, 12(2), 201–214.

Mathie, R. (2024). Whole school approach to sustainability: Structuring school infrastructure and curriculum integration. International Journal of Sustainability in Education, 20(3), 312–327.

Mayer, F. S., & Frantz, C. M. (2004). The connectedness to nature scale: A measure of individuals’ feeling in community with nature. Journal of Environmental Psychology, 24(4), 503–515. https://doi.org/10.1016/j.jenvp.2004.10.001

Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.52/Menlhk/Setjen/Kum.1/9/2019 tentang Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah.

Prastyo, T., & Maradhy, R. (2025). Parameter kesuksesan program adiwiyata: Antara aktivitas fisik lapangan dan tata laksana administrasi dokumen. Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan, 13(1), 14–28.

Sahara, L. (2023). Strategi manajemen tata ruang hijau sekolah dan pemenuhan indikator adiwiyata pada sekolah dasar berkapasitas besar. Jurnal Administrasi Pendidikan, 30(2), 155–168.

Sari, D. K., & Pratama, A. (2023). Pola kolaborasi vertikal dan horizontal dalam pelaksanaan program adiwiyata di kabupaten banyumas. Jurnal Kebijakan dan Manajemen Publik, 11(3), 240–253.

Tyaswari, A. (2025). Penyisipan muatan ekologi secara insidental dalam pembelajaran tematik di sekolah dasar. Jurnal Pedagogi Prima, 17(1), 88–99.

Umam, K., Rohman, F., & Hidayat, S. (2025). Regulasi tertulis dan komitmen anggaran sebagai tiang pancang keberlanjutan program lingkungan di institusi pendidikan. Jurnal Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan, 9(1), 45–59.

Wals, A. E., Benavot, A., & McKenzie, M. (2024). Whole school approaches to sustainability: A systematic review of impacts on student behavior and community ecosystems. Environmental Education Research, 30(2), 175–198. https://doi.org/10.1080/13504622.2023.2289104

Wulandari, S., & Firdaus, M. (2023). Peran kepemimpinan kepala sekolah selaku pimpinan agen perubahan dalam program adiwiyata. Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan, 11(2), 189–202.

Yuniarti, E., Rahayu, P., & Nugroho, A. (2024). Sinergi multipihak sebagai faktor determinan dalam membangun kultur sekolah sensitif lingkungan. Jurnal Ekologi Pendidikan, 6(3), 142–156.




DOI: https://doi.org/10.31764/pendekar.v9i2.40092

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Anisa Anggun Kinasih, Badarudin

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Contact Admin: 
Email: [email protected]
WhatsApp: +62 853-3397-5477

 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

View Pendekar Stats

 

Pendekar : Jurnal Pendidikan Berkarakter already indexed: