Eksistensi Tradisi Kareku Kandei dalam Menjaga Warisan Budaya Mbojo

Ratin Humairah, Linda Ayu Darmurtika, Nur Hidayati, Muhamad Dani, Muhammad Buslin

Abstract


Tradisi kareku kandei merupakan salah satu warisan budaya takbenda masyarakat Mbojo (Bima, Nusa Tenggara Barat) yang dihapus dari aktivitas agraris menumbuk padi menggunakan lesung (kandei) dan alu. Tradisi ini awalnya berfungsi sebagai kegiatan kerja bersama perempuan Bima yang sarat makna sosial, spiritual, dan kebersamaan. Seiring perkembangan zaman dan modernisasi, fungsi asli kareku kandei mengalami pergeseran dari alat penumbuk padi menjadi seni pertunjukan yang lebih bersifat simbolik. Kajian ini bertujuan untuk menjelaskan eksistensi, pergeseran makna, dan strategi pelestarian kareku kandei di tengah era globalisasi. Dengan pendekatan kualitatif dan telaah literatur, ditemukan bahwa tradisi ini masih memiliki nilai penting sebagai media pewarisan budaya dan pembentukan karakter masyarakat Mbojo, melalui tantangan seperti menurunnya minat generasi muda, kurangnya dokumentasi, serta dominasi budaya populer. Upaya pelestarian perlu dilakukan melalui revitalisasi fungsi budaya, integrasi dalam muatan pendidikan lokal, digitalisasi tradisi, dan pengembangan pariwisata budaya berkelanjutan. Melalui pendekatan tersebut, kareku kandei dapat terus bertahan sebagai identitas kultural dan simbol solidaritas masyarakat Mbojo di tengah arus globalisasi yang dinamis.

Keywords


Tradisi kareku kandei; Warisan budaya mbojo; Pelestarian

Full Text:

PDF

References


Abdurrahman, A. (2022). *Kearifan lokal suku Mbojo dalam menjaga harmoni sosial*. Jurnal Antropologi Indonesia, 15(1), 45-58 [1].

Ariani, N. (2023). Pelestarian seni tradisional Bima di era digital. Jurnal Budaya Nusantara, 8(2), 112-125 .

Barthes, R. (1972). Mythologies. New York: Hill and Wang.

Darmawan, I. P. (2021). Warisan budaya takbenda di Nusa Tenggara Barat: Tantangan globalisasi. Jurnal Pariwisata Budaya, 6(1), 30-42.

Eco, U. (1976). A Theory of Semiotics. Bloomington: Indiana University Press.

Fadillah, R. (2024). Gotong royong dalam tradisi agraris masyarakat Bima. Jurnal Sosial Humaniora, 10(3), 78-90 .

Hidayat, M. (2020). Semiotika budaya: Analisis tanda dalam ritual lokal. Bandung: Pustaka Setia.

Indrawati, S. (2023). Strategi pendidikan muatan lokal untuk pelestarian tradisi Mbojo. Jurnal Pendidikan Dasar, 12(4), 200-215.

Jaya, A. (2022). Pariwisata berkelanjutan berbasis kearifan lokal di Bima. Jurnal Destinasi Pariwisata, 7(1), 55-67.

Kusuma, D. (2021). Identitas budaya suku Mbojo melalui seni pertunjukan. Jurnal Etnografi Indonesia, 9(2), 134-148.

Lestari, P. (2025). Digitalisasi warisan budaya takbenda di NTB. Jurnal Teknologi Budaya, 4(1), 20-35.

Manggau, S. (2019). Tradisi perempuan Mbojo: Simbol solidaritas sosial. Jurnal Gender dan Budaya, 5(3), 89-102.

Nugraha, T. (2023). Resemantisasi tanda budaya di masyarakat modern. Jurnal Semiotika, 11(2), 67-80.

Peirce, C. S. (1931). Collected Papers. Cambridge: Harvard University Press.

Qodir, A. (2022). Pelestarian lesung kandei sebagai ikon agraris Bima. Jurnal Agraria Budaya, 14(1), 15-28 [1].

Sari, D. (2024). Festival budaya sebagai media revitalisasi tradisi lokal. Jurnal Event dan Pariwisata, 9(2), 95-110.

Tjandra, E. (2020). Komunikasi simbolik dalam tradisi gotong royong. Jurnal Komunikasi Budaya, 7(1), 40-53.

Wahyuni, R. (2023). Generasi muda dan pewarisan budaya Mbojo. Jurnal Pendidikan Karakter, 13(3), 160-175.




DOI: https://doi.org/10.31764/telaah.v11i1.37111

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


_________________________________________________________

Jurnal Ilmiah Telaah
ISSN (Online) 2620-6226 | ISSN (Print) 2477-2429
Email: [email protected]
Tel / fax : (0370)-633723 / (0370)-641906

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.