TEKNOLOGI BLENDED LEARNING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BAHASA INGGRIS SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

Syaadiah Arifin, Hamzah Puadi Ilyas

Abstract


Abstrak: Pada saat ini teknologi berkembang dengan sangat pesat. Perkembangan ini dapat dimanfaatkan guru dan siswa untuk kegiatan pengajaran / pembelajaran melalui teknologi Blended Learning. Salah satu bentuk dari teknologi ini adalah melalui M-Learning (Mobile Learning) yang dapat membantu siswa untuk belajar di mana saja dan kapan saja. Penyuluhan ini diadakan di daerah Cilamaya Jawa Barat sekitar 150 km dari Jakarta. Peserta berjumlah 8 orang guru dari berbagai SMP. Tujuan utama dari Pengmas ini adalah untuk memberikan penyuluhan penggunaan aplikasi yang terdapat dalam telepon genggam yaitu Line untuk meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris siswa. Instrumen yang digunakan pada kegiatan ini adalah power point, contoh RPP/ lesson plan, dan diskusi interaktif. Pada penyuluhan dihari kedua peserta diharuskan membawa contoh RPP / lesson plan sederhana yang mereka buat sendiri dan akan dipraktekan di aplikasi Line. Melalui program pelatihan ini diharapkan guru dapat menyelesaikan bahan mata pelajaran tepat waktu dan memberikan tambahan pelajaran dengan cara yang lebih menarik dan interaktif. Para peserta pelatihan tidak mengalami kesulitan memahami apa yang sudah dijelaskan oleh nara sumber mengenai pembuatan RPP/ lesson plan. Peserta antusias dalam mengikuti semua kegiatan dan akan mempraktekannya dalam mengajar.

Abstract: Nowadays, technology has been developing very rapidly. Teachers and students can utilize this development for teaching/ learning activities through Blended Learning technology. One form of this technology is through M-Learning (Cellular Learning), which can help students to learn anywhere and anytime. The workshop was carried out in the Cilamaya area of West Java, around 200 km from Jakarta. The participants attending this activity were eight teachers from various junior high schools in Cilamaya and Cikampek. The primary purpose of this Community Service/ Pengabdian Kepada Masyarakat is to provide some short training on how to utilize cell phone application Line to improve students’ English ability. The instruments used in this training were: PowerPoint, examples of lesson plan, and interactive discussions. In the second meeting, participants were required to make their Rpp/ lesson plans that would be applied in the Line application. Through this training program, teachers are expected to be able to complete the subject matter and provide additional lessons that are more interesting and interactive. Participants did not have any problem with what had been discussed by presenters on writing their lesson plans. Moreover, they were enthusiastic about participating in this activity and would implement the application in their teaching.


Keywords


Blended Learning, Aplikasi Line, English Teaching.

Full Text:

PDF

References


Barokati, N., & Annas, F. (2013). Pengembangan Pembelajaran Berbasis Blended Learning pada Mata Kuliah Pemrograman Komputer (Studi Kasus: UNISDA Lamongan). SISFO Vol 4 No 5, 4.

Bryan, A., & Volchenkova, K. N. (2016). Blended Learning: Definition, Models, Implications for Higher Education. Bulletin of the South Ural State University Series “Education. Education Sciences,” 8(2), 24–30. https://doi.org/10.14529/ped160204

Fresen, J. W. (2007). A Taxonomy of Factors to Promote Quality Web-Supported Learning 1 Jill W. Fresen (PhD), University of Pretoria, South Africa. 6(3), 351–362.

Friesen, N. (2012). Definición de Blended Learninghttp://www.umng.edu.co/documents/63968/76126/11.pdf. (August), 1–10.

Govindasamy, T. (2001). Successful implementation of e-Learning Pedagogical considerations. Internet and Higher Education, 4(3–4), 287–299. https://doi.org/10.1016/S1096-7516(01)00071-9

Holec, H. (1981). Autonomy and Foreign Language Learning. In Communicative Competence.

Ramadan, R. (2018). 5 Keunggulan LINE Yang Bikin Anak Muda Menjadikannya Aplikasi Favorit Selain Instagram - Semua Halaman - Hai.Grid.ID.

Safitri, I. (2011). Penerapan Blended Learning Untuk Meningkatkan Creative Thinking Siswa SMP RSBI Pada Materi Heat Transfer. Universitas Negeri Semarang.

Sakban, A., & Wahyudin, W. (2019). Penerapan Model Cooperative Learning Tipe Numbered Head Together (NHT) Terhadap Hasil Belajar Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Sekolah Menengah Pertama. CIVICUS: Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan, 18–24.

Sofiana, N. (2015). Implementasi Blended Learning Pada Mata Kuliah Extensive Listening. Tarbawi: Jurnal Pendidikan Islam, 12(1).

Tamimuddin, M. (2017). Pemanfaatan Mathematics Mobile Learning dalam Pembelajaran Matematika. Limas, 18.




DOI: https://doi.org/10.31764/jces.v3i1.1283

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License

JCES is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

EDITORIAL OFFICE: