PELATIHAN PEMANFAATAN GULMA ECENG GONDOK SEBAGAI PUPUK ALTERNATIF

Ainun Ayu Lestari, Muhammad Basir Muslimin, Rosmiati Rosmiati, Faizah Mahi

Abstract


Abstrak: Eceng Gondok sebagai masalah bagi jaringan drainase, di Kota Makassar, juga dirasakan oleh berbagai negara di dunia. Di Amerika tanaman eceng gondok dengan nama latin Eichornia crassipes, sejak 1960 oleh pemerintah telah berdiri  Water Hyacinth Society yang merupakan asosiasi para ilmuwan, praktisi dan pengusaha untuk mengontrol atau menanggulangi masalah penyebaran eceng gondok. Asosiasi ini kemudian berganti nama menjadi Aquatic Plant management Society (APMS) yang meliputi pengkajian aspek-aspek biologis, ekologis dan pengontrolan pertumbuhan tumbuh-tumbuhan air pada umumnya dan tidak hanya terbatas pada eceng godok. Penelitian mengenai aspek-aspek ekologi eceng gondok di Indonesia sampai saat ini masih belum banyak dilakukan orang, padahal sebagai tanaman yang mengepung di permukaan air ini, memiliki nilai penting yang tinggi, terutama untuk pipik alternatif. Penyebarannya yang cukup luas, penyesuaiannya yang baik terhadap lingkungan, gangguan dan kerugian yang sangat berarti yang dapat ditimbulkannya, cara pengendaliannya yang sulit dan cara pemanfaatannya yang belum diketahui dengan baik sebenarnya merupakan alasan-alasan yang menarik untuk memanfaatkan tanaman ini secara menyeluruh. Salah satunya dengan melatih masyarakat, menjadikannya sebagai pupuk alternatif. 

Abstract: Water hyacinth as a problem for the drainage network, in Makassar City, is also felt by various countries in the world. In America the water hyacinth plant with the Latin name Eichornia crassipes, since 1960 the government has established the Water Hyacinth Society which is an association of scientists, practitioners and entrepreneurs to control or overcome the problem of the spread of water hyacinth. The association later changed its name to the Aquatic Plant Management Society (APMS) which included the study of biological, ecological aspects and controlling the growth of aquatic plants in general and was not limited to water hyacinth. Research on the ecological aspects of water hyacinth in Indonesia to date has not been done by many people, even though as a plant that surrounds the surface of this water, it has a high importance, especially for alternative piping. Its wide distribution, its good adaptation to the environment, significant disturbance and loss that can be caused by it, how to control it is difficult and how to use it that is not well known are actually interesting reasons to utilize this plant as a whole. One of them is by training the community, making it an alternative fertilizer


Keywords


Pelatihan, Gulma, Eceng Gondok, Pupuk

Full Text:

PDF

References


Aini, F. N., & Kuswytasari, N. D. (2013). Pengaruh Penambahan Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) Terhadap Pertumbuhan Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus). Jurnal Sains Dan Seni Pomits.

Dewi, Y. S. (2016). Efektivitas Jumlah Rumpun Tanaman Eceng Gondok (Eichhornia crassipes (Mart) Solm) Dalam Pengendalian Limbah Cair Domestik. Jurnal Teknologi Lingkungan. https://doi.org/10.29122/jtl.v13i2.1414

Fahrudin, A. (2011). Pemberdayaan Partisipasi dan Penguatan Kapasitas Masyarakat. Humaniora.

Hajama, N. (2014). “ Studi Pemanfaatan Eceng Gondok Sebagai Bahan Pembuatan Pupuk Kompos Dengan Menggunakan Aktivator Em4 Dan Mol Serta Prospek Pengembangannya.” Skripsi.

Kusrinah, K., Nurhayati, A., & Hayati, N. (2016). Pelatihan dan Pendampingan Pemanfaatan Eceng gondok (Eichornia crassipes) Menjadi Pupuk Kompos Cair Untuk Mengurangi Pencemaran Air dan Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Desa Karangkimpul Kelurahan Kaligawe Kecamatan Gayamsari Kotamadya Semarang. Dimas: Jurnal Pemikiran Agama Untuk Pemberdayaan. https://doi.org/10.21580/dms.2016.161.890

Muslim, A. (2007). Pendekatan Partisipatif Dalam Pemberdayaan Masyarakat. In Aplikasi Ilmu-Ilmu Agama. https://doi.org/10.1177/0734282911435461

Suryandari, A., & Sugianti, Y. (2017). Tumbuhan Air Di Danau Limboto, Gorontalo: Manfaat Dan Permasalahannya. BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap. https://doi.org/10.15578/bawal.2.4.2009.151-154




DOI: https://doi.org/10.31764/jces.v1i2.1526

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License

JCES is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

EDITORIAL OFFICE: