POTENSI INDUSTRI “KERIPIK ENYE” DALAM PENINGKATAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DESA WALURAN KABUPATEN SUKABUMI

Indra Griha Tofik Isa, Iwan Rizal Setiawan, Dicky Jhoansyah

Abstract


Abstrak: Desa Waluran merupakan desa penyangga yang ada di Kawasan Wisata Geopark Ciletuh. Dengan dekatnya Desa Waluran Mandiri pada Objek Wisata Geopark Ciletuh belum memberikan kontribusi perekonomian dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat. Padahal di daerah ini terdapat industri “Keripik Enye” yang dapat diangkat menjadi potensi lokal yang dapat menarik perhatian turis Geopark Ciletuh. Bahan baku yang melimpah yakni Singkong banyak dijumpai di Desa Waluran, sehingga terdapat 3 sentra pabrik pembuat enye yang rata-rata produksinya dari 100 kg singkong mentah menghasilkan 38 kg “Keripik Enye”. Pabrik Enye ini memiliki sejumlah pekerja yang seluruhnya merupakan warga asli Desa Waluran. Pekerja Pabrik Enye didominasi perempuan usia rata-rata 25-40 tahun dan hanya mengandalkan penghasilan di Pabrik Enye tersebut. Permasalahan yang dihadapi adalah secara umum masyarakat belum menyadari bahwa “Keripik Enye” khas Waluran dapat diangkat menjadi produk potensi daerah yang dapat menarik minat para turis yang akan berwisata ke Geopark Ciletuh. Untuk menunjang hal tersebut maka dilakukan (1) inovasi produk; (2) promosi media online dengan YouTube dan Instagram; (3) pengurusan Perizinan Industri Rumah Tangga (P-IRT); (4) Kerjasama dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi. Sehingga hasil akhir yang didapatkan adalah terjadi peningkatan penjualan dan produk “Keripik Enye” menjadi dikenal sebagai produk lokal khas Waluran.

Abstract:  Waluran Village is one of buffer village in Geopark Ciletuh tourism area. With proximity to the Geopark Ciletuh tourism area, it has not given an economic contribution to improving community welfare. Even though in this area there is “Keripik Enye” Home Industry which can be appointed as local potential for attracting attention Ciletuh Geopark Tourists. The abundant raw materials that is Cassava, can be found in Waluran Village so that there are 3 centers of “Keripik Enye” Home Industry which produces 38 kg(s) from 100 kg of raw Cassava in every day. The workers of “Keripik Enye” Home Industry is dominated by women in 25 to 40 average years and only rely on working in Home Industry “Keripik Enye”. The general problem which faced by people in Waluran Village is they do not realize that Waluran’s “Keripik Enye” could be adopted as a local potential product which can attract to the tourists who traveled to Ciletuh Geopark. Things which are done to solve the problems are (1) Doing product innovation; (2) Accompaniment in online promotion; (3) Accompaniment in Licensing of Home Industry; (4) Cooperation to Government tourism office of Sukabumi District. The results of this action are the growth of sales product and “Keripik Enye” is known well as Waluran’s local potential product.


Keywords


Produk Potensi Lokal, Peningkatan Kesejahteraan, “Keripik Enye”

Full Text:

PDF

References


Badan Pusat Statistik Sukabumi. (2017). Waluran Dalam Angka. BPS, Sukabumi

Hanifah, Vyta W., D. Yulistiani, S. A. A. Asmarasari. (2010). Optimalisasi Pemanfaatan Limbah Kulit Singkong menjadi Pakan Ternak dalam Rangka Memberdayakan Pelaku Usaha Enye-enye. Bogor: Teknologi Peternakan dan Veteriner. Seminar Nasional (550-556)

Koswara, Sutrisno. (2009). Pengolahan Aneka Kerupuk. Bogor: Institut Pertanian Bogor

Nugraha, Setia. (2014). Kota Sukabumi dari Distrik menjadi Gementee (1815 - 1914). Jurnal Patanjala 9(3), hh. 423-438

https://www.bps.sukabumikab.go.id/




DOI: https://doi.org/10.31764/jmm.v3i1.920

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

________________________________________________________________

Jurnal Masyarakat Mandiri (JMM) | FKIP UM Mataram

p-ISSN 2598-8158 & e-ISSN 2614-5758 | WA: 087864003847 | Email: [email protected]

________________________________________________________________

JMM sudah terindeks:

              

________________________________________________________________ 

JMM OFFICE: