REVITALISASI BAHASA DAERAH MELALUI DIGITAL STORYTELLING BAGI GENERASI ALPHA SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN KEPUNAHAN BAHASA DAERAH

Baiq Yuliatin Ihsani, Linda Ayu Darmurtika, Baiq Desi Milandari, Inang Irma Rezkillah

Abstract


Abstrak: Perkembangan teknologi digital dan dominasi konten global menyebabkan minat generasi muda terhadap bahasa dan budaya lokal semakin berkurang. Selain itu, guru masih menghadapi keterbatasan dalam mengembangkan media pembelajaran berbasis teknologi yang menarik dan kontekstual, sementara sekolah belum memiliki repositori digital budaya lokal yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Program ini bertujuan untuk meningkatkan minat siswa terhadap Bahasa Sasak, memperkuat literasi budaya berbasis kearifan lokal, meningkatkan kompetensi guru dalam pengembangan media digital, serta membangun repositori digital cerita rakyat Sasak sebagai sumber belajar berkelanjutan. Metode pelaksanaan meliputi analisis kebutuhan, sosialisasi program, pelatihan guru, workshop digital storytelling bagi siswa, penerapan teknologi melalui pemanfaatan Canva dan CapCut, pendampingan, evaluasi, dan penyusunan strategi keberlanjutan program. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh tahapan program terlaksana dengan baik. Sebanyak 5 guru berhasil dilatih dalam penyusunan storyboard dan produksi media digital, sedangkan 30 siswa terlibat aktif dalam pembuatan digital storytelling berbasis cerita rakyat Sasak. Program menghasilkan 15 video digital storytelling siswa, 5 video pembelajaran guru, digitalisasi 20 cerita rakyat Sasak, serta 1 repositori digital budaya sekolah. Evaluasi menunjukkan peningkatan minat siswa terhadap Bahasa Sasak sebesar 35,7% dan peningkatan kompetensi digital guru secara signifikan. Program ini memberikan dampak positif terhadap pelestarian Bahasa Sasak, peningkatan literasi budaya siswa, penguatan kompetensi digital guru, serta pengembangan sekolah sebagai pusat pelestarian budaya lokal berbasis teknologi yang berkelanjutan.

Abstract:  The development of digital technology and the dominance of global content have led to a decline in the younger generation’s interest in local languages and cultures. In addition, teachers still face limitations in developing engaging and contextually relevant technology-based learning materials, while schools do not yet have a digital repository of local culture that can be utilized sustainably. This program aims to increase students’ interest in the Sasak language, strengthen cultural literacy based on local wisdom, enhance teachers’ competencies in developing digital media, and build a digital repository of Sasak folktales as a sustainable learning resource. Implementation methods included needs analysis, program outreach, teacher training, digital storytelling workshops for students, technology implementation using Canva and CapCut, mentoring, evaluation, and the development of a program sustainability strategy. The results of the activities showed that all program phases were successfully implemented. A total of 5 teachers were trained in storyboard development and digital media production, while 30 students were actively involved in creating digital storytelling projects based on Sasak folklore. The program produced 15 student digital storytelling videos, 5 teacher instructional videos, the digitization of 20 Sasak folklore stories, and 1 digital repository of school culture. The evaluation showed a 35.7% increase in student interest in the Sasak language and a significant improvement in teachers’ digital competencies. This program has a positive impact on the preservation of the Sasak language, the improvement of students’ cultural literacy, the strengthening of teachers’ digital competencies, and the development of schools as sustainable, technology-based centers for the preservation of local culture.


Keywords


revitalisasi; bahasa daerah; digital; storytelling; Generasi Alpha.

Full Text:

PDF

References


Didit Darmawan, & Musonawawi, M. (2026). Bimbingan Guru Kompeten dan Kemandirian Belajar Peserta Didik di Era Digital. Al Yasini : Jurnal Keislaman, Sosial, Hukum Dan Pendidikan, 11(03). https://doi.org/https://doi.org/10.55102/alyasini.v11i03.191

Efendi, Usra, M., Hartono, & Siahaan, S. M. (2025). Integrasi Budaya Lokal dalam Pembelajaran: Studi pemahaman Mahasiswa FIP Universitas Nurul Huda terhadap Etnopedagogi. Jurnal Ilmiah Multi Sciences, 17(2), 95–99. https://doi.org/10.30599/0txgyj35

Hasan, N. F., Akbar, A., Mulyadi, S., & Oktavian, I. M. (2024). Digital Literacy Training Based on Local Wisdom through a Digital Dictionary of Papuan Regional Languages to Preserve Sentani Language in Waibu District , Papua Pelatihan Literasi Digital Berbasis Kearifan Lokal melalui Kamus Digital Bahasa Daerah Papua u. Dinamisa, 8(2), 410–420. https://doi.org/https://doi.org/10.31849/dinamisia.v8i2.17808

Munibi, A. Z., Amazeli, R. A., Iskandar, I., & Rafli, Z. (2026). Bahasa Minangkabau di Ambang Pergeseran : Kajian Sistematis Terhadap Ancaman Kepunahan dan Strategi Revitalisasi. Jurnal Paris Langkis, 7, 1–27. https://doi.org/https://doi.org/10.37304/parislangkis.v7i1.24769

Puspitasari, H. R., Widiarti, N., & Subali, B. (2025). Digital Storytelling For Enjoyable and Effective Learning in the Technological Era (2020–2025). Pedagogia : Jurnal Pendidikan, 14(2), 161–173. https://doi.org/10.21070/pedagogia.v14i2.1905

Rohmah, T. A. (2025). Strategi Komunikasi Komunitas Kampung Lali Gadget Wonoayu dalam Mengurangi Kecanduan Gadget Pada Anak. At-Taklim : Jurnal Pendidikan Multidisiplin, 2, 438–454. https://doi.org/https://doi.org/10.71282/at-taklim.v2i11.1210

Syarif, E., Evita, Putri, R. H., Tripaldi, A., Samsu, T. H., Ilham, M. D. M., & Hamrul, A. A. A. (2024). Transformasi Kearifan Lokal dalam Pembelajaran Karakter (S. rahayu Utari (ed.); 1st ed., Vol. 2). Uureka Media Aksara.




DOI: https://doi.org/10.31764/jces.v9i3.41182

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


=======================

JCES (Journal of Character Education Society)
Universitas Muhammadiyah Mataram

Contact Admin: 
Email: [email protected]
WhatsApp: +62 852-3764-1341

=======================

======================= 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 

JCES (Journal of Character Education Society) already indexed:

            

  

EDITORIAL OFFICE: