PENDIDIKAN MULTIKULTURALISME DI PERPUSTAKAAN: UPAYA MEMBANGUN KEHARMONISAN DALAM KERAGAMAN
Abstract
Wacana multikulturalisme menjadi isu krusial dalam mengelola keberagaman keberagaman suku, agama, ras, bahasa, dan budaya di Indonesia, namun kajian terdahulu masih didominasi pada sektor pendidikan formal (sekolah, perguruan tinggi dan kurikulum) tanpa mengkaitkan dengan perpustakaan sebagai ruang publik nonformal yang masih luput dari analisis mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis peran edukatif dan kultural perpustakaan dalam mengimplementasikan pendidikan multikulturalisme guna membangun keharmonisan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur (library research). Penelitian ini menemukan 14 literatur yang relevan dengan kriteria diterbitkan dalam rentang waktu sepuluh tahun terakhir (2016-2026) yang membahas tentang fungsi perpustakaan (edukatif, kultural, layanan) dengan konsep multikulturalisme, pluralisme, atau inklusi sosial pada artikel ilmiah dan buku teks. Data dianalisis secara operasional menggunakan metode content analysis melalui tahapan kodifikasi data, kategorisasi tema, dan sintesis kritis. Hasil analisis sintesis menunjukkan bahwa perpustakaan tidak hanya berperan pasif sebagai penyimpan informasi, melainkan bertindak strategis sebagai ruang pembelajaran sosial inklusif. Aktualisasi pendidikan multikulturalisme terbukti secara empiris melalui lima pilar: penyediaan koleksi berbasis keberagaman, fasilitasi dialog kebudayaan antar-pemustaka, transformasi layanan inklusi sosial, penyelenggaraan apresiasi budaya lokal, serta penguatan nilai demokrasi dan toleransi. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis berupa model konseptual perpustakaan sebagai agen perubahan sosial (social change agent) yang memperluas diskursus sains informasi dalam mendukung terciptanya integrasi masyarakat multikultural yang harmonis.
References
Arikarani, Y., et al., (2026). Pluralisme dan Pendidikan Agama Islam Multikultural. Edification Journal: Pendidikan Agama Islam, 8(2), 217–232. doi: 10.37092/ej.v8i2.1258
Akbar, S. A. & Asmiyanto, T. (2021). Multicultural Perspective in Public Library Services. Library Philosophy and Practice (e-journal). 5291.
Azzuhri, M. (2012). Konsep multikulturalisme dan pluralisme dalam pendidikan agama (Upaya menguniversalkan pendidikan agama dalam ranah keindonesiaan). Forum Tarbiyah, 10(1), 13-29.
Banks, J. A. (2010). Multicultural education: Issues and perspectives. John Wiley & Sons.
Bashir, F. (2020). Ambassador of Lifelong Learning/ Public Libraries in Multicultural Society: The Case of Pakistan. Türk Kütüphaneciliği, 34 (3), 548-558. doi: 10.24146/tk.772189
Bauto, L. M. (2014). Perspektif Agama dan Kebudayaan dalam Kehidupan Masyarakat Indonesia. Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial, 23(2), 11–25. doi: 10.17509/jpis.v23i2.1616
Hakim, A. R., & Darojat, J. (2023). Pendidikan multikultural dalam membentuk karakter dan Identitas Nasional. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 8(3), 1337–1346. doi: 10.29303/jipp.v8i3.1470
Haryanti, W. T. (2019). Perpustakaan berbasis inklusi sosial. Talenta Conference Series: Local Wisdom, Social, and Arts, 2(3).
Hasanuddin, H. (2024). Konsep kebijakan dan implementasi pendidikan multikultural di Indonesia. Educasia, 9(1), 31-43.
International Federation of Library Associations and Institutions (IFLA). (2015). IFLA multicultural library manifesto. IFLA.
Koentjaraningrat. (2009). Pengantar ilmu antropologi. Rineka Cipta.
Makmun, R. (2016). Pendidikan multikultural di SMK Negeri 1 Kabupaten Madiun: Studi penanaman nilai-nilai multikultural pada vokasi dan pendidikan agama Islam. STAIN Po Press.
Mania, S. (2010). Implementasi pendidikan multikultural dalam pembelajaran. Lentera Pendidikan, 13(1), 78-91.
Marwiyah. (2022). Perpustakaan dan Inclusivity: Implementasi Tujuan Nomor 10 Sustainable Development Goals (SDGs), Reduced Inequality. In Jejak Sang Guru: Bunga Rampai Kajian Ilmu Perpustakaan dan Informasi (93–130). ABC Publishing.
Masduki, H. (2016). Pluralisme Dan Multikulturalisme Dalam Perspektif Kerukunan Antar Umat Beragama (Telaah Dan Urgensinya Dalam Sistem Berbangsa Dan Bernegara). DIMENSI-Journal of Sociology, 9(1). doi: 10.21107/djs.v9i1.3741
Nasution, R. D. (2017). Effect of the Development of Communication Information Technology on Local Cultural Existence-Pengaruh Perkembangan Teknologi Informasi Komunikasi Terhadap Eksistensi Budaya Lokal. Jurnal Penelitian Komunikasi Dan Opini Publik, 21(1), 123858.
Rifa’i, A. (2007). Perpustakaan dan multikulturalisme: Implementasi pendidikan multikulturalisme di perpustakaan. Al-Maktabah, 9(1).
Salim, H. S., & Suhadi. (2007). Membangun pluralisme dari bawah. LKiS.
Sugiyono. (2020). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Sulistyo-Basuki. (1991). Pengantar ilmu perpustakaan. Gramedia Pustaka Utama.
Syam, A. M. (2021). Multikulturalisme di perpustakaan umum Kota Medan: Ditinjau dari aspek komunikasi antarbudaya pustakawan dan pengguna (Laporan penelitian).
The New Encyclopaedia Britannica. (1974). The New Encyclopaedia Britannica (Vol. 10). Encyclopaedia Britannica Inc.
Topan, A. (2026). ISLAM MODERAT: Sejarah, Tantangan dan Praktik. PENERBIT KBM INDONESIA.
DOI: https://doi.org/10.31764/jiper.v7i1.34471
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Jurnal Ilmu Perpustakaan (JIPER)
Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi
Fakulatas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Mataram
Jln. K.H. Ahmad Dahlan No. 1 Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Indonesia
Email: [email protected]; e-ISSN: 2716-0432
-------------------------------------------------------------------------
Licengcing:
This licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
-------------------------------------------------------------------------
Indexing by:
















