RELEVANSI DAN AKTUALISASI: PENERAPAN HUKUM ACARA DALAM PENYELESAIAN TALAK RAJ’I DI INDONESIA
Abstract
Talak raj’I merupakan salah satu talak yang berlaku di Indonesia, diatur di dalam kompilasi hukum islam pasal 117 dan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan yang dituangkan di dalam perceraian. Di dalam artikel ini akan membahas mengenai relevansi pengaturan peradilan agama sebagai bentuk aktualisasi dari penyelesaian talak raj’i yang dapat disebabkan oleh banyak hal, seperti persleingkuhan seperti yang terjadi berdasarkan putusan Nomor 2143/Pdt.G/2022/PA.Btm yang berlokasi di Batam, Kepulauan Riau, Indonesia, dengan disebabkan adanya perkhianatan dari suami, sehingga memutuskan untuk bercerai. Peneitian ini juga menggunakan metode pendekatan secara kualitatif dan data sekunder. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan adalah bahwa hukum acara telah mengatur secara jelas dan relevan dengan pengaturan mengenai Talak raj’i di Indonesia. Hal ini mengacu pada pengaturan talak raj’i yan tidak hanya diatur melalui hukum nasional namun juga melalui hukum islam yang telah sejalan dengan sosial, dan budaya serta tradisi di masyarakat. Adanya talak raj’I ini hanya salah satu dari beberapa jenis talak yang diatur melalui hukum islam dan dapat menyatu dengan masyarakat muslim di Indonesia.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Abbas, Syahrizal, and Datul Mutia. “Putusan Talak Raj’i Pada Kasus Poliandri: Analisis Hukum Islam Terhadap Putusan Hakim Mahkamah Syar’iyah Jantho Nomor 216/Pdt.G/2015/MS-JTH.” Samarah 3, no. 1 (2019): 205–22. https://doi.org/10.22373/sjhk.v3i1.4865.
Agustian, Hesti. “GAMBARAN KEHIDUPAN PASANGAN YANG MENIKAH DI USIA MUDA DI KABUPATEN DHARMASRAYA.” SPEKTRUM: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah (PLS) 1, no. 1 (2013): 205. https://doi.org/10.24036/spektrumpls.v1i1.1516.
Ahmad. “Peradilan Agama Di Indonesia.” Jurnal Pemikiran Hukum Dan Hukum Islam 6, no. 2 (2015): 312–39.
Andaryuni, Lilik. “Putusan Verstek Dalam Cerai Gugat Karena Pelanggaran Taklik Talak Di Pengadilan Agama Samarinda.” IstinbáthJurnal of Islamic Law 16, no. 1 (2017): 224–40.
Annas, Syaiful. “MASA PEMBAYARAN BEBAN NAFKAH IDDAH DAN MUT’AH DALAM PERKARA CERAI TALAK (Sebuah Implementasi Hukum Acara Di Pengadilan Agama).” Al-Ahwal: Jurnal Hukum Keluarga Islam 10, no. 1 (2017): 1. https://doi.org/10.14421/ahwal.2017.10101.
Arliman S, Laurensius. “Peran Lembaga Catatan Sipil Terhadap Perkawinan Campuran Berdasarkan Undang-Undang Perkawinan.” JCH (Jurnal Cendekia Hukum) 4, no. 2 (2019): 288. https://doi.org/10.33760/jch.v4i2.40.
Arne Huzaimah. “Reformulasi Hukum Acara Peradilan Agama Dalam Pelaksanaan Eksekusi Putusan “Hadhanah".” Jurnal Nurani 18, no. 2 (2018): 227–44.
Azizah, Linda. “ANALISIS PERCERAIAN DALAM KOMPILASI HUKUM ISLAM.” Al-Manahij: Jurnal Kajian Hukum Islam, 2012, 415–22.
Cahyani, Andi Intan. “Peradilan Agama Sebagai Penegak Hukum Islam Di Indonesia.” Jurnal Al-Qadau: Peradilan Dan Hukum Keluarga Islam 6, no. 1 (2019): 119. https://doi.org/10.24252/al-qadau.v6i1.9483.
Chairunnisyah, Sheilla. “Peran Majelis Ulama Indonesia Dalam Menerbitkan Sertifikat Halal Pada Produk Makanan Dan Kosmetika.” Angewandte Chemie International Edition 3, no. 2 (2018): 10–27.
Dyana, Burhanatut. “Disparitas Putusan Hakim Terhadap Hak-Hak Istri Pasca Cerai Talak Raj ’ i.” Disparitas Putusan Hakim Terhadap Hak-Hak Istri Pasca Cerai Talak Raj’I 2, no. 1 (2014): 15–26. Jurnal Hukum Islam Nusantara. Vol. 2, No. 1.
Erwinsyahbana, Tengku. “Sistem Hukum Perkawinan Pada Negara Hukum Berdasarkan Pancasila.” Journal Ilmu Hukum 1, no. 1 (2019): 1–15.
Faturohman, Irgiana. “Faktor Yang Mempengaruhi Minat Beli Terhadap Makanan Halal. Studi Pada Konsumen Muslim Di Indonesia.” Jurnal Adminstrasi Niaga 10, no. 1 (2019): 882–93.
Fikri, Fikri, Saidah Saidah, Aris Aris, and Wahidin Wahidin. “Kontekstualisasi Cerai Talak Dalam Fikih Dan Hukum Nasional Di Indonesia.” Al-Ulum 19, no. 1 (2019): 151–70. https://doi.org/10.30603/au.v19i1.643.
Fuadah, Aah Tsamrotul. “Penerapan Prinsip Hukum Acara Perdata Islam Di Pengadilan Agama.” Adliya 9, no. 1 (2015): 207.
Gunawan, Edi. “Pembaruan Hukum Islam Dalam Kompilasi Hukum Islam.” HUNAFA: Jurnal Studia Islamika 12, no. 2 (2016): 281. https://doi.org/10.24239/jsi.v12i2.395.281-305.
Hafizd, Jefik Zulfikar. “Sejarah Hukum Islam Di Indonesia: Dari Masa Kerajaan Islam Sampai Indonesia Modern.” Jurnal Tamaddun : Jurnal Sejarah Dan Kebudayaan Islam 9, no. 1 (2021). https://doi.org/10.24235/tamaddun.v9i1.8087.
Halim, Abdul, and Carina Rizky Ardhani. “Keabsahan Perkawinan Beda Agama Di Luar Negeri Dalam Tinjauan Yuridis.” Jurnal Moral Kemasyarakatan 1, no. 1 (2016): 67–75. https://ejournal.unikama.ac.id/index.php/JMK/article/view/1187/933.
Hamdi, Isnadul. “PERLUASAN MAKNA HARTA BERSAMA PERSPEKTIF SOSIOLOGI HUKUM ISLAM.” JURIS (Jurnal Ilmiah Syariah) 17, no. 1 (2018): 63. https://doi.org/10.31958/juris.v17i1.1012.
Hanifah, Mardalena. “Perkawinan Beda Agama Ditinjau Dari Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan.” SOUMATERA LAW REVIEW 561, no. 3 (2019): S2–3.
Hasan, Abi. “Nafkah Iddah Talak Raj’i (Studi Pemahaman Masyarakat Danau Paris Kabupaten Aceh Singkil).” Mizan: Jurnal Ilmu Hukum 10, no. 2 (2021): 297–308.
Heniyatun, Heniyatun, Puji Sulistyaningsih, and Siti Anisah. “Pemberian Mut’Ah Dan Nafkah Iddah Dalam Perkara Cerai Gugat.” Profetika: Jurnal Studi Islam 21, no. 1 (2020): 39–59. https://doi.org/10.23917/profetika.v21i1.11647.
Inayah, Nurul. “Analisis Hukum Acara Peradilan Agama.” Nurul Inayah Al-Ah} Wa> L 10, no. 2 (2010).
Iriani, Dewi. “ANALISA TERHADAP BATASAN MINIMAL USIA PERNIKAHAN DALAM UU. NO. 1 TAHUN 1974,” n.d.
Ismail, Habib, and Nur Alfi Khotamin. “Faktor Dan Dampak Perkawinan Dalam Masa Iddah (Studi Kasus Di Kecamatan Trimurjo Lampung Tengah).” Jurnal Mahkamah 2, no. 1 (2017): 135. https://doi.org/10.25217/jm.v2i1.81.
Jannah, Shofiatul, and Zaenul Mahmudi. “Kajian Kritis Terhadap Fatwa MUI Tahun 1981 Tentang Iddah Wafat Dan Relevansinya Bagi Wanita Karir.” Muslim Heritage 6, no. 2 (2021): 359–75. https://doi.org/10.21154/muslimheritage.v6i2.3389.
Kartikawati, Reni. “Dampak Perkawinan Anak Di Indonesia.” Jurnal Studi Pemuda 3, no. 1 (2015): 1–16.
KOMARUDIN, DIDIN. “Praktik Taklik Talak Dan Gugat Cerai Serta Hubungannya Dengan Tujuan Pernikahan (Studi Kasus Di Kecamatan Gegesik Kabupaten Cirebon).” INKLUSIF (JURNAL PENGKAJIAN PENELITIAN EKONOMI DAN HUKUM ISLAM) 3, no. 1 (2018): 75. https://doi.org/10.24235/inklusif.v3i1.1562.
Lastuti Abubakar. “Revitalisasi Hukum Adat Sebagai Sumber Hukum Dalam Membangun Sistem Hukum Indonesia.” Jurnal Dinamika Hukum 13, no. 2 (2013): 319–31. http://dinamikahukum.fh.unsoed.ac.id/index.php/JDH/article/view/213.
Linda Rachmainy, S.H., M.H., dan Ema Rahmawati, S.H., M.H. “Penerapan Rekonvensi Sebagai Hak Istimewa Tergugat Dalam Perkara Perceraian (Talak) Di Pengadilan Agama.” Penerapan Rekonvensi Sebagai Hak Istimewa Tergugat Dalam Perkara Perceraian (Talak) Di Pengadilan Agama, no. April (2016): 5–24.
Maksum, Muhammad. “Kedudukan Syariah Sebagai Sumber Hukum Positif: Kajian Awal Atas Hukum Perkawinan, Ekonomi Islam, Dan Hukum Ketenagakerjaan Di Indonesia Dan Maroko.” Istinbath Jurnal Hukum Islam 15, no. 2 (2016): 281–95.
Manan, Abdul. “Penemuan Hukum Oleh Hakim Dalam Praktek Hukum Acara Di Peradilan Agama.” Jurnal Hukum Dan Peradilan 2, no. 2 (2013): 189. https://doi.org/10.25216/jhp.2.2.2013.189-202.
Matrais, Sumadi. “Kemandirian Peradilan Agama Dalam Perspektif Undang-Undang Peradilan Agama.” Jurnal Hukum IUS QUIA IUSTUM 15, no. 1 (2008): 121–44. https://doi.org/10.20885/iustum.vol15.iss1.art6.
Maya Silvana, and Deni Lubis. “Faktor Yang Memengaruhi Kemandirian Ekonomi Pesantren (Studi Pesantren Al-Ittifaq Bandung).” Al-Muzara’Ah 9, no. 2 (2021): 129–46. https://doi.org/10.29244/jam.9.2.129-146.
Muchtar, Muhammad asykur. “Perbedaan Talak Satu, Dua Dan Tiga Dalam Hukum Islam.” Justisi 5, no. 2 (2019): 113–17. https://doi.org/10.33506/js.v5i2.545.
Muttaqin, Rizal. “KEMANDIRIAN DAN PEMBERDAYAAN EKONOMI BERBASIS PESANTREN (Studi Atas Peran Pondok Pesantren Al-Ittifaq Kecamatan Rancabali Kabupaten Bandung Terhadap Kemandirian Eknomi Santri Dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Sekitarnya).” JESI (Jurnal Ekonomi Syariah Indonesia) 1, no. 2 (2016): 65. https://doi.org/10.21927/jesi.2011.1(2).65-94.
Parinduri, Muhammad Ichsan. “Analisis Yuridis Tentang Rujuk Dalam Tenggang Masa ‘Iddah Talak Raj’I Menurut Uu No. 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan Dan Hukum Islam.” Journal of Chemical Information and Modeling 53, no. 9 (2018): 16.
Purwadi, Wira. “Analisis Efektivitas Mediasi Pada Cerai Talak Dan Cerai Gugat Di Pengadilan Agama Manado.” Al-Mujtahid: Journal of Islamic Family Law 1, no. 1 (2021): 36. https://doi.org/10.30984/jifl.v1i1.1638.
Putra, Abdur Rahman Adi Saputera. “Telaah Al-Siyasah Al-Ahkam Al-Usrah Terhadap UUP No. 1 Tahun 1974.” El-Ahli : Jurnal Hukum Keluarga Islam 1, no. 1 (2020): 103–22. https://doi.org/10.56874/el-ahli.v1i1.59.
Ramdani, Riyan, and Dewi Mayaningsih. “Urgensi Persidangan Secara Elektronik.” Al-Ahwal, Al-Syakhsiyyah: Jurnal Hukum Keluarga Dan Peradilan Islam II, no. 2 (2021): 101–5. https://doi.org/10.15575/as.v2i2.14339.
Rasyid, Rosihan A. “Penyelarasan Diberlakukannya Hukum Acara Perdata Peradilan Umum Sebagai Hukum Acara Peradilan Agama Khusus Dari Segi Pembuktian Zina Dalam Mimbar Hukum Aktualisasi Hukum Islam,” no. 7 (1992): 37.
Razik, Fakhru, Sitti Nurkhaerah, and Desy Kristiane. “Nafkah Istri Yang Di Talak Raj’i Dalam Keadaan Hamil.” Comparativa 2, no. 1 (2021): 75–94.
Sakinah, Hijriatu, and Suyuti Dahlan Rifa’i. “Islam Dan Gender: Relevansi Pembaharuan Islam Bidang Keluarga Dan Tuntutan Egaliter.” Tahkim (Jurnal Peradaban Dan Hukum Islam) 4, no. 1 (2021): 21–40. https://doi.org/10.29313/tahkim.v4i1.7017.
Saputera, Abdurrahman Adi, and Nindi Lamunte. “Indikator Terjadinya Pernikahan Dalam Masa Iddah Di Kecamatan Bolangitang Barat.” El-USRAH: Jurnal Hukum Keluarga 3, no. 1 (2020): 17. https://doi.org/10.22373/ujhk.v3i1.7651.
Sari, Fitri, and Euis Sunarti. “Kesiapan Menikah Pada Dewasa Muda Dan Pengaruhnya Terhadap Usia Menikah.” Jurnal Ilmu Keluarga Dan Konsumen 6, no. 3 (2013): 143–53. https://doi.org/10.24156/jikk.2013.6.3.143.
Sholeh, Muhammad. “Peningkatan Angka Perceraian Di Indonesia: Faktor Penyebab Khulu’ Dan Akibatnya.” Qonuni: Jurnal Hukum Dan Pengkajian Islam 1, no. 1 (2021): 29–40.
Sunarto, Muhammad Zainuddin, and Karmilah Liana. “Interaksi Wanita Yang Sedang Iddah Melalui Media Sosial.” Jurnal Islam Nusantara 04, no. 02 (2020): 160–71. https://doi.org/10.33852/jurnalin.v4i2.220.
Suparji, Suparji. “Eksistensi Hukum Islam Dan Kearifan Lokal.” JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA 5, no. 1 (2019): 21. https://doi.org/10.36722/sh.v5i1.327.
Supena, Ilyas. “Konstruksi Epistemologi Fikih Pandemik: Analisis Fatwa-Fatwa MUI.” Al-Manahij: Jurnal Kajian Hukum Islam 15, no. 1 (2021): 121–36. https://doi.org/10.24090/mnh.v15i1.4203.
Sururie, Ramdani Wahyu. “Polemik Di Seputar Hukum Isbat Nikah Dalam Sistem Hukum Perkawinan Indonesia.” Al-Manahij: Jurnal Kajian Hukum Islam, 5, no. August (2009): 12–42. http://downloads.esri.com/archydro/archydro/Doc/Overview of Arc Hydro terrain preprocessing workflows.pdf%0Ahttps://doi.org/10.1016/j.jhydrol.2017.11.003%0Ahttp://sites.tufts.edu/gis/files/2013/11/Watershed-and-Drainage-Delineation-by-Pour-Point.pdf%0Awww.
Tanjung, Ardi Akbar, Khairil Anwar, Elvi Soeradji, and Muslimah4. “PENGUCAPAN TALAK TIGA SEKALIGUS PERSEPSI ULAMA MUHAMMADIYAH KOTA PALANGKA RAYA.” Jurnal Hadratul Madaniah 8, no. I (2021): 31–39.
Taufik, Abdullah. “PUTUSAN VERSTEK PENGADILAN AGAMA PADA CERAI TALAK PERSPEKTIF KEADILAN GENDER.” Mahakim: Journal of Islamic Family Law 2, no. 2 (2018): 67–78. https://doi.org/10.30762/mh.v2i2.973.
Toni, Agus. “Aktualisasi Hukum Perceraian Perspektif Pengadilan Agama Di Indonesia.” MAQASHID Jurnal Hukum Islam 1, no. 2 (2018): 34–63. https://doi.org/10.35897/maqashid.v1i2.130.
DOI: https://doi.org/10.31764/jmk.v16i2.15272
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Media Keadilan:Jurnal Ilmu Hukum
EDITORIAL OFFICE:






