MEKANISME PEMBORAN AIR TANAH DI DESA KERANDANGAN KECAMATAN BATU LAYAR KABUPATEN LOMBOK BARAT NUSA TENGGARA BARAT

Kaimudin Kaimudin, Alpiana Alpiana, Diah Rahmawati

Abstract


Pemboran adalah kegiatan membuat lubang vertikal ke dalam tanah. Dalam keadaan tertentu pemboran dapat juga dilakukan secara miring (directional drilling) atau disebut juga pemboran berarah. Air merupakan komponen lingkungan yang penting bagi kehidupan. Air merupakan kebutuhan utama bagi proses kehidupan di bumi, sehingga tidak ada kehidupan seandainya di bumi tidak ada air. Air tanah adalah air yang berada di bawah permukaan tanah didalam zona jenuh dengan tekanan hidrostatis sama atau lebih besar dari tekanan atmosfer. Kondisi air tanah dipengaruhi oleh iklim, kondisi geologi, geomorfologi dan penutup lahan serta aktivitas manusia. Untuk mendapatkan air tanah perlu dilakukannya kegiatan pengeboran. Pengeboran air tanah harus di lakukan dengan mekanisme yang baik dan tepat agar hasil air bersih dan kualitas. Untuk itu dalam permasalahan ini yang akan di bahas yaitu mekanisme pengeboran air tanah. Dalam penelitian ini pemboran air tanah di lakukan sedalam 21 meter dan sudah mencapai target yang telah di tentukan. Pada setiap interval 1,5 meter atau pada setiap satu stang membutuhkan waktu pemboran yang berbeda-beda tergantung kekerasan batuan. Waktu pemboran paling cepat di jumpai pada stang pertama di kedalaman 1,5 meter sampai 3,0 meter dengan waktu 45 menit. Sedangkan waktu pemboran yang paling lama di jumpai pada stang bor terakhir di kedalaman 13,5 sampai 15 meter dengan waktu 83 menit.

 

Abstract

Drilling is the activity of making vertical holes into the ground. In certain circumstances drilling can also be done obliquely (directional drilling) or also called directional drilling.Water is an important component of the environment for life. Water is the main requirement for the process of life on earth, so there is no life if on earth there is no water. Groundwater is water that is below the surface of the soil in the saturated zone with hydrostatic pressure equal to or greater than atmospheric pressure. Groundwater conditions are influenced by climate, geological conditions, geomorphology and land cover as well as human activities. To get groundwater drilling needs to be done. Drilling of ground water must be done with good and appropriate mechanisms so that the results of clean water and quality. For this reason, the issue that will be discussed is the mechanism of groundwater drilling. In this study groundwater drilling was carried out as deep as 21 meters and had reached the specified target. At every 1.5 meter interval or at each handlebar, drilling time varies depending on rock hardness. The fastest drilling time was encountered at the first handlebar at a depth of 1.5 meters to 3.0 meters in 45 minutes. While the longest drilling time was encountered at the last drill handlebar at a depth of 13.5 to 15 meters with 83 minutes.

Keywords


Pemboran; Air Tanah; Pemboran Air Tanah; Kerandangan

Full Text:

PDF

References


SOEMARTO, C. D. Hidrologi teknik. 1987.

ARISMUNANDAR, Wiranto. Penggerak mula: turbin. Penerbit Universitas ITB, 2000.




DOI: https://doi.org/10.31764/jua.v24i1.2257

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Jurnal Ulul Albab

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Ulul Albab: Majalah Universitas Muhammadiyah Mataram

Contact Admin: 
Email: [email protected]
WhatsApp: +62 878-6400-3847

 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Ulul Albab: Majalah Universitas Muhammadiyah Mataram already indexed: