Respon Beberapa Kultivar Ubi Jalar (Ipomea batatas L.) Terhadap Serangan Jamur (Sphaceloma batatas Saw.)

Dian Muharrani Assurok, Bambang Supeno, M. Taufik Fauzi

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat toleransi beberapa kultivar ubi jalar terhadap serangan jamur Sphaceloma batatas Saw. berdasarkan masa inkubasi dan karakter morfologinya. Penelitian dilaksanakan dengan rancangan acak kelompok (RAK) dengan tujuh perlakuan kultivar ubi jalar (K), yaitu kultivar Tailan (KT), Ase (KA), Ungu (KU), Cilembu (KC), Lato-lato (KL), Kentang (KK), dan Madu (KM), yang diulang sebanyak empat kali sehingga diperoleh 28unit percobaan. Inokulasi patogen dilakukan dengan menyemprotkan suspensi jamur S. batatas pada stek ubi jalar yang ditanam secara hidroponik. Data dianalisis menggunakan (ANOVA), kemudian dilanjutkan dengan uji BNJ taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kultivar Ase memiliki masa inkubasi paling lama yaitu 20 Hari Setelah Inokulasi (HSI), sedangkan Kultivar Ungu dan cilembu, memiliki masa inkubasi paling singkat yaitu 3-4HSI. Masing-masing kultivar ubi jalar memiliki respon yang berbeda terhadap masa inkubasi yang dipengaruhi oleh karakter morfologi daunnya seperti lebar stomata, kerapatan stomata dan ketebalan epidermis. Kecenderungan semakin banyak stomata kultivar ubi jalar lebih cepat terinfeksi oleh jamur Sphaceloma batatas.


Keywords


Respon; ubi jalar; Sphaceloma batatas;

References


Amagloh, F. C., Yada, B., Tumuhimbise, G. A., Amagloh, F. K., & Kaaya, A. N., (2021). The Potential of Sweetpotato as a Functional Food in Sub-Saharan Africa and Its Implications for Health: A Review. Molecules (Basel, Switzerland), 26(10), 2971. The Potential of Sweetpotato as a Functional Food in Sub-Saharan Africa and Its Implications for Health: A Review

Badan Pusat Statistik. (2015). Produksi Ubi Jalar di Kabupaten Lombok Utara. https://lombokutarakab.bps.go.id/id.

Gracia B., dan Ruben M., (2026). Hubungan Antara Karakteristik Morfologis Dan Ketahanan Varietas Ubi Jalar Terhadap Infeksi Kudis Yang Disebabkan oleh Sphaceloma Batatas Saw. Jurnal penelitian tropis. 9(2)

Lawson, T., & Blatt, M. R. (2014). Stomatal size, speed, and responsiveness impact on photosynthesis and water use efficiency. Plant Physiology, 164(4), 1556–1570. https://doi.org/10.1104/pp.114.237107

Marlitasari E., Sulistyowati L., dan Kusuma R. R., (2016). Hubungan Ketebalan Lapisan Epidermis Daun Terhadap Infeksi Jamur Alternaria porri penyebab Penyakit Bercak Ungu pada empat Varietas Bawang Merah. Jurnal HPT. 4(1)

Marsha Z., Zhang S., dan Rauf A., (2012). Efektivitas Acibenzolar-S-Methyl dan Asam β-Aminobutirat untuk Pengendalian Penyakit Embun Tepung pada Kemangi yang Ditanam di Rumah Kaca dan Aktivitas Peroksidase sebagai Respons terhadap Perlakuan dengan Senyawa-senyawa Ini. Jurnal of phatology. Vol 16(3). https://doi.org/10.1111/jph.12045

Martanto, E. A., Sumardiyono, C., Semangun, H., & Hadisutrisno, B. (2003). Peranan asam salisilat pada interaksi inang-patogen penyakit kudis ubijalar (Elsinoe batatas). Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia, 9(2), 85–92. https://doi.org/10.22146/jpti.12243

Nayga L., & Gapasin, S. (2016). Comparative anatomy of young leaves of Prunus persica with different degrees of susceptibility to Taphrina deformans. Journal of Phytopathology, 161(3), 190–196.

Paningbatan R. (2017). Infektivitas Dan Produksi In Vitro Jamur Kudis Ubi Jalar (Sphaceloma Batatas Saw.) Inokulum. Jurnal penelitian tropis. Vol. 9, edisi 1

Pradana, A. W., Samiyarsih, S., & Muljowati, J. S. (2017). Korelasi Karakter Anatomi Daun Ubi Jalar Kultivar Tahan dan Tidak Tahan terhadap Intensitas Penyakit Kudis Daun. Scripta Biologica. 4(1), 21–26.

Samiyarsih, S., Juwarno, J., & Muljowati, J. S. (2018). The structural resistance’s anatomy of sweet potato leaves to fungal pathogen Sphaceloma batatas. Biosaintifika: Journal of Biology & Biology Education, 10(1), 131–137. https://doi.org/10.15294/biosaintifika.v10i1.1211

Suriani, Nurasia, D., dan Haris. (2018). Correlation Of Stomata Density To Rust Severity On Some Accessions Of Maize Germplasm. Jurnal hama dan penyakit tropica. 18(1). 95-104.

Wahid, M. M., Haryanto, H., dan Supeno B., (2025). Keberadaan Serangga Perusak daun Selama pertumbuhan Enam Kultivar Ubi Jalar (Ipomea batatas L.). Jurnal Riset Ilmiah. 4(8).

Wiradana A. W., Samiyarsih S., dan Mulijowati J. S., (2017). Korelasi Karakter Anatomi Daun Ubi Jalar (Ipomoea Batatas L.) Kultivar Tahan Dan Tidak Tahan Terhadap Intensitas Penyakit Kudis Daun. Scripta biologica. 4(1):21-29.

Yoandari, Lahay, R. R., & Rahmawati, N. (2017). Respons Pertumbuhan Dan Produksi Ubi Jalar (Ipomoea Batatas L.) Terhadap Tinggi Bedengan Dan Dosis Pupuk Kandang Ayam. Jurnal Agroekoteknologi Universitas Sumatera Utara, 5(1), 33-41.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


_______________________________________________

 

Creative Commons License

Prosiding Seminar Nasional Pertanian
is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License

______________________________________________

PROSIDING TERINDEKS:

 

SEKRETARIAT PANITIA: