Pengolahan Buah Malaka (Phyllanthus emblica) untuk Meningkatkan Nilai Tambah Hasil Hutan Bukan Kayu di Dusun Kadindi, Dompu, NTB

Uswatun Hasanah, I Gde Adi Suryawan Wangiyana, Kemas Usman

Abstract


Buah malaka (Phyllanthus emblica) merupakan salah satu hasil hutan bukan kayu yang memiliki potensi ekonomi cukup besar, namun pemanfaatannya oleh masyarakat masih relatif terbatas dan umumnya hanya dijual dalam bentuk buah segar dengan nilai ekonomi yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengolahan buah malaka (Phyllanthus emblica) menjadi manisan sebagai produk bernilai tambah di Dusun Kadindi, Kabupaten Dompu Nusa Tenggara Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode survei. Responden dalam penelitian ini dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yaitu masyarakat yang berperan sebagai pengumpul sekaligus penjual buah malaka dengan jumlah responden sebanyak 19 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara, dan kuesioner untuk mengetahui karakteristik masyarakat, sumber buah, proses pengolahan, serta kendala yang dihadapi dalam pemanfaatan buah malaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengolahan buah malaka menjadi manisan memberikan nilai tambah yang signifikan. Keuntungan bersih dari penjualan buah mentah sebesar Rp100.000 per panen dapat meningkat menjadi Rp345.000 dari penjualan 3 kg manisan, dengan nilai B/C ratio sebesar 2,09 yang menunjukkan bahwa usaha tersebut layak secara ekonomi. Pengolahan buah malaka menjadi manisan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat serta memiliki potensi untuk dikembangkan secara berkelanjutan. Kendala utama yang dihadapi masyarakat meliputi keterbatasan modal, peralatan yang masih sederhana, serta akses pasar yang terbatas. Oleh karena itu, dukungan yang diperlukan antara lain pelatihan teknis pengolahan, bantuan modal usaha, serta fasilitasi pemasaran produk.

Keywords


Buah Malaka; Nilai Tambah; HHBK; Kadindi;

References


Acharya, C. K., Khan, N. S., & Madhu, N. R. (2021). Medicinal uses of amla, Phyllanthus emblica L.(Gaertn.): a prospective review. Mukt Shabd Journal, 10(10), 296-310.

Aklimawati, L., & Mawardi, S. (2014). Characteristics of quality profile and agribusiness of robusta coffee in Tambora Mountainside, Sumbawa. Pelita Perkebunan (a Coffee and Cocoa Research Journal), 30(2), 159-180.

Andayani, S. A., Dinar, D., Marina, I., Sumantri, K., Sulaksana, J., Umyati, S., & Dani, U. (2021). Peningkatan nilai tambah melalui pengolahan produk hortikultura. BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(4), 833-836.

Anggadhania, L., Anita Nugraheni, Y. M. M., Wangiyana, I. G. A. S., Nawawi, M., & Soetarto, E. S. (2019). Biomass enhancement of Agarwood formation on Gyrinops versteegii (Gilg.) Domke in Lombok. International Journal of Sustainable Biomass and Bioenergy, 2(1), 1-5.

Baharudin, B., Triandini, I. G. A. A. H., & Wangiyana, I. G. A. S. (2023). Hedonic test of Lombok Island palm sugar candy formulated with Multi-Purpose Tree Species (MPTS) leaves infusion. Journal of Agritechnology and Food Processing, 3(2), 92-100.

Ibrahim, I. D. K., Apriani, A., Arzani, L. D. P., Martiningsih, N. G. A. G. E., & Sumantra, I. K. (2023). Pendampingan Penguatan Manajemen Kelompok Tani dan Website pada Petani Kakao Desa Tegal Maja Lombok Utara. Panrannuangku Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(4), 108-116.

Kamaludin, K. (2018). Analisis Modal Usaha Di Masyarakat Pedesaan. Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia, 3(9), 49-60.

Kementerian Kehutanan Republik Indonesia. (2007). Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.35/Menhut-II/2007 tentang hasil hutan bukan kayu. Jakarta

Khan, K. H. (2009). Roles of Emblica officinalis in medicine – A review. Botany Research International, 2(4), 218–228.

Kumar, A., & Singh, A. (2012). Review on Phyllanthus emblica (Amla). International Journal of Pharmaceutical Sciences and Research, 3(3), 942–949.

Perdana, M. A. C., Sihombing, T. M., Chrisinta, D., Sahala, J., & Budaya, I. (2023). Pengaruh dukungan pemerintah, infrastruktur, dan akses pasar terhadap pertumbuhan usaha kewirausahaan di wilayah perkotaan. Sanskara Ekonomi Dan Kewirausahaan, 1(03), 149-161.

Soekartawi. (2002). Prinsip Dasar Ekonomi Pertanian: Teori dan Aplikasi. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Suharti, S., Darusman, D., & Nugroho, B. (2016). Pengembangan hasil hutan bukan kayu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan. Jurnal Manajemen Hutan Tropika, 22(2), 65–74.

Triandini, I. G. A. A. H., Wangiyana, I. G. A. S., Ratnaningsih, Y., & Rita, R. R. N. D. (2022). Pelatihan pembuatan teh herbal penunjang primary health care selama masa pandemi Covid-19 bagi ibu PKK Tanjung Karang Kota Mataram. Selaparang, 6(2), 630-636.

Wangiyana, I. G. A. S., Gunawan, F., & Triandini, I. G. A. A. H. (2023a). Pemetaan Potensi Bahan Baku Teh Herbal di Lahan Hutan Garapan Gapoktanhut Puncak Semaring Desa Mekar Sari Kabupaten Lombok Timur. Jurnal Hutan dan Masyarakat, 15 (1), 1-13.

Wangiyana, I. G. A. S., Ratnaningsih, Y., Usman, K., Atmaja, I. G. D., & Triandini, I. G. A. A. H. (2023b). Pelatihan Pembuatan Teh Herbal Hutan Untuk Petani Hutan Buwun Sejati. SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, 6(3), 1631-1638.

Wulandari, F., & Sarjan, M. (2024). Peran Hasil Hutan Bukan Kayu Dalam Mewujudkan Keberlanjutan Sumberdaya Hutan di Indonesia: Suatu Kajian Aksiologi Ilmu. Hutan Tropika, 19(2), 404-413.

Wulandari, F., Dewi, N. P. E., & Wangiyana, I. G. A. S. (2023). Analisis Sifat Fisika dan Mekanika Papan Laminasi Bambu Petung (Dendrocalamus asper Roxb) dan Papan Laminasi Kayu Bayur (Pterospermum javanicum). Journal of Forest Science Avicennia, 6(1), 39-50.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


_______________________________________________

 

Creative Commons License

Prosiding Seminar Nasional Pertanian
is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License

______________________________________________

PROSIDING TERINDEKS:

 

SEKRETARIAT PANITIA: