INOVASI PEMBUATAN COOKIES KAYA GIZI DENGAN PROPORSI TEPUNG BEKATUL DAN TEPUNG KEDELAI

Lilis Rahmawati, Asmawati Asmawati, Adi Saputrayadi

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk melakukan inovasi pembuatan cookies kaya gizi dengan berbagai proporsi tepung bekatul dan tepung kedelai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Eksperimental yang ditata dengan Rancangan  Acak  Lengkap  (RAL) dengan  perlakuan  proporsi tepung bekatul dan tepung kedelai dalam pembuatan cookies kaya gizi yang terdiri dari atas 6 perlakuan yaitu: P0 (100% tepung terigu), P1 (10% tepung bekatul+30% tepung kedelai), P2 (15% tepung bekatul+25% tepung kedelai), P3(20% tepung bekatul+20% tepung kedelai), P4 (25% tepung bekatul+15% tepung kedelai), dan P5 (30% tepung bekatul+10% tepung kedelai). Data hasil pengamatan dianalisis dengan menggunakan Analisis Keragaman (Analisis of Variance = Anova) pada tarafnyata 5% dan diuji lanjut dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf nyata sama yaitu 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi tepung bekatul dan tepung kedelai berpengaruh secara nyata terhadap kadar protein dan sifat organoleptik (warna, aroma, rasa dan tekstur) cookies, tetapi tidak berpengaruh secara nyata terhadap kadar air dan kadar abu cookies yang diamati. Semakin tinggi proporsi tepung bekatul yang ditambahkan dan semakin rendah tepung kedelainya maka kadar abu cookies semakin tinggi, sedangkan kadar protein dan kadar airnya semakin rendah. proporsi tepung bekatul dan tepung kedelai pada perlakuan P3 (20% tepung bekatul : 20% tepung kedelai)  menghasilkan  cookies  yang  disukai  panelis  dari  segi  warna coklat muda, aroma suka, tekstur agak renyah, dan rasa enak.


Keywords


Bekatul; Cookies; Tepung Bekatul

Full Text:

PDF

References


Ardiansyah. Sehat dengan Mengonsumsi Bekatul. Diakses dari http://www.gizi.net. 2004.

Astawan M. Pangan Fungsional untuk Kesehatan yang Optimal. Fakultas Teknologi Pertanian IPB. Bogor. 2011.

Badan Standarisai Nasional (SNI) 01-2973-1992. Standar Mutu Cookies. Jakarta. 2011.

Badan Standarisasi Nasional. Komponen Mutu Tepung Terigu. (SNI 01-3751-2000/Rev). Jakarta: Departemen Perindustrian. 2000.

Cahyadi, W. Kedelai Khasiat Dan Teknologi. Jakarta: Bumi Aksara. Columbia University Press, New York. 2007.

Dahlia., Mutiara., Rusilanti. Membuat Tahu Dan Tempe. Jakarta Selatan: Agromedia. 2007.

Hanafiah, K., A. Rancangan Percobaan Teori dan Aplikasi. Buku. Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya. Palembang. 238 P. 2001.

Layla., N. 2015. Pemanfaatan Tepung Kedelai Sebagai Bahan Substitusi Sus Kering Tepung Mocaf Dengan Variasi Penambahan Jahe. Biology Education Program, Thesis, Surakarta: FaculTy Of Teacher Training And Education, University Of Muhammadiyah Surakarta.

Mandal S, Dahuja A, Kar A, and Santha IM. In vitro kinetics of soybean lipoxygenase with combinatorial fatty substrates and its fungsional signisficance in of flavor development. Food chem…, 146:394-403. 2014.

Mulyani T., Djajati S., Dwi L. R.. Pembuatan Cookies Bekatul (Kajian Proporsi Tepung Bekatul dan Tepung Mocaf) Dengan Penambahan Margarin. Jurnal Rekayasa pangan, Vol.9 No.2 Desember. 2015.

Napitupulu, Donald S., Terip Karo-Karo. Zulkifli L. Pembuatan Kue Bolu Dari Tepung Pisang Sebagai Subtitusi Tepung Terigu dengan Pengayakan Tepung Kedelai. Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian. Vol.1 No.4. Penebar Swadaya. Jakarta. 58 hlm. 2013.

Rahayu, W. P. Petunjuk Penilaian Organoleptik. Fakultas Teknologi Pertanian IPB, Bogor. 1997.

Rao, B., S., N.. Nutritive Value Of Rice Bran. New Delhi. Media Workshop India Pvt Ltd. 2000.

Sudarmadji, S., Bamban, H. Suhardi. Analisis Bahan Makanan dan Pertanian. Liberty. Yogyakarta. 1997.

Suhardjo dan Clara M. Kusharto. Prinsip-Prinsip Ilmu Gizi. Yogyakarta: Penerbit Kanisus. 2002.

Suprapti L. Pembuatan Tempe. Kanisius. Yogyakarta. Suryani. 2006. Bisnis Kue Kering. Penebar Swadaya. Jakarta. 2003.

Swastika, N.D. Tepung Bekatul Melalui Metode Pengukusan dan Pengeringan Rak Serta Pendugaan Umur Simpannya. 2009.

Warisno dan Dahana K. Meraup Untung dari Olahan Kedelai. PT Agro Media Pustaka. Jakarta Selatan. 2010.

Winarno, F.,G.. Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta. Gramedia Pustaka Utama. 2004.

Wulandari, M., E Handarsari. Pengaruh Penambahan Bekatul Terhadap Kadar Protein dan Sifat Organoleptik Biskuit. Jurnal Pangan dan Gizi. Vol.01, No.02. 2010




DOI: https://doi.org/10.31764/agrotek.v7i1.1906

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Author(s)

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 

 

   

 


Alamat Kantor