Tinjauan Sistematis Pembelajaran Berbasis Teknologi Digital dan Pengaruhnya terhadap Identitas Budaya Peserta Didik di Sekolah Multikultural

hana lispaesa, indri yani, inngamul wafi

Abstract


Abstract:  Incorporating digital technology into language and literacy instruction has grown into a pressing concern within multicultural education. This article presents a systematic synthesis of prior research examining how technology-based instruction relates to the cultural identity of learners in multicultural schools. A Systematic Literature Review (SLR) following the PRISMA protocol was conducted, drawing on records indexed in Google Scholar and published between 2019 and 2025. Of the 62 records initially retrieved, 12 satisfied the inclusion criteria and were examined in depth. Findings indicate that digital instructional tools expand learners' exposure to diverse cultural material, while at the same time risking the erosion of local-language use and traditional customs whenever digital content is dominated by global or majority narratives. Teachers' instructional decisions and school policy on local-content integration are shown to mediate this tension, and culturally responsive digital modules support the joint development of technological literacy and cultural identity.

 

Abstrak: Kajian ini menelaah secara sistematis bagaimana pembelajaran berbasis teknologi digital berkaitan dengan identitas budaya peserta didik di sekolah multikultural. Pendekatan yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) mengikuti protokol PRISMA, bersumber dari artikel yang terindeks pada Google Scholar dan terbit antara tahun 2019 sampai 2025. Dari 62 artikel yang teridentifikasi, 12 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dikaji secara mendalam. Hasil kajian menunjukkan bahwa media pembelajaran digital memperluas akses peserta didik terhadap ragam konten budaya, namun juga berpotensi menggerus penggunaan bahasa daerah dan praktik budaya tradisional apabila materi digital didominasi oleh narasi global atau mayoritas. Pilihan pedagogis guru serta kebijakan sekolah terkait integrasi muatan lokal terbukti menjadi penengah dari ketegangan tersebut, sementara modul digital yang responsif budaya membantu menjaga keseimbangan antara literasi teknologi dan identitas budaya.


 


Keywords


digital learning cultural; identity multicultural school; education policy; systematic literature review;pembelajaran digital identitas; budaya sekolah multicultural; kebijakan Pendidikan; tinjauan literatur sistematis;

Full Text:

PDF

References


Almeida, C., & Fitriani, D. (2021). Digital natives and cultural identity: Navigating global content in local classrooms. Asia-Pacific Journal of Educational Studies, 15(4), 301–317.

Anderson, T., & Rivera, M. (2021). Technology-enhanced language learning in diverse classrooms: A systematic review. Journal of Educational Technology Research, 18(2), 112–129.

Banks, J. A. (2019). An introduction to multicultural education (6th ed.). Pearson.

Hartanto, R., & Wijayanti, S. (2023). Modul digital responsif budaya dan retensi kosakata budaya lokal pada kelas multikultural. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Nusantara, 8(2), 77–90.

Herlambang, B., & Anastasia, P. (2024). Global content dominance in mobile learning apps and minority language use. Journal of Digital Culture and Education, 3(1), 15–29.

Kurniawan, D., & Sari, N. P. (2022). Efektivitas pembelajaran berbasis aplikasi digital terhadap penguasaan kosakata siswa sekolah menengah. Jurnal Teknologi Pendidikan Indonesia, 10(1), 45–58.

Kusuma, A. D., & Halim, R. (2022). Studi komparatif platform pembelajaran digital pada sekolah berlatar etnis beragam di Indonesia. Jurnal Kajian Bahasa dan Budaya, 9(3), 190–205.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2020). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (4th ed.). SAGE Publications.

Nguyen, H. T., & Suryani, L. (2023). Interdisciplinary approaches to education, culture, and language policy in Southeast Asia. International Journal of Education and Social Studies, 9(3), 201–218.

Pattinasarany, D., & Simanjuntak, Y. (2024). The mediating role of teachers’ pedagogical choices between digital tools and local identity preservation. International Journal of Language and Culture Studies, 6(1), 40–55.

Prasetyo, B., & Handayani, R. (2020). Kebijakan bahasa dan pendidikan multikultural di Indonesia: Tantangan dan peluang. Jurnal Kebijakan Pendidikan, 7(2), 89–104.

Rahmawati, I., & Putra, A. S. (2023). Erosi bahasa daerah pada generasi digital: Studi kasus siswa multietnis. Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia, 12(2), 150–165.

Salsabila, N., & Ramadhani, F. (2023). Kebijakan integrasi muatan lokal dan kepercayaan diri siswa dalam menampilkan identitas budaya. Jurnal Pendidikan Multikultural Indonesia, 5(2), 101–115.

Triandini, E., Jayanatha, S., Indrawan, A., Werla Putra, G., & Iswara, B. (2019). Metode Systematic Literature Review untuk identifikasi platform dan metode pengembangan sistem informasi di Indonesia. Indonesian Journal of Information Systems, 1(2), 63–77.

Wulandari, F., & Setiawan, A. (2022). Konten digital dan representasi bahasa daerah dalam pembelajaran di sekolah dasar. Jurnal Linguistik Terapan Nusantara, 6(1), 33–47.

Yulianto, H., & Marlina, E. (2022). Praktik berbasis bukti dalam pengembangan kebijakan pendidikan inklusif dan berkeadilan sosial. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan, 11(3), 220–236.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 hana lispaesa, indri yani, inngamul wafi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Education, Social Sciences, and Linguistics: Conference Series

Contact Admin:
Email: [email protected]
WhatsApp: +62 85739534084

ECS Visitor