Pengaruh Konsentrasi Ekstrak Pegagan (Centella asiatica) terhadap Mutu Fisik dan Stabilitas Sediaan Body Butter

Devi Mardiyanti, Willi Wahyu Timur, Niktya Natasya

Abstract


Centella asiatica dikenal menghasilkan senyawa bioaktif yang memberikan manfaat signifikan bagi kesehatan kulit, sehingga menjadikannya kandidat yang menjanjikan untuk digunakan sebagai bahan aktif dalam formulasi body butter. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental yang bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi konsentrasi ekstrak Centella asiatica terhadap karakteristik fisik dan stabilitas formulasi body butter. Ekstrak diperoleh melalui proses maserasi menggunakan etanol 96%, dilanjutkan dengan skrining fitokimia. Formulasi body butter disiapkan dengan tiga konsentrasi ekstrak yang berbeda: 0,15; 0,25; dan 0,5%. Parameter evaluasi kualitas fisik meliputi sifat organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, daya oles, kelengketan, dan jenis emulsi. Pengujian stabilitas fisik dilakukan menggunakan metode uji stabilitas dipercepat dengan enam siklus pada suhu 4 °C dan 40 °C. Analisis data dilakukan menggunakan One-Way ANOVA dan uji Kruskal–Wallis dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik fisik semua formula relatif seragam. Tidak ditemukan perbedaan yang signifikan pada pH, viskositas, daya oles, dan daya rekat pada semua formula tersebut (p > 0,05). Selama uji stabilitas dipercepat terdapat perubahan yang signifikan pada pH, viskositas, dan daya oles, tetapi daya rekat tetap stabil (p > 0,05). Semua parameter memenuhi standar kualitas yang ditetapkan. Perubahan konsentrasi ekstrak tidak secara signifikan mempengaruhi karakteristik fisik sediaan, meskipun perubahan warna secara organoleptik diamati selama penyimpanan dipercepat.

Keywords


Body butter; Centella asiatica; Mutu fisik; Stabilitas; Cyling test

Full Text:

PDF

References


Anantaworasakul, P., et al. (2024). Clinical evaluation of Centella asiatica extract formulation on skin barrier function and hydration in human subjects. Journal of Cosmetic Dermatology, 23(2), 512–520.

Andriani, D., & Puspitasari, D. (2025). Uji stabilitas fisik formulasi emulgel minyak atsiri palmarosa (Cymbopogon martinii). Jurnal Farmasindo Politeknik Indonusa Surakarta, 9, 211–220.

Ansel, H. C. (2013). Bentuk sediaan farmasi dan sistem pengiriman obat (Edisi ke-10). Lippincott Williams & Wilkins.

Arifin, A., Jummah, N., & Arifuddin, M. (2022). Formulasi dan evaluasi krim daun teh hijau (Camellia sinensis (L.) Kuntze) dengan kombinasi pengemulsi. Jurnal Farmasi Indonesia, 19(1), 56–65.

Barel, A. O., Paye, M., & Maibach, H. I. (2009). Buku panduan ilmu dan teknologi kosmetik (Edisi ke-3). Informa Healthcare.

Butarbutar, M. E. T., & Chaerunisaa, A. Y. (2020). Peran pelembap dalam mengatasi kondisi kulit kering. Journal of Pharmaceutics, 6(1), 56–69. https://doi.org/10.24198/mfarmasetika.v6i1.28740

Damayanti, S., et al. (2021). Challenges in transdermal delivery of Centella asiatica phytoconstituents: A review on novel drug delivery systems. International Journal of Applied Pharmaceutics, 13(4), 45–52.

Deniansyah, & Pujiastuti, A. (2022). Formulasi dan pengujian kualitas fisik sediaan krim yang mengandung ekstrak daun karamunting (Rhodomyrtus tomentosa). Jurnal Farmasi dan Produk Alam Indonesia, 5(1), 51–59.

Djajadisastra, J. (2004). Teknologi dan formulasi kosmetik. Penerbit Universitas Indonesia.

Draelos, Z. D., et al. (2022). Efficacy of a topical anti-aging formulation containing Centella asiatica in improving skin quality. Cosmetic Dermatology Journal, 21(8), 3411–3418.

Gohil, K. J., Patel, J. A., & Gajjar, A. K. (2010). Tinjauan farmakologis tentang Centella asiatica: Obat herbal serba guna yang potensial. Indian Journal of Pharmaceutical Sciences, 72(5), 546–556. https://doi.org/10.4103/0250-474X.78519

Hashim, P., dkk. (2011). Triterpene composition and bioactivities of Centella asiatica. Molecules, 16(2), 1310–1322.

Indalifiany, A., Malaka, M. H., Sahidin, S., Fristiohady, A., & Andriani, R. (2021). Formulasi dan pengujian stabilitas fisik nanoemulgel yang mengandung Petrosia sp. Journal of Pharmaceutical Science and Practice (JFSP), 7(3), 321–331.

James, J. T., & Dubery, I. A. (2009). Pentacyclic triterpenoids from the medicinal herb, Centella asiatica, with potential applications in tissue regeneration and scar reduction. Molecules, 14(10), 3922–3941.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Farmakope Indonesia (Edisi ke-6). Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kumar, M. H. V., & Gupta, Y. K. (2002). Pengaruh Centella asiatica terhadap kognisi dan stres oksidatif pada model streptozotocin intraserebroventrikular penyakit Alzheimer. Clinical and Experimental Pharmacology and Physiology, 29(12), 1136–1141.

Lachman, L., Lieberman, H. A., & Kanig, J. L. (1994). Teori dan praktik farmasi industri (Edisi ke-3). Lea & Febiger.

Lailiyah, M., Saputra, S. A., & Aryantini, D. (2024). Pengujian aktivitas antioksidan, total flavonoid, dan formulasi sediaan krim dari ekstrak bangle (Zingiber cassumunar). Jurnal Pendidikan Farmasi Indonesia, 4(3), 396–406. https://doi.org/10.37311/ijpe.v4i3.28181

Malik, F., Suryani, S., Ihsan, S., Meilany, E., & Hamsidi, R. (2020). Formulasi krim scrub tubuh dari ekstrak etanol daun singkong (Manihot esculenta). Jurnal Studi Kesehatan Kerja, 4(1), 21–28. https://doi.org/10.20473/jvhs.v4i1.2020.21-28

Niyomkam, P., et al. (2022). Thermal stability and degradation kinetics of triterpenes in Centella asiatica extract under accelerated storage conditions. Journal of Pharmaceutical and Biomedical Analysis, 209, 114–121.

Nur, A., & Zam, Z. (2022). Formulasi dan evaluasi stabilitas fisik krim ekstrak biji lada hitam (Piper nigrum L.) dengan menggunakan berbagai pengemulsi. Jurnal Ilmu Kesehatan dan Penelitian Klinis Syifa, 4, 304–313.

Pandel, R., dkk. (2013). Cellular UV-induced skin alterations and antioxidants and their role in skin aging. ISRN Dermatology, 2013, 1–11.

Pratama, A. R., et al. (2021). Statistical optimization and physical stability evaluation of herbal cosmetic formulations using ANOVA. International Journal of Cosmetic Science, 43(3), 275–283.

Purwatiningrum, H., Nurcahyo, H., & Riyanta, A. B. (2016). Pengaruh konsentrasi basis lanolin terhadap sifat fisik krim rebusan meniran (Phyllanthus urinaria Linn.). Jurnal Farmasi, 71, 45–47.

Rowe, R. C., Sheskey, P. J., & Quinn, M. E. (2020). Handbook of pharmaceutical excipients (Edisi ke-9). Pharmaceutical Press.

Safitri, E., dkk. (2020). Formulasi dan uji stabilitas fisik sediaan krim ekstrak etanol daun pegagan (Centella asiatica L.). Jurnal Farmasi Klinis dan Sains, 7(2), 114–122.

Sari, R., dkk. (2021). Pengaruh cycling test terhadap stabilitas fisik dan nilai pH sediaan krim kosmetik berbasis bahan alam. Jurnal Sains Farmasi & Klinis, 8(2), 145–152.

Sawidji, S., & La, A. (2022). Formulasi kosmetik topikal berbasis ekstrak herbal lokal. Jurnal Sains dan Teknologi Farmasi, 15(2), 88–97.

Sharon, N. K., & Maibach, H. I. (2000). Cosmetic dermatology: Products and procedures. McGraw-Hill.

Singh, S., Gautam, A., Sharma, A., & Batra, A. (2010). Centella asiatica (L.): A plant with immense medicinal potential but threatened. International Journal of Pharmaceutical Sciences Review and Research, 4(2), 9–17.

Standar Nasional Indonesia. (1996). Sediaan tabir surya (SNI 16-4399-1996). Badan Standardisasi Nasional.

Tan, X., dkk. (2023). Stabilitas fisikokimia dan strategi peningkatan penetrasi kulit pada senyawa triterpenoid dari Centella asiatica. Jurnal Sains Farmasi & Klinis, 10(1), 89–98.

Tranggono, R. I., & Latifah, F. (2007). Buku pegangan ilmu pengetahuan kosmetik. Gramedia Pustaka Utama.

Tungadi, R., Pakaya, M. S., & Ali, P. D. A. (2023). Formulasi dan evaluasi stabilitas fisik sediaan krim senyawa astaxanthin. Indonesian Journal of Pharmaceutical Education, 3(1), 117–124. https://doi.org/10.37311/ijpe.v3i1.14612

Utari, W. S., Pratiwi, E. T., & Subaidah, W. A. (2025). Optimization of cream formula extract Sargassum crassifolium using varied concentrations of glyceryl monostearate and triethanolamine emulgators with the simplex lattice design method. Jurnal Biologi Tropis, 25(1), 102–110.

Voigt, R. (1995). Buku pelajaran teknologi farmasi (Edisi V). Gadjah Mada University Press.

Wardani, K., & Rahmawati, D. (2022). Pengaruh variasi basis terhadap sifat fisik dan stabilitas pH sediaan emulsi topikal ekstrak herbal. Jurnal Sains dan Teknologi Farmasi, 24(1), 45–53.

Wilkinson, J. B., & Moore, R. J. (2018). Harry's cosmeticology (Edisi ke-9). Chemical Publishing Company.

Wulandari, A., Farida, Y., & Taurhesia, S. (2020). Perbandingan aktivitas ekstrak daun kelor dan teh hijau serta kombinasi sebagai antibakteri penyebab jerawat. Jurnal Fitofarmaka Indonesia, 7(2), 23–29. https://doi.org/10.33096/jffi.v7i2.535




DOI: https://doi.org/10.31764/lf.v7i2.39571

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


EDITORIAL OFFICE: