Analisis Pergeseran Penggunaan Bahasa Tau Lokaq Laeq Pada Kalangan Generasi Milenial dan Generasi Z di Desa Malaka

Zihani Zihani, Rabiyatul Adawiyah, Ria Saputri

Abstract


Bahasa Tau Lokaq Laeq merupakan salah satu variasi bahasa Sasak yang digunakan oleh masyarakat Desa Malaka, Kabupaten Lombok Utara. Seiring dengan perkembangan zaman, penggunaan bahasa tersebut mulai mengalami perubahan yang ditandai dengan berkurangnya penggunaan kosakata asli pada generasi yang lebih muda. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pergeseran penggunaan bahasa Tau Lokaq Laeq pada penutur dewasa, generasi milenial, dan Generasi Z di Desa Malaka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi terhadap informan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan analisis pergeseran bahasa mengacu pada teori Fishman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi pergeseran penggunaan bahasa Tau Lokaq Laeq yang ditandai oleh perubahan kosakata antargenerasi. Penutur dewasa masih mempertahankan penggunaan kosakata asli bahasa Tau Lokaq Laeq, sedangkan generasi milenial menunjukkan perubahan pada sebagian kosakata sehingga berperan sebagai generasi transisi. Sementara itu, Generasi Z lebih sering menggunakan bahasa Sasak umum, bahasa Indonesia, maupun istilah yang berkembang melalui media sosial dibandingkan kosakata asli Tau Lokaq Laeq. Pergeseran tersebut dipengaruhi oleh melemahnya pewarisan bahasa dalam keluarga, dominasi penggunaan bahasa Indonesia, perkembangan media sosial, serta perubahan lingkungan komunikasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa bahasa Tau Lokaq Laeq mengalami pergeseran secara bertahap dari penutur dewasa menuju generasi milenial hingga Generasi Z. Oleh karena itu, diperlukan upaya pelestarian melalui pewarisan bahasa dalam keluarga dan masyarakat agar keberadaan bahasa Tau Lokaq Laeq tetap terjaga sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat Desa Malaka.

Keywords


Pergeseran Bahasa;Bahasa Tau Lokaq Laeq;Generasi Z; Sosiolinguistik; Desa Malaka

Full Text:

PDF

References


Abdussamad, Z. (2021). Metode Penelitian Kualitatif. Makassar: CV Syakir Media Press.

Chaer, A., & Agustina, L. (2014). Sosiolinguistik: Perkenalan Awal. Jakarta: Rineka Cipta.

Holmes, J., & Wilson, N. (2022). An Introduction to Sociolinguistics (6th ed.). London: Routledge.

Mahsun. (2017). Metode Penelitian Bahasa: Tahapan, Strategi, Metode, dan Tekniknya. Depok: Rajawali Pers.

Sugiyono. (2022). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Wardhaugh, R., & Fuller, J. M. (2021). An Introduction to Sociolinguistics (8th ed.). Hoboken, NJ: John Wiley & Sons.

Muhid, A., & Ningsih, S. (2021). Perception of Interdialectal Accommodation by Sellers and Buyers in Sasak: A Sociolinguistic Perspective. Ranah: Jurnal Kajian Bahasa, 10(2), 232–245.

Riadi, B. (2021). Language Shift: Local Language Proficiency of the Younger Generation in Lampung. AKSARA: Jurnal Bahasa dan Sastra, 22(2), 276–285.

Rizki, B. U., Nursaly, B. R., & Ernawati, T. (2022). Pergeseran Bahasa Sasak di Lingkungan Pondok Pesantren Ulil Albaab NW. Journal of Lombok Studies, 1(2), 17–28.

Wilian, S., & Husaini, B. N. (2018). Pergeseran Pemakaian Tingkat Tutur (Basa Alus) Bahasa Sasak di Lombok. Linguistik Indonesia, 36(2), 157–172.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Prosiding Seminar Nasional Paedagoria telah terindeks:

Google Scholar