KLASIFIKASI DAN PERKEMBANGAN DESA BERDASARKAN INDEKS DESA MEMBANGUN DI NUSA TENGGARA BARAT
Abstract
Abstrak: Indeks Desa Membangun (IDM) merupakan instrumen kebijakan untuk mengukur tingkat kemajuan dan kemandirian desa berdasarkan dimensi ketahanan sosial, ekonomi, dan lingkungan, namun kajian kuantitatif yang menguji kontribusi relatif ketiga dimensi tersebut terhadap variasi IDM pada tingkat wilayah masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Indeks Ketahanan Lingkungan (IKL), Indeks Ketahanan Sosial (IKS), dan Indeks Ketahanan Ekonomi (IKE) terhadap Indeks Desa Membangun (IDM) serta mengidentifikasi dimensi yang paling dominan memengaruhi pembangunan desa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan data sekunder IDM terhadap 57 desa yang dianalisis menggunakan regresi linier berganda melalui uji koefisien determinasi, uji F, uji t, dan pengujian asumsi model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa IKL, IKS, dan IKE secara simultan berpengaruh signifikan terhadap IDM dengan kemampuan menjelaskan variasi sebesar 71,6 persen, sementara secara parsial seluruh variabel berpengaruh positif dan signifikan dengan ketahanan lingkungan sebagai faktor paling dominan. Temuan ini menegaskan bahwa pembangunan desa yang berkelanjutan memerlukan kebijakan terintegrasi yang menempatkan penguatan ketahanan lingkungan sebagai fondasi utama, tanpa mengabaikan pengembangan sosial dan ekonomi secara seimbang.
Abstract: Village Development Index (IDM) is a policy instrument for measuring the level of progress and independence of villages based on the dimensions of social, economic, and environmental resilience. However, quantitative studies examining the relative contribution of these three dimensions to IDM variation at the regional level are still limited. This study aims to analyze the influence of the Environmental Resilience Index (IKL), Social Resilience Index (IKS), and Economic Resilience Index (IKE) on the Village Development Index (IDM) and to identify the most dominant dimension influencing village development. This study uses an explanatory quantitative approach with secondary IDM data on 57 villages analyzed using multiple linear regression through the coefficient of determination test, F test, t test, and model assumption testing. The results show that IKL, IKS, and IKE simultaneously have a significant effect on IDM with an explanatory power of 71.6 percent, while partially all variables have a positive and significant effect with environmental resilience as the most dominant factor. These findings confirm that sustainable village development requires integrated policies that place strengthening environmental resilience as the main foundation, without neglecting balanced social and economic development.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Akibu, R. S. (2025). Pembangunan Berkelanjutan di Kabupaten Gorontalo Integrasi Sosial, Ekonomi, Dan Lingkungan. Perubahan Iklim Dan Pembangunan Berkelanjutan, 107.
Amelia, S. (2022). Pengembangan Kawasan Strategis Ekonomi “Koridor Barat-Timur” Dan Implikasi Terhadap Strategi Investasi Di Sumatera Barat.
Anggoro, Y. (2025). Analisis Pengaruh Dana Desa, Alokasi Dana Desa dan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Keistimewaan Kalurahan terhadap Indeks Desa Membangun di Kabupaten Gunungkidul. Universitas Islam Indonesia.
Elfahdi, A., Mardyani, Y., Sasmito, Y., & Budiati, R. (2021). Evaluasi Perkembangan Desa dan Pengaruh Dana Desa Terhadap Indeks Desa Membangun di Kabupaten Belitung Timur. KAMIKAWA (Jurnal Perencanaan Pembangunan Dan Inovasi), 1(1), 36–52.
Iftitah, A. E., & Wibowo, P. (2022). Pengaruh dana desa, alokasi dana desa, dan pendapatan asli desa terhadap indeks desa membangun di kabupaten Gowa. Jurnal Ilmu Pemerintahan Widya Praja, 48(1), 17–36.
Lindawaty, D. S. (2023). Pembangunan desa pasca Undang-Undang No. 6 Tahun 2014 tentang desa [Village development post Law No. 6 of 2014 on villages]. Jurnal Politica Dinamika Masalah Politik Dalam Negeri Dan Hubungan Internasional, 14(1), 1–21.
Loali, & Rita, J. (2025). Analisis Pengaruh Infrastruktur Jalan, Dan Distribusi Air Bersih Terhadap Produk Domestik Regional Bruto Sumatera Utara 2011-2022. Repository.
Muhtarom, N. K., & Purwanti, E. (2018). Analisis Indeks Desa Membangun Untuk Mengetahui Pola Perkembangan Pembangunan Desa di Kecamatan Gadingrejo Kabupaten Pringsewu. Inovasi Pembangunan–Jurnal Kelitbangan, 6(2), 179–190.
Muta’ali, L. (2024). Geografi Pemerintahan: Peran Geografi dalam Manajemen Pemerintahan. Henry Bennett Nelson.
Pitaloka, D., Prayoga, S., & Ernawati, N. (2024). Pengantar Hukum Tata Ruang. MEGA PRESS NUSANTARA.
Rahmawati, S., Nugroho, I., & Santoso, E. B. (2024). Analisis Perkembangan Desa Berdasarkan Indeks Desa Membangun di Indonesia. Jurnal Perencanaan Wilayah Dan Kota, 35(2), 123–137. https://doi.org/10.5614/jpwk.2024.35.2.3
Saputra, R. (2019). Pengaruh Pengelolaan Dana Desa terhadap Peningkatan Status Indeks Desa Membangun. Jurnal Administrasi Publik, 17(1), 45–60.
Sriningsih, N., & Yulianto, F. (2025). Pembangunan Desa Berbasis Lingkungan Menggunakan Indeks Desa Membangun di Kabupaten Lombok Barat. Jurnal Pembangunan Wilayah, 8(1), 55–69.
Syahdan, G. A., El Ahnof, F., & Agustin, H. (2024). Sistem Informasi IDM (Indeks Desa Membangun) Berbasis WEB di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Pelalawan. Jurnal Ekonomi KIAT, 35(2), 25–29.
Yanto, H. (2022). Indeks Desa Membangun Desa Setawar Kecamatan Sekadau Hulu Kabupaten Sekadau. Jurnal Pembangunan Dan Pemerataan, 10(2).
Yunita, Y., Nurmalasyari, N., Ulia, A. R., Ardiansyah, M. F., Inayah, A. U., & Salsabila, G. V. (2025). Analisis Peran Modal Sosial dalam Mendorong Pemberdayaan Masyarakat untuk Pembangunan Inklusif Berkelanjutan. Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara, 2(3), 1786–1797.
DOI: https://doi.org/10.31764/geography.v10i2.37173
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian Penelitian & Pengembangan Pendidikan
Email: [email protected] | p-ISSN 2339-2835 | e-ISSN 2614-5529
EDITORIAL OFFICE:


