MODAL SOSIAL DAN PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM KAITAN TINGKAT KEMAJUAN DESA

Hedyan Irawati, Agus Dwi Wicaksono, Gunawan Prayitno

Abstract


Permasalahan utama di Kabupaten Malang adalah masih banyakanya kecamatan yang merupakan kecamatan dengan desa tertinggal di dalamnya. Peningkatan status dari desa tertinggal menjadi desa mandiri atau maju dapat dilakukan secara bersama dengan meningkatkan modal sosial masyarakat.  Tingii rendahnya modal sosial akan memberikan pengrauh pada partisipasi masyarakat. Masyarakat akan mudah dalam pelaksanaan pembangunan apabila memiliki modal social yang tinggi begitu juga sebaliknya. Indeks Pembangunan Desa (IPD) dan analisis Partial Least Square (PLS) kami gunakan untuk mengetahui hubungan modal sosial terhadap partisipasi masyarakat. Variabel kepercayaan, jaringan sosial, dan norma sosial merupakan komponen pembentuk modal sosial. Sedangkan variabel partisipsi diukur menggunakan sub variabel kemampuan partisipasi, partisipasi materi, partisipasi jaringan, kemauan partisipasi. Hasil Analisa menunjukkan bahwa Desa mandiri terdapat di Desa Ngroto, sedangkan indeks terkecil berada di Desa Wiyurejo (termasuk desa tertinggal). Analisis indeks partisipasi masyarakat Desa Ngroto termasuk dalam kelas tingkat partisipasi sedang sedangkan Desa Wiyurejo tergolong rendah. Analisa modal social menunjukkan bahwa Desa Ngroto seluruh komponen modal social memiliki terkait partisipasi (nilainya signifikan), sedangkan Desa Wiyurejo terdapat komponen modal social yaitu kepercayaan tidak  terkait dengan partisipasi (nilainya tidak signifikan)

Keywords


Modal Sosial; Partisipasi; IPD; Tingkat Kemajuan Desa.

Full Text:

DOWNLOAD [PDF]

References


BAPPENAS. (2008). Buku Penyelenggaraan Pemerintah dan Pembangunan Daerah. Kementrian Bappenas.

Coleman, J. (1988). Social Capital in the Creation of Human Capital Author. The American Journal of Sociology, 94(Supplement), S95–S120. https://doi.org/10.1037/0012-1649.22.6.723

Dina, M. (2017). Hubungan Modal Sosial dan Partisipasi Masyarakat dalam Program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) di Krpl Kota Malang. (Edisi 1). UB Press.

Kementerian Desa. (2019). Data Status Kemajuan dan Kemandirian 15.000 Desa Prioritas (5.000 Desa Tertinggal). In Kementerian Desa (Vol. 37, Issue 1).

Kementrian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. (2021). Status IDM.

Khairunnisa, A. (2020). Implementasi Pariwisata Berkelanjutan dan Dampaknya Terhadap Pembangunan Ekonomi Masyarakat Perspektif Islam (Studi di Desa Pujon Kidul, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang). UIN Maliki Malang.

Laboratorium Pengembangan Wilayah dan Kebijakan Publik PWK FT UB. (2020). Pengkajian Wilayah Desa (Participatory Rural Appraisal).

Linggarjati, K. P., Prayitno, G., & Wicaksono, A. D. (2019). Study of Community Participation in Development of Ngadas Traditional Tourism Village in Poncokusumo District, Malang Regency. Tataloka, 21(4), 736. https://doi.org/10.14710/tataloka.21.4.736-745

Nugraha, A. T., Prayitno, G., Situmorang, M. E., & Nasution, A. (2020). The role of infrastructure on economic growth and income inequality of Indonesian. Economics and Sociology, 13(1), 102–115. https://doi.org/10.14254/2071

Undang Undang No 6 Tentang Desa, (2014).

Prayitno, G. (2017). Social capital and temporal migrant characteristic in rural Indonesia - A case of Malang Regency. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science. https://doi.org/10.1088/1755-1315/70/1/012037

Prayitno, G., Matsushima, K., & Kobayashi, K. (2017). Social ties and the migration decision of temporal migrant workers. Journal of Regional and City Planning. https://doi.org/10.5614/jrcp.2017.28.2.6

Prayitno, G., Maulida RF, B., & Nugraha, A. T. (2019). Modal Sosial, Ketahanan Pangan dan Pertanian Berkelanjutan Desa Ngadireso, Indonesia. Region: Jurnal Pembangunan Wilayah Dan Perencanaan Partisipatif, 14(2), 229. https://doi.org/10.20961/region.v14i2.30018

Prayitno, G., & Subagiyo, A. (2018). Membangun Desa. UB Press.

Prayitno, G., Subagiyo, A., Rusmi, S., & Evelina. (2019). Perencanaan Desa Terpadu: Modal Sosial dan Perubahan Lahan (1st ed.). AE Medika Grafika.

Priyono, M. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif. Zifatama Publishing.

Putnam, R. (2001). Bowling Alone: The Collapse and Revival of American Community. SIMON & SCHUSTER. Inc.

Riska Farisa, B. M., Prayitno, G., & Dinanti, D. (2019). Social Capital and Community Participation on Infrastructure Development in Pajaran Village, Malang Regency Indonesia. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science. https://doi.org/10.1088/1755-1315/239/1/012046

Santoso. (2018). Partisipasi Masyarakat dalam Pembangunan di Kota Balikpapan. Jurnal Ilmiah Wahana Bhakti Praja, 8(2), 97–112. https://doi.org/https://doi.org/10.33701/jiwbp.v8i2.292

Subagiyo, A., Prayitno, G., & Kusriyanto, R. (2020). Alih Fungsi Lahan Pertanian ke-Non Pertanian di Kota Batu Indonesia. GEOGRAPHY, 8(2), 135–150. https://doi.org/doi.org/10.31764/geography.v8i2.2653

Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D.Bandung:Alfabeta. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan R & D.Bandung:Alfabeta. https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004

Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Bisnis: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, Kombinasi, dan R&D (3rd ed.). ALFABETA.




DOI: https://doi.org/10.31764/geography.v9i1.4019

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

GEOGRAPHY : Jurnal Kajian Penelitian & Pengembangan Pendidikan
Email: [email protected] | p-ISSN 2339-2835 | e-ISSN 2614-5529

 EDITORIAL OFFICE: