MEWUJUDKAN GENERASI CERDAS MELALUI SOSIALISASI PENCEGAHAN PERNIKAHAN DINI DI SMPN 2 KERUAK

Chinta Shaqila, Isnaini Isnaini, Linna Mahpuzah, Annisa Tri Haryati, Eka Amalia Yunita, Suci Ramadhani, Aryadhewa Julian Firana, Muhammad Alfa Salam, Abdul Rahman Potewoda

Abstract


ABSTRAK                                                                            

Pernikahan dini merupakan salah satu masalah sosial yang masih terjadi di Indonesia, terutama di daerah pedesaan dengan tingkat pendidikan rendah. Praktik ini berdampak negatif pada kesehatan reproduksi, psikologis, sosial, serta kelanjutan pendidikan remaja. Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini dilaksanakan di SMPN 2 Keruak, Kabupaten Lombok Timur, dengan tujuan meningkatkan pengetahuan siswa mengenai bahaya pernikahan dini. Sebanyak 50 siswa kelas VIII dan IX mengikuti sosialisasi yang disampaikan oleh dosen sebagai narasumber, sementara mahasiswa berperan sebagai fasilitator. Materi sosialisasi mencakup dampak negatif pernikahan dini, peraturan negara mengenai batas usia perkawinan, dan kerumitan kehidupan pernikahan usia muda. Evaluasi dilakukan melalui wawancara terhadap tiga siswa sebagai sampel. Hasil wawancara menunjukkan bahwa siswa memahami pernikahan dini sebagai perkawinan di bawah umur, mengenali dampak kesehatan seperti kehamilan berisiko tinggi dan potensi stunting, serta menyebutkan konsekuensi ekonomi, sosial, dan psikologis. Siswa juga menegaskan pentingnya melanjutkan pendidikan sebagai proteksi masa depan dan menyoroti peran teman sebaya dalam saling mendukung agar tidak menikah dini. Refleksi ini memperlihatkan bahwa sosialisasi tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga membentuk sikap preventif dan motivasi untuk menunda pernikahan. Oleh karena itu, program serupa direkomendasikan untuk terus dilaksanakan dalam rangka mendukung terwujudnya generasi muda yang cerdas, sehat, dan berdaya saing.

 

Kata kunci: Generasi Cerdas; Edukasi; Pencegahan Perkawinan Dini

 

ABSTRACT

Early marriage remains a persistent social issue in Indonesia, particularly in rural areas with limited educational attainment. This practice negatively affects adolescents’ reproductive health, psychological well-being, social stability, and educational continuity. This Community Service Program (KKN) was conducted at SMPN 2 Keruak, East Lombok Regency, with the aim of increasing students’ awareness of the dangers of early marriage. A total of 50 students from grades VIII and IX participated in the socialization session, which was delivered by a lecturer as the main speaker, while KKN students acted as facilitators. The material focused on the negative impacts of early marriage, national regulations on the minimum legal age, and the challenges of household life at an early age. Evaluation was carried out through interviews with three selected students. The results revealed that students understood early marriage as underage marriage, identified health risks such as high-risk pregnancies and the potential for stunting, and recognized its economic, social, and psychological consequences. They also emphasized the importance of continuing education as future protection and acknowledged the role of peers in providing mutual support to avoid early marriage. These findings demonstrate that the program not only improved students’ knowledge but also shaped preventive attitudes and motivated them to postpone marriage. Thus, similar initiatives are recommended to be sustained in order to foster a smart, healthy, and empowered young generation.

 

Keywords: Smart Generation; Education; Prevention of Early Marriage

Keywords


Smart Generation; Education; Prevention of Early Marriage

Full Text:

PDF

References


BPS. (2022). Statistik perkawinan usia anak di Indonesia 2022.

Choirunissa, R., Indrayani, T., & Lestari, M. (2023). Pendidikan Kesehatan tentang Dampak Negatif Pernikahan Dini dan Kesehatan Reproduksi di Kabupaten Bogor Jawa Barat. Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK), 5(1), 83–86. https://doi.org/10.36565/JAK.V5I1.436

Dewi, L. S., Rahmiati, B. F., & Sholehah, N. Z. (2022). Analisis Dampak Pernikahan Anak Perempuan Usia Dini Dengan Status Kesehatan, Gizi, Dan Psikologis. Nutriology: Jurnal Pangan, Gizi, Kesehatan, 3(2). https://doi.org/10.30812/nutriology.v3i2.3042

Fujiana, F., Putri, T. H., Chairunisa, T. S., Kafaso, V. P. T., & Eulalia, N. (2023). Cegah Pernikahan Usia Anak melalui Edukasi Kesehatan pada Siswa SMP. Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), 6(8), 3150–3158. https://doi.org/10.33024/JKPM.V6I8.10322

Junaedi, M., Muntaqo, L., Haryanto, S., Khoiri, A., & Khanifa, N. K. (2022). The Role of Schools in Early Marriage Education and Reproductive Health Rights (Case Study: Students in Wonosobo District). AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan, 14(3), 2727–2736. https://doi.org/10.35445/ALISHLAH.V14I3.1362

Kohan, S., Allahverdizadeh, S., Farajzadegan, Z., Ghojazadeh, M., & Boroumandfar, Z. (2021). Transition into the sexual and reproductive role: a qualitative exploration of Iranian married adolescent girls’ needs and experiences. Reprod Health, 18, 157. https://doi.org/10.1186/s12978-021-01208-6

Kulkarni, J., Tanvir Hossain, M., Webb, L., Kyaddondo, D., Jeanette Maritz, Nhampoca, J. M., & Maritz, J. E. (2024). EDITED BY Early marriage, education and mental health: experiences of adolescent girls in Mozambique. Frontiers in Global Woman Health. https://doi.org/10.3389/fgwh.2024.1278934

Lenny, S. P., & Alifiani, H. (2024). The relationship between knowledge and adolescents’ attitudes towards early marriage. Majalah Kesehatan Indonesia, 5(1), 9–14. https://doi.org/10.47679/makein.2024201

Maggalatung, S., Siagian, A., & Nilasari, N. (2021). International Journal of Applied Science and Engineering Review The Legal Culture Of Early Wedding In The Village Of Medang Sukamulya Rumpin, Bogor Indonesia. International Journal of Applied Science and Engineering Review, 2(3). https://doi.org/10.52267/IJASER.2021.2303

Malla, S. (2022). Socialization of Education about Early Marriage in Rural Communities. Journal of Universal Community Empowerment Provision , 2(3), 79–84. https://doi.org/10.55885/JUCEP.V2I3.254

Ningtiyas, S. F., Ernawati, M., & Al-Furqony, M. I. (2024). Sosialisasi Pentingnya Pencegahan Pernikahan Dini Kepada Siswa-Siswi SMA Argopuro Panti, Jember. BERBAKTI : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(1), 10–16. https://doi.org/10.30822/BERBAKTI.V2I1.3203

Nurismawan, A. S., Fahruni, F. E., & Naqiyah, N. (2023). Edukasi Pencegahan Pernikahan Dini Berbasis Budaya Di Kalangan Remaja. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri), 7(1), 566–573. https://doi.org/10.31764/JMM.V7I1.12375

Rofiq, O. N., Hidayah, A. N., Saputra, A., Ramadhani, R. P., Nurul ’aini, S., Ardhiyaka, M. K., Hasanah, N. N., Inayah, N. T., Yusuf, M., & Bily, A. (2024). Pernikahan Dini Dalam Tinjauan Hukum Islam Dan Dampaknya. Literasi Hukum, 8(1). https://doi.org/10.31002/lh.v8i1.1546

Sagalova, V., Nanama, S., Zagre, N. M., & Vollmer, S. (2021). Long-term consequences of early marriage and maternity in West and Central Africa: Wealth, education, and fertility. J Glob Health, 11, 13004. https://doi.org/10.7189/jogh.11.13004

Tambing, Y., Fatiah, M. S., Irjayanti, A., Kesehatan, P., Kesehatan Ibu, R. /, Anak, D., Sarjana, S., Masyarakat, K., Cenderawasih, U., Lingkungan, P. K., & Kerja, K. (2023). Determinan Pengambilan Keputusan Untuk Menikah Pada Remaja Di Indonesia Determinants of Decision-Making for Marriage among Adolescents in Indonesia. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 14(2), 171–180. http://journaliakmitangsel2.iakmi.or.id

UNICEF. (2021). Child marriage in Indonesia: Progress and challenges.

WHO. (2020). Adolescent pregnancy: Key facts.

Widyastari, D. A. (2020). Revisiting the New Indonesia’s Marriage Act 2019: will it be effective to prevent adolescent marriage? Public Health Journal, 1(1).




DOI: https://doi.org/10.31764/jce.v4i3.34909

Refbacks

  • There are currently no refbacks.