PEMBERDAYAAN BIDAN DALAM PENGGUNAAN PARTOGRAF UNTUK DETEKSI DINI PENCEGAHAN SECTIO CAESAREA DI PMB AYU ASTUTI KECAMATAN TALIWANG, SUMBAWA BARAT
Abstract
ABSTRAK
Partograf merupakan alat yang direkomendasikan oleh WHO untuk digunakan secara rutin pada tahap pertama persalinan guna memantau kemajuan persalinan serta mencegah persalinan lama dan komplikasi. Efektivitas partograf telah dibuktikan melalui penelitian yang melibatkan 35.484 wanita. Meskipun sebagian besar bidan telah mengenal partograf, penggunaannya secara konsisten dan real-time masih rendah. Berdasarkan observasi awal dan wawancara di PMB Ayu Astuti menunjukkan bahwa beberapa bidan menganggap partograf hanya sebagai persyaratan administrasi, bukan sebagai alat klinis untuk pengambilan keputusan. Rendahnya pemanfaatan partograf dipengaruhi oleh kurangnya pengetahuan dan keterampilan bidan dalam membaca serta mengisi partograf sesuai standar, serta keterbatasan waktu dan tenaga karena bidan praktik mandiri umumnya bekerja sendiri. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi bidan melalui pemberdayaan dalam penggunaan partograf sebagai upaya deteksi dini dan pencegahan tindakan sectio caesarea. Metode yang digunakan meliputi pre-test, pelatihan dan penyegaran materi, serta post-test dengan soal yang sama. Kegiatan dilaksanakan pada 18 September 2025. Hasil menunjukkan adanya peningkatan keterampilan pengisian partograf dengan rata-rata kenaikan sebesar 20,2%. Mitra menyambut positif kegiatan ini karena membantu memperbarui pengetahuan bidan. Selain meningkatkan keterampilan, kegiatan ini juga berdampak pada sikap, pelaksanaan, dan pengambilan keputusan bidan.
Kata kunci: Pemberdayaan; Partograf; Pencegahan; Deteksi Dini; Sectio Caesare.
ABSTRACT
The partograph is a tool recommended by WHO for routine use in the first stage of labor to monitor the progress of labor and prevent prolonged labor and complications. The effectiveness of the partograph has been demonstrated through a study involving 35,484 women. Although most midwives are familiar with the partograph, its consistent and real-time use remains low. Based on initial observations and interviews at PMB Ayu Astuti, it was shown that some midwives considered the partograph only as an administrative requirement, not as a clinical tool for decision making. The low utilization of partographs is influenced by the lack of knowledge and skills of midwives in reading and filling out partographs according to standards, as well as limited time and energy because independent midwives generally work alone. This community service activity aims to improve the competence of midwives through empowerment in the use of partographs as an effort to detect early and prevent caesarean sections. The methods used included a pre-test, training and refresher courses, and a post-test using the same questions. The activity was conducted on September 18, 2025. Results showed an improvement in partograph filling skills, with an average increase of 20.2%. Partners welcomed this activity because it helped update midwives' knowledge. In addition to improving skills, this activity also impacted midwives' attitudes, practice, and decision-making.
Keywords: Empowerment; Partograph; Prevention; Early Detection; Sectio Caesarea.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Afriani, A. , A. Z. A. , & N. R. (2023). Efektivitas penggunaan partograf dalam pengambilan keputusan klinik. Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar.
Apsera, L. , S. P. , & S. S. (2023). Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Keterampilan Pengisian Partograf dengan Pengambilan Keputusan Klinik pada Bidan di Wilayah Kerja Puskesmas A.
Dila, W. , N. T. P. , S. J. T. , H. F. S. D. & M. I. (2022). Faktor yang Berhubungan dengan Persalinan Sectio Caesarea Periode 1 Januari – Desember 2019 di RSU Bandung Medan. 8, 359–368 . J. Heal. Technol. Med.
Dinas Kesehatan Provinsi NTB. (2021). Sectio Sesarea. Lombok Timur: NTB. (Ini bisa menjadi data umum tentang operasi caesar di Lombok Timur). .
Febriandi. (2020). Menkes/320/2020 tentang Keputusan Menteri Kesehatan RI No.HK.01.07/Menkes/320/2020 Tentang Standar Profesi Bidan. 28(2). 1-43.
Gebrehiwot, S. W. M. W. A. and H. G. Weldearegay. (2020). Health Care Professionals’ Adherence to Partograph Use in Ethiopia: Analysis of 2016 National Emergency Obstetric and Newborn Care Survey. BMC Pregnancy and Childbirth 20(1): 1–9. BMC Pregnancy and Childbirth 20(1): 1–9.
Ghulaxe, Y. (2022). Advancement in partograph: WHO’s labour care guide. Journal of Obstetrics and Gynaecology of India, 72(5), 385–390. https://doi.org/10.1007/s13224-022-01644-9.
Hagos, A. A. and E. C. Teka. (2020). Utilization of Partograph and Its Associated Factors among Midwives Working in Public Health Institutions , Addis Ababa City. . BMC Pregnancy and Childbirth 20(49): 1–9.
Haryani, F. , S. P. , & A. E. S. (2021). Pengaruh Teknik Relaksasi Napas Dalam Terhadap Intensitas Nyeri Pada Post Operasi Sectio Caesarea. 6, 15–24.
Komarijah, N. , S. & W. Y. K. (2023). Determinan Kejadian Persalinan Sectio Caesarea (SC) Di RSUD Syamrabu Bangkalan. Prosiding Seminar Nasional Hasil Riset Dan Pengabdian, 2513–2522. .
Kristanti, A. N. , & F. N. (2022). Tingkat Kecemasan Pada Pasien Pre operasi Sectio Caesarea di Rumah Sakit Mardi. Repository Universitas Bakti Tunas Husada.
Mamta, S. (2022). A study to assess effectiveness of information booklet regarding use of partograph among midwives. International . Journal of Nursing Education and Research, 10(3), 231–235.
Nurasmi, N. , D. Y. , & I. I. (2022). Pemberdayaan dan Pembinaan Bidan Dalam Meningkatkan Ketepatan Pengambilan Keputusan Klinik Ibu bersalin Melalui Penerapan Pengunaan Partograf Digital dan Konvensional di Puskesmas Biromaru. Indonesia Berdaya, 3(2), 407-412.
Subani, P. , S. S. , & W. E. (2020). Hubungan Pengetahuan Bidan Dengan Penggunaan Partograf Dalam Persalinan Di Wilayah Kerja Puskesmas Petanang Kota Lubuklinggau Tahun 2018. . Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga, 4(2), 1-7.
Yulianti, S. , R. T. , P. Y. (2022). Hubungan pengetahuan dengan penggunaan partograf pada Bidan di Wilayah Kota Bengkulu. . Journal Of Midwifery Vol. 10 No. 2.
DOI: https://doi.org/10.31764/jce.v4i3.35386
Refbacks
- There are currently no refbacks.
