PENGEMBANGAN BAHAN AJAR PPKN BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI MIS BABUL JIHAD MORU KECAMATAN ALOR BARAT DAYA KABUPATEN ALOR

Sudarto Lukman Lema, Ismail Tamal Biat, Bustami M. Kaibana, Abdul Rasyid Umar

Abstract


ABSTRAK

Komponen paling penting dalam keberlangsungan kegiatan pembelajaran adalah sebuah kurikulum. Kurikulum harus bersifat dinamis yang perlu disesuaikan dengan perkembangan paradigma pergeseran filsafat pendidikan, perubahan sosial, dan mengikuti perkembangan ilmu sains dan teknologi yang ada, serta harus disesuaikan dengan kondisi masyarakat di wilayah satuan pendidikan. Banyak guru, terutama di MIS Babul Jihad Moru, tidak mampu membuat bahan ajar berbasis kearifan lokal. Dalam rangka pengabdian masyarakat, workshop ini diadakan secara tatap muka selama satu hari, dengan metode ceramah, praktik langsung, dan evaluasi produk. Tujuan dari workshop ini adalah untuk meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun bahan ajar PPKn yang berbasis kearifan lokal. Kegiatan ini diikuti oleh enam guru kelas. Hasilnya menunjukkan bahwa 88% peserta mampu mengintegrasikan kearifan lokal dam materi ajar. Sebagai hasil dari workshop, setiap peserta berhasil membuat satu RPP dan bahan ajar yang berbasis kearifan lokal. Hasil wawancara menunjukkan bahwa sebagian besar peserta menganggap kegiatan sangat bermanfaat. Penelitian menunjukkan bahwa pengembangan bahan ajar berbasis kearifan lokal perlu dilakukan untuk menyederhanakan muatan materi PPKn agar peserta didik mudah untuk memahaminya. Oleh karena itu, kegiatan ini benar-benar membantu meningkatkan kemampuan guru untuk menghadapi tantangan pendidikan di era kekinian.

Kata kunci: Kurikulum PPKn; Kearifan Lokal; Sekolah Dasar.

 

 

ABSTRACT

The most important component of sustainable learning activities is the curriculum. The curriculum must be dynamic, adapting to evolving paradigms, shifting educational philosophies, social change, and the latest developments in science and technology. The curriculum must also be tailored to the conditions of the community in the educational unit's area. Many teachers, particularly at MIS Babul Jihad Moru, have not yet been able to develop teaching materials based on local wisdom. As part of community service, a one-day face-to-face workshop was held, using lectures, hands-on practice, and product evaluation methods. This workshop aimed to improve teachers' abilities in developing local wisdom-based Civics Education (PPKn) teaching materials. Six classroom teachers participated in the workshop. Results showed that 88% of participants were able to integrate local wisdom into the teaching materials. The workshop resulted in each participant successfully developing lesson plans and teaching materials based on local wisdom. Interviews indicated that most participants found the workshop very beneficial. Research indicates that developing local wisdom-based teaching materials is necessary to simplify Civics Education (PPKn) material for easier student understanding. Therefore, this activity significantly improves teachers' abilities to face the challenges of education in today's era. 

Keywords: Citizenship Curriculum; Local Wisdom; Elementary School.


Keywords


Citizenship Curriculum; Local Wisdom; Elementary School.

Full Text:

PDF

References


Aini, N., Zainuddin, Z., & Mahardika, A. I. (2018). Pengembangan materi ajar IPA menggunakan model pembelajaran kooperatif berorientasi lingkungan lahan basah. Pengembangan Materi Ajar IPA Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Berorientasi Lingkungan Lahan Basah, 6(02).

Husada, S. P., Taufina, T., & Zikri, A. (2020). Pengembangan bahan ajar pembelajaran tematik dengan menggunakan metode visual storytelling di sekolah dasar. Jurnal Basicedu, 4(2), 419–425.

Kurniawati, F. E., & Miftah, M. (2015). Pengembangan bahan ajar aqidah ahklak di madrasah ibtidaiyah. Jurnal Penelitian, 9(2), 367–388.

Lubis, M., & Harahap, S. (2025). Pendidikan Karakter Berbasis Pancasila Dan Kearifan Lokal. Edu Publisher.

Nadlir, N. (2016). Urgensi pembelajaran berbasis kearifan lokal. Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies), 2(2), 299–330.

Putriani, C., Rafni, A., Ananda, A., & Isnarmi, I. (2023). Pengembangan materi ajar PPKn KD 3.4 berbasis kearifan lokal Minangkabau. Journal of Education, Cultural and Politics, 3(1), 9–20.

Rohman, T. (2019). Pengembangan kurikulum dan pembelajaran pendidikan kewarganegaraan berbasis kearifan lokal di SMK negeri 10 bandung. Untirta Civic Education Journal, 4(2).

Santika, I. W. E., & Purana, I. M. (2019). Pengembangan Materi Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Berbasis Kearifan Lokal Bali (Study kasus di SMA N 1 Denpasar). Seminar Nasional Inovasi Dalam Penelitian Sains, Teknologi Dan Humaniora-InoBali, 1186–1195.

Santoso, R., & Wuryandani, W. (2020). Pengembangan bahan ajar ppkn berbasis kearifan lokal guna meningkatkan ketahanan budaya melalui pemahaman konsep keberagaman. Jurnal Ketahanan Nasional, 26(2), 229–248.

Sholeh, M. I., Sokip, S., Asrop, S., Habibulloh, M. U. H., Sahri, S., & Al Farisy, F. (2025). Integrasi Nilai-Nilai Islam Dan Kearifan Lokal Dalam Pengembangan Kurikulum Pendidikan Berbasis Karakter. ABDUSSALAM: Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan Islam, 1(1), 59–72.

Suprihatin, S., & Manik, Y. M. (2020). Guru menginovasi bahan ajar sebagai langkah untuk meningkatkan hasil belajar siswa. PROMOSI (Jurnal Pendidikan Ekonomi), 8(1).

Utami, F., Warman, W., & Suryaningsi, S. (2024). Menumbuhkan Tradisi Lokal dan Kebhinekaan Peserta Didik Melalui Pembelajaran Problem Based Learning. PRIMER: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 2(2), 131–141.

Widiyanto, D., Prananda, A. R., Novitasari, S. P., & Syahroni, M. (2024). Kearifan Lokal dan Pancasila: Strategi Penguatan Nilai Kebangsaan dalam Pendidikan. Surabaya: PT. Cakrawala Candradimuka Literasi.

Yulianti, H., & Nisa, A. F. (2023). Kurikulum Berbasis Kearifan Lokal di Sekolah Dasar. Prosiding Dewantara Seminar Nasional Pendidikan, 1(02).

Yusuf, M. (2023). Inovasi pendidikan abad-21: Perspektif, tantangan, dan praktik terkini. Selat Media.




DOI: https://doi.org/10.31764/jce.v4i3.36246

Refbacks

  • There are currently no refbacks.