PENERAPAN TEKNOLOGI HIDROGEL-NANO MATERIAL UNTUK PENINGKATAN PRODUKTIVITAS CABAI PADA TANAH SALIN MELALUI KEMITRAAN MASYARAKAT DI PULAU BAHO, SULAWESI TENGGARA
Abstract
ABSTRAK
Pulau baho terletak di Desa Labuan Beropa, Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Pulau Baho masih 1 daratan dengan laonti akan tetapi tidak adanya akses darat sehingga akses menuju dusun Baho menggunakan perahu. Sebagian besar dari masyarakatnya adalah nelayan yang sangat tergantung pada ekosistem pesisir. Kondisi perairan yang kadang tidak bersahabat menyebabkan nelayan sering menunda penangkapan ikan sehingga mempengaruhi pendapatan perekonomian. Dusun Baho umumnya memiliki tanah dengan tekstur pasir, berkadar garam dan rendah unsur hara. Oleh sebab itu, lahan dikawasan pesisir Baho dapat dikatakan tidak dapat memberikan kontribusi pendapatan dari sektor pertanian bagi penghuninnya. Pengabdian ini bertujuan memberdayakan masyarakat dusun baho khususnya kelompok “Gold Mom’ yang beranggotakan 20orang melalaui penerapan teknolgi hidrogel-nanomaterial dalam budidaya cabai pada tanah salin dengan waktu kegaitan selama 8 bulan. Budidaya tanaman pangan seperti cabai merupakan produk holtikultura yang bernilai ekonomi tinggi yang bersifat multiguna, karena dapat digunakan sebagai bahan pangan maupun obat-obatan. Selain itu, program ini juga mencakup pelatihan budidaya, pengolahan pasca panen (Saus sambal dan cabai bubuk), Pembentukan kelompok tani serta manajemen usaha tani yang mandiri. Metode pelaksanaan terdiri dari sosialisasi, pelatihan teknis, penerapan teknologi, pendampingan kelompok hingga evaluasi berkelanjutan. Luaran yang ditargetkan meliputi meningkatnya keterampilan masyarakat dalam budidaya dan pengolahan cabai, terbentuknya kelompok tani, serta publikasi jurnal. Dampak jangka panjang yang diharapkan adalah peningkatan kemandirian ekonomi masyarakat pesisir dan model usaha tani cabai berbabsis inovasi yang berkelanjutan. Hasil kegiatan penerapan teknologi untuk peningkatan pertumbuhan tanaman cabai menunjukkan ada peningkatan 50-70% dibanding tanaman yang tidak menggunakan Hodrogel-Nano dan juga adanya kegiatan baru bagi kelompok ibu-ibu di dusun baho Hasil kegiatan penyuluhan dan pelatihan menunjukkan ada peningkatan pemahaman masyarakat dalam penanaman cabai dan juga pascapanen.
Kata Kunci: Teknologi Hidrogel-Nano Material, Budidaya Cabai, Pemberdayaan Masyarakat, Pascapanen.
ABSTRACT
Baho Island is located in Labuan Beropa Village, Laonti District, South Konawe Regency, Southeast Sulawesi. Baho Island shares a landmass with Laonti, but there is no land access, so access to Baho Hamlet is by boat. Most of the residents are fishermen who depend heavily on the coastal ecosystem. The sometimes unfriendly water conditions often cause fishermen to postpone fishing, which impacts their income. Baho Hamlet generally has sandy soil with a high salt content and low nutrient content. Therefore, the land in the Baho coastal area can be said to be unable to contribute to agricultural income for its residents. This community service aims to empower the Baho hamlet community, especially the 20-member "Gold Mom" group, through the application of hydrogel-nanomaterial technology in chili cultivation on saline soil with an activity period of 8 months. Cultivation of food crops such as chili is a horticultural product with high economic value that is multipurpose, because it can be used as food and medicine. In addition, this program also includes training in cultivation, post-harvest processing (chili sauce and chili powder), the formation of farmer groups and independent farming business management. The implementation method consists of socialization, technical training, technology application, group mentoring to continuous evaluation. Targeted outputs include increasing community skills in chili cultivation and processing, the formation of farmer groups, and journal publications. The expected long-term impact is increased economic independence of coastal communities and a chili farming business model based on sustainable innovation. The results of the application of technology to increase chili plant growth show a 50-70% increase compared to plants that do not use Hydrogel-Nano and also the creation of new activities for mothers' groups in Baho hamlet. Results of extension activities The training demonstrated an increase in community understanding of chili cultivation and post-harvest management.
Keywords: Hydrogel-Nano Material Technology, Chili Cultivation, Community Empowerment, Post-Harvest.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Abdeen S.A., Hassan H.H., Ahmed A dan Naser R.A.E. The synergistic effect of biochar and poly (2-ethyl-2-oxazoline)/chitosan) hydrogels on saline soil properties and carrot productivity. Chemical and Biological Technologies in Agricuktur. 2023. 10:68.
Adi S.H. Teknologi Nano Untuk Pertanian: Aplikasi Hidrgel Untuk Efisiensi Irigasi. Jurnal Sumberdaya Lahan. 2012. 6(1) : 1-8.
Anah L, Astrini N, Suharto, Nurhikmat A, Haryono A. Studi Awal Sintesa Carboxy Methyl Cellullosa Graftpoly (Acrilyc Acis) Monmorilonit Superabsorben Polimer Hidrogel Koposit Melalui Proses Kopolimerisasi Cangkok. Berita Selulosa. 2010. 25(1): 1-8
Arias C.B., Piedad, G.R., Mabel, T.T., Luisa, P.V., Catalina, A.L., Natalia, J.Q dan Gustavo, A.H.L. Analysis of the grwoth of Hydrogel Application in Agriculture : A Review. MDPI. 2025. 11 (9). 731.
Astuti R, Prasetyo J. Pengembangan usaha tani cabai berbasis inovasi dan diversifikasi produk. J Agribisnis Berkelanjutan. 2023;18(2):112-25.
Bahar Y. H. Efesiensi proses Pengeringan dan Uji Hasil Cabai Bubuk untuk Peningkatan Daya Simpan Cabai Merah. Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis. 2017. 1(1): 39-47
Bandak S., Seyed A.M.N., Saeed M., Aynaz L. A Longitudinal analysis of soil salinity changes using remotely sensed imageries. Scientific report. Nature Portofolio. 2024. 14:10383
El-Ramady H., Jozsef P., Hani M., Yousry A.B., Tarek A.S., Szilvia V., Eric C.B. Review of Crop Response tp Soil Salinity Stress : Possible Approaches from Leaching to Nano-Management. MDPI. 2024. 8 (1). 11
Iba W, Irdam R, Risfandi. Peningkatan Kapasitas Mas yarakat Untuk Beradaptasi Dengan Perubahan Iklim Melalui Edu-Environment dan Transplantasi Karang. Studi Kasus Masyarakat Pesisir Baho, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. SNPPM. 2020. 978-623-90328-5-2.
Masganti M., Andin M.A., Ynti R.D., Muhammad A., Muhammad N., Rusmila A. Pengelolaan Lahan dan Tanaman Pada di Lahan Salin. Jurnal Sumberdaya Lahan. 2022. 16 (2).
Purwaningrahayu R. D, Abdullah T. Pemulsaan dan Ameliorasi Tanah Salin untuk Pertumbuhan dan Hasil Kedelai. J Agron. 2018. 46(2) : 182-188
Ranisa S, Maya I, Yudha I. Perbandingan Hasil Pertumbuhan Tanaman Cabai(Capsicum annuum L.) Dengan Pemberian Pupuk Anorganik dan Organik. 2024. 6(3) : 1093-1102
Suriadikusumah A, Mulyani O, Salim H.E.H. Identification of Organic Hydrogel Characteristic as soil Conditioneron Physio-chemical Inseptisols. Man an India. 2015. 96(12): 1-2.
Wong H., Guangfei Q., Xinxin L., MInjie H., Chenyang Y., Rui X. Hydrogel materials in Agricultur : A review. Journal of Environmntal Chemical Engineering. 2025. 13 (3).
Zunita V.T., Slamet S., Fahmi A.R, Erick Y. Pengaruh BAhan Pelapis Benih Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung (Zea mays L.) Pada Cekaman Salin. Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan. 2024. 11 (2). 433-442
DOI: https://doi.org/10.31764/jce.v4i3.36832
Refbacks
- There are currently no refbacks.
