PEMBERDAYAAN NELAYAN PESISIR MELALUI INOVASI SERBUK TULANG SOTONG SEBAGAI MATERIAL PRODUK KESEHATAN
Abstract
ABSTRAK
Limbah tulang sotong dari aktivitas kuliner dan perikanan pesisir belum dimanfaatkan secara optimal, padahal berpotensi sebagai sumber mineral dan bahan baku produk bernilai tambah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam mengolah tulang sotong menjadi serbuk kalsium-magnesium sederhana sekaligus memperkuat peluang usaha berbasis ekonomi biru. Mitra sasaran adalah kelompok nelayan dan masyarakat pesisir Kelurahan Bintaro, Kecamatan Ampenan, dengan peserta evaluasi sebanyak 14 orang. Metode pelaksanaan meliputi koordinasi, persiapan alat dan bahan, sosialisasi, edukasi kesehatan mineral, pelatihan langsung, penyusunan SOP produksi sederhana, serta pendampingan pengemasan dan pemasaran. Evaluasi dilakukan melalui pretest, posttest, dan observasi praktik. Hasil kegiatan menunjukkan nilai rata-rata pretest sebesar 52,86 meningkat menjadi 86,79 pada posttest, sehingga terjadi peningkatan 33,93 poin atau sekitar 64,19%. Peserta juga mampu menjelaskan tahapan pencucian, pengeringan, penghalusan, pengayakan, dan pengemasan. Program ini menjadi model pemberdayaan masyarakat pesisir yang mengintegrasikan riset tulang sotong, edukasi kesehatan, keterampilan produksi, dan diversifikasi ekonomi lokal secara berkelanjutan.
Kata kunci: Tulang Sotong; Pemberdayaan Masyarakat; Nelayan Pesisir; Ekonomi Biru; Kalsium-Magnesium.
ABSTRACT
Cuttlebone waste generated from coastal culinary and fisheries activities remains underutilized, although it has potential as a mineral source and value-added raw material. This community service program aimed to improve partners' knowledge and practical skills in processing cuttlebone into simple calcium-magnesium powder while strengthening blue-economy-based business opportunities. The target partners were coastal fishers and community members in Bintaro Urban Village, Ampenan Subdistrict, with 14 participants completing the evaluation. The implementation method included coordination, preparation of tools and materials, socialization, mineral-health education, hands-on processing training, preparation of a simple production SOP, and assistance with packaging and marketing. Evaluation was conducted using pretest, posttest, and practice observation. The results showed that the average pretest score increased from 52.86 to 86.79 in the posttest, indicating a gain of 33.93 points or approximately 64.19%. Participants were also able to explain the stages of washing, drying, grinding, sieving, and packaging. This program offers a coastal community empowerment model that integrates cuttlebone-based research, health education, production skills, and sustainable local economic diversification.
Keywords: Cuttlebone; Community Empowerment; Coastal Fishers; Blue Economy; Calcium-Magnesium.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Agustina, M., Sarwili, I., Masyaroh, S., Purnamasari, R., & Rijaludin, C. (2021). Pemanfaatan Tanaman Herbal Jahe Menjadi Minuman Jahe untuk Meningkatkan Imunitas Tubuh di Era Pandemi Covid-19. Jurnal Pengabdian Masyarakat Saga Komunitas, 1(1), 8–11.
Alghamdi, M., Gutierrez, J., & Komarnytsky, S. (2023). Essential Minerals and Metabolic Adaptation of Immune Cells. Nutrients, 15(1), 1–19. https://doi.org/10.3390/nu15010123
Biny, L., Gerasimovich, E., Karaulov, A., Sukhanova, A., & Nabiev, I. (2024). Functionalized Calcium Carbonate-Based Microparticles as a Versatile Tool for Targeted Drug Delivery and Cancer Treatment.
Diantara, L. B., Hasyim, H., Septeria, I. P., Sari, D. T., Wahyuni, G. T., & Anliyanita, R. (2022). Tuberkulosis Masalah Kesehatan Dunia: Tinjauan Literatur. Jurnal ’Aisyiyah Medika, 7(2), 78–88. https://doi.org/10.36729/jam.v7i2.855
Fatisa, Y., & Utami, L. (2021). Pemberdayaan Masyarakat Peduli Makanan Sehat Melalui Deteksi Berbasis IPTEK Menggunakan Senyawa Bahan Alam pada Bahan Tambahan Pangan Berbahaya. Menara Riau, 14(1), 22. https://doi.org/10.24014/menara.v14i1.12540
Hendriyani, I., Lenysia, B., Anjani, P., & Hijriani, N. (n.d.). FTIR – AAS Spectroscopic Profiling of Cuttlefish Bone for Determining Its Immunogenic Potential. 1–9.
Hijriani, I., Yulidar, & Luciana, L. (2023). Jurnal Peduli Masyarakat. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) - Aphelion, 5(JUNI), 207–212. http://jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/JPM
Istichomah, I., & Ambarwati, E. R. (2024). Edukasi tentang tanaman herbal untuk mengatasi Hipertensi di Dusun Sumber Gamol Gamping Sleman. Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI), 6(1), 1. https://doi.org/10.30644/jphi.v6i1.849
Khoseang, S., Khunsorn, N., Xianlong, D., Hongbing, L., Aenglong, C., & Chintong, S. (2025). Characteristics and in vitro coagulation property of structured calcium compounds from cuttlebone. Food Chemistry: X, 29, 102700. https://doi.org/10.1016/j.fochx.2025.102700
Liu, X., Wu, Z., Cavalli, R., Manzoli, M., & Cravotto, G. (2024). Ultrasonic Preparation of Nano-CaCO 3 Templates and Hollow Mesoporous SiO 2 Nanoparticles for Voriconazole Loading. 3.
Nazir, A., Alashkar, T., & Hayashi, K. (2024). Lamellar Septa-like Structured Carbonate Apatite Scaffolds with Layer-by-Layer Fracture Behavior for Bone Regeneration.
Penentuan, S., Fungsi, G., Tulang, E., & Sepia, S. (2025). Study on The Determination of Chitosan Functional Groups of Sotong ( Sepia sp ) Bone Extract. 13(2), 211–220.
Siregar, R. S., Hadiguna, R. A., Kamil, I., Nazir, N., & Nofialdi, N. (2020). Tanaman Biofarmaka; Penyakit Dan Ekonomi. Jurnal Pertanian Cemara, 17(1), 21–29. https://doi.org/10.24929/fp.v17i1.1041
Suprapto, S., & Arda, D. (2021). Pemberdayaan Masyarakat Melalui Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Meningkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat. Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas, 1(2), 77–87. https://doi.org/10.25311/jpkk.vol1.iss2.957
Syahrir, S., Syahrotussita, V., Yahya, D. W., Astuti, Y. W., Mataram, U. M., & Mataram, U. M. (n.d.).
DOI: https://doi.org/10.31764/jce.v5i2.39882
Refbacks
- There are currently no refbacks.

5.png)
