DAMPAK EMISI BAU TPS TERHADAP KUALITAS LINGKUNGAN DAN FAKTOR PENYEBABNYA DI NYANTONG KELURAHAN KAHURIPAN KECAMATAN TAWANG KOTA TASIKMALAYA
Abstract
Abstrak: Permasalahan pengelolaan sampah di kawasan perkotaan masih menjadi isu penting, khususnya terkait emisi bau yang dihasilkan dari Tempat Penampungan Sementara (TPS). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi emisi bau di TPS wilayah Nyantong, Kota Tasikmalaya, serta dampaknya terhadap kualitas lingkungan dan aktivitas masyarakat. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi lapangan dan wawancara dengan masyarakat serta pengelola TPS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa emisi bau terutama berasal dari proses dekomposisi sampah organik yang menghasilkan gas seperti amonia (NH₃) dan hidrogen sulfida (H₂S). Intensitas bau meningkat pada saat terjadi penumpukan sampah, keterlambatan pengangkutan, serta kondisi cuaca tertentu. Dampak yang ditimbulkan meliputi penurunan kualitas lingkungan, gangguan kenyamanan, munculnya hewan pengganggu, serta potensi pencemaran air. Faktor utama penyebab bau meliputi dominasi sampah organik, tidak adanya pemilahan, sistem pengelolaan yang masih konvensional, frekuensi pengangkutan yang tidak konsisten, serta desain TPS yang terbuka. Oleh karena itu, diperlukan perbaikan pengelolaan melalui peningkatan frekuensi pengangkutan, penerapan pemilahan dan pengolahan sampah, serta pengembangan desain TPS yang lebih tertutup dan ramah lingkungan.
Abstract: Urban waste management remains a critical issue, particularly regarding odor emissions generated from Temporary Waste Disposal Sites (TPS). This study aims to analyze the condition of odor emissions in the Nyantong TPS, Tasikmalaya City, and their impacts on environmental quality and community activities. A qualitative descriptive approach was employed through field observations and interviews with local residents and TPS managers. The results indicate that odor emissions primarily originate from the decomposition of organic waste, producing gases such as ammonia (NH₃) and hydrogen sulfide (H₂S). Odor intensity increases during waste accumulation, delays in transportation, and certain weather conditions. The impacts include decreased environmental quality, reduced community comfort, the presence of pests, and potential water pollution. The main contributing factors include the dominance of organic waste, lack of waste segregation, conventional management systems, inconsistent transportation frequency, and open TPS design. Therefore, improvements are required through increasing transportation frequency, implementing waste segregation and treatment, and developing a more enclosed and environmentally friendly TPS design.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Almeisa, K., & Kasmiati, S. (2024). Dampak keberadaan tempat pembuangan akhir terhadap kondisi lingkungan masyarakat. Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi, 9(3), 147–156. https://jppg.uho.ac.id/index.php/journal/article/download/162/56
Aminarti, R., Fajriah, N., Hutabarat, I. T. U., & Marbun, S. F. (2025). Analisis dampak lingkungan dan sosial akibat penumpukan sampah di Jalan Sipirok Area. Jurnal Ilmiah Penelitian Mahasiswa, 3(6), 174–183. https://ejurnal.kampusakademik.my.id/index.php/jipm/article/view/1597
Amansyah, M., Rahmah, N., Az-Ziqra, A. A., Akmal, N., Alfasyari, A., & Khaqul, A. (2026). Kinerja operasional tempat pembuangan sampah terkendali di Bantaeng, Indonesia: Pengelolaan lindi, gangguan bau, dan kendala kelembagaan. Penelitian Kritis Kesehatan Terpadu, 2(1), 98–107. https://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/ucr/article/view/65809
Aura, A. C., et al. (2023). Analisis dampak pencemaran udara akibat operasional tempat pembuangan akhir sampah. https://jurnal.stiapembangunanpalu.ac.id/index.php/administrator/article/view/105
Ayathollah, A., Alchamdani, & Waldah, A. (2021). Analisis kadar hidrogen sulfida dan keluhan pernapasan pada pemulung di TPA Puuwatu Kota Kendari. Jurnal Ilmiah Pendidikan Lingkungan dan Pembangunan, 22(1), 1–15. https://doi.org/10.21009/PLPB.221.01
Dewi, S. A., et al. (n.d.). Eksternalitas negatif dari keberadaan TPS terhadap sosial-ekonomi masyarakat. https://ejournal.poltekkes-denpasar.ac.id/index.php/JKL/article/view/4119
Khansa, S., et al. (n.d.). Ancaman keselamatan dan kenyamanan lingkungan di sekitar area pembuangan sampah. https://journals.ecotas.org/index.php/ems/article/view/100
Moleong, L. J. (2018). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Muyasaroh, S. (2025). Tinjauan metode pengolahan sampah organik skala rumah tangga di Indonesia: Review of household organic waste processing methods in Indonesia. JERNIH: Journal of Environmental Engineering and Hygiene, 3(2), 120–136. https://doi.org/10.31537/jernih.v3i2.2685
Nanda, M., et al. (n.d.). Analisis TPS sampah dan dampaknya bagi lingkungan di Perumnas Mandala. https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/jkt/article/view/16263
Polii, B., Najoan, J., & Ogie, T. (2021). Analisis kadar gas rumah kaca dan bau di TPA Sumompo, Manado, Sulawesi Utara. Agrisosioekonomi, 5, 1–8.
Ramadhani, R., et al. (2024). Dampak aktivitas TPA terhadap lingkungan: Pendekatan kualitatif deskriptif di kawasan Cipayung Depok. Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Manajemen. https://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jiem/article/view/4889
Republik Indonesia. (2008). Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah.
Sidebang, C. P. (2022). Analisis dampak timbunan sampah di sekitar lokasi TPA Tanjung Pinggir Kota Pematangsiantar. https://melatijournal.com/index.php/jmas/article/view/16
Sugiyono. (2017). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Syahputra, F. T., & Rahman, M. Z. (2024). Monitoring gas berbahaya di area pembuangan atau pengolahan sampah (Doctoral dissertation, Universitas Islam Indonesia). https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/51392
Takahindangen, G. E., et al. (2024). Dampak tempat pembuangan akhir sampah terhadap gangguan kesehatan di masyarakat Kelurahan Sumompo Kota Manado. https://jurnal.jikma.net/index.php/jikma/article/view/167
Wahyuningsih, S., Widiati, B., Melinda, T., & Abdullah, T. (2023). Sosialisasi pemilahan sampah organik dan non-organik serta pengadaan tempat sampah organik dan non-organik. Dedikasi Saintek Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(1), 7–15. https://doi.org/10.58545/djpm.v2i1.103
Yusmaman, W. M., Widiyanto, H., Rohmah, S. N., & Akbarsyah, M. A. (2023). Bahaya lingkungan pada open dumping sampah organik perkotaan. Jurnal Bengawan Solo, 2(2), 85–101.
Zhang, Y., Ning, X., Li, Y., Wang, J., Cui, H., Meng, J., et al. (2021). Penilaian dampak gangguan bau, risiko kesehatan, dan variasi yang berasal dari permukaan tempat pembuangan sampah. Waste Management, 126, 771–780. https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0956053X21001975
DOI: https://doi.org/10.31764/jeptec.v3i1.39807
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Journal of Environmental Policy and Technology

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.