Penguatan Branding Batik Khas Kota Cilegon Melalui Pelatihan Digital Marketing

Atia Sonda, Agung Satrio Wicaksono, Miftahus Sholihin, Isnaini Mahuda, Faula Arina, Midia Rahma, Regina Dwirahma Alisya, Andhika Muhamad Ichsan, Syukron Faiz

Abstract


Abstract:  Rinara Batik, a micro, small, and medium enterprise (MSME), is one of the producers of traditional batik from Cilegon City. To date, the business has primarily focused on a business-to-business (B2B) model, serving schools, large corporations, and local government institutions as its main clients. While this approach provides business stability, it also limits market reach and has yet to fully strengthen the identity of Cilegon’s batik among the wider public. Therefore, a more effective branding strategy that leverages the potential of digital marketing is needed.This community service program aims to enhance the capacity of MSMEs to develop a strong and competitive brand identity, while also expanding their market from B2B to business-to-customer (B2C). The program was conducted through several stages, including problem identification through discussions, the preparation and delivery of digital marketing and website development training and evaluation through participat satisfaction surveys. The evaluation result indicate a very high level of satisfaction with an overall average scrore of 4,74. Through this program, Rinara Batik is expected to expand its market reach and strengthen the position of Cilegon’s batik.

Abstrak: UMKM Rinara Batik merupakan salah satu pelaku usaha batik khas Kota Cilegon yang selama ini berfokus pada model bisnis business to business (B2B) dengan pelanggan utama sekolah, perusahaan besar, dan pemerintah daerah. Meskipun memberikan stabilitas usaha, pola ini membatasi jangkauan pasar dan belum sepenuhnya memperkuat identitas batik khas Kota Cilegon di kalangan masyarakat luas. Oleh karena itu, diperlukan strategi branding yang lebih efektif dengan memanfaatkan potensi digital marketing. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas UMKM dalam mengembangkan identitas merek yang kuat, berdaya saing, serta memperluas pasar dari B2B menuju Business to Customer (B2C). Kegiatan pegabdian ini dilakukan melalui tahapan identifikasi masalah melalui diskusi, penyusunan dan penyampaian materi pelatihan digital marketing dan pembuatah website serta evaluasi kegiatan melalui kepuasan peserta untuk mengukur efetivitas pelatihan. Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan tingkat kepuasan yang sangat baik dengan rata-rata skor keseluruhan sebesar 4,74. Dengan kegiatan ini, UMKM Rinara Batik diharapkan mampu memperluas jangkauan pasar, meningkatkan penjualan, sekaligus memperkuat posisi batik khas Kota Cilegon.

Keywords


Batik; Branding; Digital Marketing.

Full Text:

PDF

References


Anisyah, Y., & Atmanti, H. D. (2011). Analisis Perkembangan Industri Batik Semarang. Eprints.Undip.Ac.Id, 1(1), 20–35.

Awa, A., Judijanto, L., Ohyver, D. A., Zahara, A. E., & Setiawati, T. (2024). Digital Marketing Strategy: Membangun Bisnis Online melalui Strategi Pemasaran Digital yang Efektif. PT. Green Pustaka Indonesia.

Dewa Gugat, T., Permatasari, S., Sugihartono, A., & Winda. (2023). Branding UMKM Bismatik sebagai Project Based Learning. SENADA: Semangat Nasional Dalam Mengabdi, 4(1), 9–16. https://doi.org/10.56881/senada.v4i1.151

Lestarini, S., & Handayani, P. W. (2012). Pendefinisian Instrumen Evaluasi Website E-Commerce Business To Consumer (B2C). Jurnal Sistem Informasi MTI-UI, 10–18.

Liao, H. (2018). Service Quality and Customer Satisfaction: Direct and Indirect Effects in a B2B Customer Loyalty Framework. The Journal of Global Business Management, 8.

Nurainun, Rasyimah, & Heriyana. (2008). Analisis Industri Batik di Indonesia Oleh: Nurainun, Heriyana dan Rasyimah Fakultas Ekonomi Universitas Malikussaleh Banda Aceh. Fokus Ekonomi, 7(3), 124–135.

Nuvriasari, A. (2012). Mengelola Hubungan dengan Pelanggan pada Praktik Pemasaran Business to Business (B2B) dengan Orientasi Penciptaan Loyalitas. Sinergi, 13(1), 15–28. https://doi.org/10.20885/sinergi.vol13.iss1.art2

Raysharie, P. I., Harto, B., Judijanto, L., Apriyanto, A., Riyanto, J., Gumilang, R. R., & Kusumastuti, S. Y. (2025). UMKM: Pengelolaan usaha dari Kecil menjadi besar. PT. Sonpedia Publishing Indonesia.

Roostika, R. (2019). Territorial Marketing and Collective Branding to Support Regional Development: A Study of Smes Batik Industry. Russian Journal of Agricultural and Socio-Economic Sciences, 90(6), 97–106. https://doi.org/10.18551/rjoas.2019-06.14

Sastradinata, B. L. N. (2024). Strategi UMKM dan bisnis kreatif. Bumi Aksara.

Siregar, A. ., Raya, A. B., Nugroho, A. D., Indana, F., P., I. M. Y., Andiani, R., & Kinasih, A. T. (2020). Upaya Pengembangan Industri Batik di Indonesia. Dinamika Kerajinan Dan Batik: Majalah Ilmiah, 37(1), 41–54. https://doi.org/10.22322/dkb.V36i1.4149

Siregar, V. M. M. (2018). Perancangan Website Sebagai Media Promosi Dan Penjualan Produk. TAM (Technology Acceptance Model), 9(1), 15–21.

Sitanggang, C. E., Firda, D. A., Ramadhini, R., Panjaitan, J. M., Sofwan, S., & Sholeh, M. (2024). Penggunaan Media Sosial Sebagai Alat Promosi Usaha. FORBISWIRA FORUM BISNIS DAN KEWIRAUSAHAAN, 14(1), 23–29.

Wahyuningsih, S. H., Parwoto, P., & Dewi, N. I. (2023). Economic Inclusiveness Program through the Development Center of Batik Pengkol. Proceeding International Conference of Community Service, 1(2), 1190–1197. https://doi.org/10.18196/iccs.v1i2.186

Wibowo, A. (2024). Strategi Penjualan B2. Penerbit Yayasan Prima Agus Teknik, 1–135.

Yulianto, E., & Mauluddin, A. (2019). Penerapan E-Commerce Berbasis Business To Customer (B2C) Pada Industri Garment. In Search, 18(1), 124–136. https://doi.org/10.37278/insearch.v18i1.143




DOI: https://doi.org/10.31764/am.v5i2.35422

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Google Scholar BASE Garuda Crossref

WorldCat Dimensions

ROAD OneSearch SINTA

EDITORIAL OFFICE: