Peningkatan Penalaran Spasial Melalui Pelatihan Media Pembelajaran Puzzle Berbasis Pendekatan Deep Learning
Abstract
Abstract: This Community Service Program aims to improve elementary school students’ spatial and mathematical literacy by enhancing teachers’ competencies in developing and utilizing concrete learning media in the form of plane geometry puzzles based on a deep learning approach. The program was conducted at SD Negeri Inpres Skouw Mabo, Jayapura City, where challenges remain in the effective use of learning media and students’ spatial reasoning abilities. A participatory approach was employed through stages of problem identification, socialization, training, evaluation and reflection, and sustainability planning. Teachers were trained to design, create, and implement plane geometry puzzle media integrating the principles of mindful, meaningful, and joyful learning. The results indicate improved teacher knowledge and skills in developing contextual puzzle-based media aligned with learning outcomes, as well as enhanced understanding of the deep learning approach. The program also increased teachers’ motivation and creativity in fostering active, enjoyable, and meaningful learning. This program was funded by a grant from the Directorate of Research and Community Service (DPPM) through the BIMA platform and has the potential to sustainably improve instructional quality and students’ spatial reasoning and mathematical literacy
Abstrak: Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi spasial dan literasi matematika siswa sekolah dasar melalui peningkatan kompetensi guru dalam membuat dan memanfaatkan media pembelajaran konkret berupa puzzle bangun datar berbasis pendekatan deep learning. Kegiatan pengabdian dilaksanakan di SD Negeri Inpres Skouw Mabo, Kota Jayapura, yang masih menghadapi kendala dalam pemanfaatan media pembelajaran serta rendahnya kemampuan penalaran spasial siswa. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui tahapan identifikasi masalah, sosialisasi, pelatihan, evaluasi dan refleksi, serta perencanaan keberlanjutan program. Pada tahap pelatihan, guru dilatih merancang, membuat, dan menggunakan media puzzle bangun datar yang mengintegrasikan prinsip mindful, meaningful, dan joyful learning. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan guru dalam mengembangkan media pembelajaran puzzle yang kontekstual dan sesuai dengan capaian pembelajaran. Guru juga memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai penerapan pendekatan deep learning serta mampu mengkreasikan media puzzle untuk berbagai mata pelajaran. Selain itu, kegiatan ini meningkatkan motivasi dan kreativitas guru dalam menciptakan pembelajaran yang aktif, menyenangkan, dan bermakna. Program ini didanai oleh hibah Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) melalui platform BIMA dan berpotensi memberikan dampak berkelanjutan terhadap peningkatan kualitas pembelajaran serta pengembangan kemampuan penalaran spasial dan literasi matematika siswa sekolah dasar.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Ainun, A. N. (2024). Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Konkret Terhadap Hasil Belajar Matematika Kelas V SD. Pinisi Journal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 4(2), 608–615. https://doi.org/10.70713/pjp.v4i2.52922
Anditiasari, N., & Dewi, N. R. (2021). Analisis Teori Perkembangan Kognitif Piaget Pada Anak Usia 11 Tahun Di Brebes. Mathline : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, 6(1), 97–108. https://doi.org/10.31943/mathline.v6i1.177
Kompas.com. (2025, Februari 14) Apa itu Deep Learning? Ini Penjelasan Mendikdasmen Abdul Mu’ti. (n.d.). Retrieved September 5, 2025, from https://www.kompas.com/edu/read/2025/02/14/182322371/apa-itu-deep-learning-ini-penjelasan-mendikdasmen-abdul-muti
Assakhiy, H. P., Pratiwi, D. N., & Ermawati, D. (2024). Penerepan Media Puzzle Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Matematis Siswa Kelas Iv Pada Materi Bangun Datar.
Marfilinda, R., & Akhiyar, M. (2024). Studi Pustaka Penerapan Media Puzzle pada Pembelajaran di Sekolah Dasar. Indo-MathEdu Intellectuals Journal, 5(4), 4763–4776. https://doi.org/10.54373/imeij.v5i4.1692
OECD. (2022) Mathematics literacy. Retrieved September 8, 2025, from https://www.oecd.org/en/topics/mathematics-literacy.html
Rohmah, M., Budiyono, & Indriati, D. (2021). Hass’s Theory: How Is the Students’ Spatial Intelligence in Solving Problems? 169–175. https://doi.org/10.2991/assehr.k.211122.024
Sudirman, S., & Alghadari, F. (2020). Bagaimana mengembangkan kemampuan spasial dalam pembelajaran matematika di sekolah?: Suatu tinjauan literatur. Journal of Instructional Mathematics, 1(2), 60–72.
Sukmawati, S. (2023a). Analisis Literasi Matematika Mahasiswa Calon Guru SD. Absis: Mathematics Education Journal, 1–9. https://doi.org/10.32585/absis.v5i1.3708
Sukmawati, S. (2023b). Pelatihan Alat Peraga Jam Sudut Pada Guru di SD YPK Kwadeware, Jayapura. Dimasejati: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(3), 47–53. https://doi.org/10.70095/dimasejati.v5i3.13533.g5289
Syafi’i, A., & Darnanengsih. (2025). Pendekatan Pembelajaran Berbasis Deep Learning: Mindful Learning, Meaningful Learning, Dan Joyful Learning. Al-Mumtaz: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 2(1). https://e-jurnal.iainsorong.ac.id/index.php/Al-Mumtaz/article/view/1991
Taylor, H. A., & Tenbrink, T. (2013). The spatial thinking of origami: Evidence from think-aloud protocols. Cognitive Processing, 14(2), 189–191. https://doi.org/10.1007/s10339-013-0540-x
DOI: https://doi.org/10.31764/am.v5i2.35791
Refbacks
- There are currently no refbacks.
EDITORIAL OFFICE :







