Teknik Storytelling Bagi Pemuda dalam Mempromosikan Wisata di Bengkulu
Abstract
Abstract: This community service program aims to increase the capacity of Bengkulu youth in promoting regional tourism through storytelling techniques as a digital-based creative communication strategy. This program is implemented with a participatory and applicative approach through three main stages, namely pre-activities, core activities (training and workshops on storytelling and tourism content production), and monitoring and evaluation. The target audience is the Bujang Gadis Bengkulu community of 50 people (25 men and 25 women) who were selected because of their strategic role as tourism ambassadors and social media-based promotion agents. The results of the implementation show three main achievements. First, more than 80% of participants experienced an increase in conceptual understanding regarding the importance of storytelling in digital tourism promotion. Second, participants demonstrated increased practical skills in composing and delivering tourism narratives in a more emotional, persuasive, and audience-oriented manner. Third, participants were able to implement these techniques through promotional content on social media that encourages increased audience interaction. This program emphasizes that storytelling is a youth empowerment instrument that has the potential to support the creative and sustainable development of Bengkulu tourism.
Abstrak: Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pemuda Bengkulu dalam mempromosikan wisata daerah melalui teknik storytelling sebagai strategi komunikasi kreatif berbasis digital. Program ini dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif dan aplikatif melalui tiga tahapan utama, yaitu pra-kegiatan, kegiatan inti (pelatihan dan workshop storytelling serta produksi konten wisata), serta monitoring dan evaluasi. Khalayak sasaran adalah komunitas Bujang Gadis Bengkulu sebanyak 50 orang (25 laki-laki dan 25 perempuan) yang dipilih karena perannya strategis sebagai duta wisata dan agen promosi berbasis media sosial. Hasil pelaksanaan menunjukkan tiga capaian utama. Pertama, lebih dari 80% peserta mengalami peningkatan pemahaman konseptual mengenai pentingnya storytelling dalam promosi wisata digital. Kedua, peserta menunjukkan peningkatan keterampilan praktis dalam menyusun dan menyampaikan narasi wisata secara lebih emosional, persuasif, dan berorientasi pada pengalaman audiens. Ketiga, peserta mampu mengimplementasikan teknik tersebut melalui konten promosi di media sosial yang mendorong peningkatan interaksi audiens. Program ini menegaskan bahwa storytelling merupakan instrumen pemberdayaan pemuda yang berpotensi mendukung pengembangan pariwisata Bengkulu secara kreatif dan berkelanjutan.Keywords
Full Text:
PDFReferences
Aditia, R., Adhrianti, L., & Al-Nahari, Y. H. (2024). Psychological Review of Visual Communication on the Instagram Platform: Analysis of Support for SDGs-5 Empowerment for Gender Equality. MEDIASI Jurnal Kajian Dan Terapan Media, Bahasa, Komunikasi, 5(2), 158–176. https://doi.org/10.46961/mediasi.v5i2.1235
Alimudin, M., & Dharmawati, D. M. (2022). Strategi Komunikasi Pemasaran Digital Dalam Meningkatkan Minat Pariwisata Pulau Pari (Mix Method: Exploratory Sequential Design). Jurnal EMT KITA, 6(2), 342–350. https://doi.org/10.35870/emt.v6i2.689
Cantika, N., & Riyanto, S. (2022). Efektivitas Instagram sebagai Media Informasi dalam Promosi Wisata Panorama Pabangbon Leuwiliang Bogor, Jawa Barat. Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM], 6(2), 219–232. https://doi.org/10.29244/jskpm.v6i2.722
Desideria, Victoria Sundari Handoko, Antonius Bima Murti Wijaya, & Emerald, G. (2022). Implementasi Integrated Place Brand Identity untuk Peningkatan Ekonomi Kreatif di Desa Wisata Tinalah, Kulon Progo. Jurnal Atma Inovasia, 2(5), 537–543. https://doi.org/10.24002/jai.v2i5.6315
Illahi, N. K., & Aditia, R. (2022). Analisis Sosiologis Fenomena dan Realitas Pada Masyarakat Siber. Jurnal Multidisiplin Dehasen (MUDE), 1(2). https://doi.org/10.37676/mude.v1i2.2217
Lekatompessy, R. L., Maturbongs, E. E., Fiqih, F., & Sari, P. W. (2023). Formulasi Kebijakan Kolaborasi Pengelolaan Pariwisata. Societas : Jurnal Ilmu Administrasi dan Sosial, 12(1), 129–138. https://doi.org/10.35724/sjias.v12i1.5101
Mawardi, S., Mukrodi, M., Wahyudi, W., Sugiarti, E., & Anwar, S. (2021). Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pemuda Dan Manajemen Organisasi Bina Remaja. Jurnal PKM Manajemen Bisnis, 1(2), 44–53. https://doi.org/10.37481/pkmb.v1i2.222
Nair, V., & Yunus, M. M. (2021). A Systematic Review of Digital Storytelling in Improving Speaking Skills. Sustainability, 13(17), 9829. https://doi.org/10.3390/su13179829
Novrianda, H., & Shar, A. (2022). Analisis Citra Destinasi Pariwisata Di Provinsi Bengkulu. Jurnal Manajemen, 16(2).
Satrio, B., Makhrian, A., & Firmansyah, M. A. (2024). Peran Citizen Journalism Dalam Memberikan Informasi Wisata Pada Akun Instagram @Pulau.Enggano. 9(2).
Satriya, C. Y., & Indrayani, H. (2023). Kontestasi Narasi Cbt Yang Berkelanjutan Pada Kompleksitas Ekosistem Desa Wisata.
Sianipar, B., Kartika Cahayani, Okta Safitri, Bram Handoko, Dinda Aisyah Nurul Intan, M. Khori Kurnia Subagja, & Silitonga, F. (2024). Media Sosial Sebagai Alat Pemasaran Mangrove Pandang Tak Jemu Di Kampung Tua Bakau Serip. JURNAL KEKER WISATA, 2(2), 154–166. https://doi.org/10.59193/jkw.v2i2.251
Suprianto, A., & Mutiarin, D. (2017). Evaluasi Pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional. Journal of Governance and Public Policy, 4(1), 71–107. https://doi.org/10.18196/jgpp.4172
Zhussupova, R., & Shadiev, R. (2023). Digital storytelling to facilitate academic public speaking skills: Case study in culturally diverse multilingual classroom. Journal of Computers in Education, 10(3), 499–526. https://doi.org/10.1007/s40692-023-00259-x
DOI: https://doi.org/10.31764/am.v5i2.37579
Refbacks
- There are currently no refbacks.
EDITORIAL OFFICE:



