Pelatihan Tari Nawung Sekar sebagai Langkah Memperkenalkan Keberagaman Budaya untuk Anak-anak

Sulistiani Sulistiani, Rines Onyxi Tampubolon, Nursilah Nursilah

Abstract


Abstract: This community service was carried out by applying Experiential Learning Theory at dance training activity. The purpose of this activity was to introduce multiculturalism among children through Nawung Sekar dance training. The training was conducted through a demonstration at the Citra Betawi RPTRA (Ruang Publik Terpadu Ramah Anak) on June 27, 2025. Participants consisted of children aged 6-12 years with a total of 20 children. There were four steps taken, namely, Concrete Experience, Reflective Observation, Abstract Conceptualization, Active Experimentation. The benefits found from this community service were seen from the children's attitude of having an interest in Javanese culture even though previously they were more familiar with Betawi culture through Betawi dance training. This is a form of introducing multiculturalism to children. This activity is effective if carried out in the RPTRA which is an open space that is easily accessible to children. The dance training demonstrates that traditional dance can be an effective medium for multicultural education and character building in children from an early age. In addition to contributing to the preservation of Indonesian culture, dance training can also foster a pattern of tolerance and inclusive attitudes.

Abstrak: Pengabdian ini dilakukan dengan mengaplikasian Experiential Learning Theory dalam kegiatan pelatihan tari. Tujuan kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk mengenalkan multikulturalisme di kalangan anak-anak melalui pelatihan tari Nawung Sekar. Pelatihan dilakukan dengan cara demonstrasi berlokasi di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Citra Betawi pada 27 Juni 2025. Peserta terdiri dari anak-anak usia 6-12 tahun dengan total 20 anak. Ada empat langkah yang dilakukan yaitu, Concrete Experience (Pengalaman Nyata), Reflective Observation (Pengamatan Reflektif), Abstract Conceptualization (Konseptual Abstrak), Active Experimentation (Eksperimen Aktif). Dari hasil pengabdian ini terlihat anak-anak dapat membawakan tari Nawung Sekar. Selain itu, manfaat lain yang ditemukan dari pengabdian ini dilihat dari sikap anak-anak memiliki ketertarikan pada budaya Jawa meskipun sebelumnya lebih sering mengenal budaya Betawi melalui pelatihan tari Betawi. Hal ini adalah wujud dari pengenalan multikulturalisme untuk anak-anak. Pengabdian ini efektif dilakukan di RPTRA yang merupakan ruang terbuka yang mudah diakses anak-anak. Dengan adanya pelatihan tari, membuktikan bahwa tari tradisional dapat menjadi media efektif dalam pendidikan multikultural dan penguatan karakter anak sejak usia dini. Selain  berkontribusi pada pelestarian budaya Indonesia, dengan adanya pelatihan tari dapat membuat pola pembentukan sikap toleran serta inklusif.


Keywords


Nawung Sekar; Experiaental Learning; Tari; Rptra Citra Betawi; Multikultural.

Full Text:

PDF

References


Banks, J. A. (2016). Multicultural Education: Issues and Perspectives. (James A. Banks & Cherry A. McGee Banks, Eds.; ninth).

Dewantara, K. H. (1977). Pendidikan. Majelis Luhur Persatuan Taman Siswa.

Dewi, L. S., Islamiati, M., & Mubin, N. (2025). Pendidikan Multikultural Berbasis Kesenian Tradisional Sebagai Sarana Penguatan Identitas Budaya. An Najah Jurnal Pendidikan Islam Dan Sosial Agama, 4(6), 193–199.

Farid, M. (2023). Pemanfaatan Konten Multibudaya dalam Pembelajaran Seni Budaya di Sekolah Dasar. The Elementary Journal, 1(1), 20–27. https://doi.org/10.56404/tej.v1i1.48

Herlina, N., & Nadiroh. (2018). Peran Strategis Ruang Publik Terpadu Ramah Anak dalam Rangka Pemenuhan Hak Anak Terhadap Lingkungan. Jurnal Pendidikan Usia Dini, 12, 104–117.

Kolb, D. A. (2015). Experience as The Source of Learning and Development Second Edition (2nd ed.). Pearson Education.

Komala, A. U. E. (2022). Menggali Nilai Multikultural dalam Pelatihan Tari pada Program Gubuk Nusantara di Teluk Sebong Kepulauan Riau. Indonesian JOURNAL of Performing Arts Education, 2(2), 16–22.

Leib, J., & Ruppel, S. (2021). The Dance of Peace and Justice: Local Perceptions of International Peacebuilding in West Africa. International Peacekeeping, 28(NO. 5, 783–812), 783–812.

Nursilah. (2024). Pendekatan Multikultural dalam Pendidikan Tari. Tazaka Innovatix Lab.

Prakoso, S., & Dewi, J. (2017). Rasa Kelekatan Anak pada Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA). NALARs, 17(1), 1. https://doi.org/10.24853/nalars.17.1.1-10

Prasetya, B. P. (2015). Peran Tari Klasik Gaya Yogyakarta dalam Pendidikan Karakter dan Relevansinya Terhadap Ketahanan Budaya. Universitas Gadjah Mada.

Sakti, A. W., Wiana, W., Ruhidawati, C., & Karmila, M. (2025). Pengabdian kepada Masyarakat melalui Pelatihan Tata Rias untuk Personal Branding Mahasiswa. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN), 6(4), 5336–5343.

Sulistiani. (2025). Pelatihan Tari Srimpi Pandhelori Gaya Yogyakarta di Jakarta: Kontinuitas, Transformasi, dan Strategi Pelestarian. Jurnal Pendidikan Tari, 5(2), 80–94.

Wayan, N., Lestari, R., & Agus Gunada, W. (2021). Pelatihan Seni Tari pada Siswa Pasraman Sebagai Bentuk Transformasi Kebudayaan. Selaparang. Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, 4, 280–285.

Widya Tanaya, N., Laela Cahyaningtyas, A., Rifa Nurjanah, A., Dyah Utami, R., & Fitriyya, M. (n.d.). Penguatan Pendidikan Multikultural sebagai Upaya Meningkatkan Pemahaman dan Apresiasi terhadap Keberagaman Budaya Indonesia di SB Permai Penang. Buletin KKN Pendidikan, 6(2). https://doi.org/10.23917/bkkndik.v6i2.8031

Wijayanti, F. S. (2021). Strategi Pembelajaran Tari Nawung Sekar di Sanggar Tari Setyo Rini Yogyakarta.




DOI: https://doi.org/10.31764/am.v5i2.37631

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Google Scholar BASE Garuda Crossref

WorldCat Dimensions

ROAD OneSearch SINTA

EDITORIAL OFFICE: