Dari Biji Menjadi Literasi: Pengembangan Wisata Edukasi Behind the Scene Perkebunan Kopi Berbasis Pemberdayaan Masyarakat

Ni Putu Nursiani, I Komang Arthana, Suhartati Suhartati, Efandri Agustian

Abstract


Abstract:  Beja Village in Bajawa District, Ngada Regency, East Nusa Tenggara Province, is known as a producer of Arabica coffee with the “Ini Gya” Geographical Indication and has strong potential to become a coffee plantation-based educational tourism destination. However, coffee farmers face three major problems: fluctuating seasonal income, approximately 480 tons of accumulated coffee husk waste, and wastewater pollution from coffee processing indicated by BOD of 45 mg/L and COD of 120 mg/L. This community service program aimed to develop “Behind The Scene Coffee Plantation” educational tourism through community empowerment, coffee husk composting, and wastewater control using a simple treatment system. The implementation method applied a participatory approach through asset and problem mapping, tour guide training, composting training, wastewater treatment training, digital marketing assistance, facility implementation, trial tours, and monitoring and evaluation. The program design resulted in three thematic tourism packages, namely “From Garden to Cup”, “Coffee and Environment”, and “Coffee, Culture, and Village Stories”; the preparation of ten local guides; the establishment of the “Beja Organik” compost unit; and a simple constructed wetland-based wastewater treatment model. The program is expected to increase farmers’ income by 30% outside the harvest season, strengthen environmental literacy, and build a green coffee-based economic foundation in Beja Village.

Abstrak: Desa Beja di Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur, merupakan wilayah penghasil kopi Arabika Indikasi Geografis “Ini Gya” yang memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata edukasi berbasis perkebunan kopi. Namun, masyarakat petani masih menghadapi tiga persoalan utama, yaitu pendapatan musiman yang fluktuatif, penumpukan limbah kulit kopi sekitar 480 ton, serta pencemaran limbah cair hasil pengolahan kopi yang ditandai dengan nilai BOD 45 mg/L dan COD 120 mg/L. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengembangkan wisata edukasi “Behind The Scene Perkebunan Kopi” berbasis pemberdayaan masyarakat, pengolahan limbah kulit kopi menjadi kompos, dan pengendalian limbah cair melalui IPAL sederhana. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui pemetaan aset dan masalah, pelatihan pemandu wisata, pelatihan pengomposan, pelatihan pengelolaan IPAL, pendampingan pemasaran digital, implementasi sarana, uji coba paket wisata, serta monitoring dan evaluasi. Hasil rancangan program menunjukkan terbentuknya tiga paket wisata tematik, yaitu “Dari Kebun ke Cangkir”, “Kopi dan Lingkungan”, serta “Kopi, Budaya, dan Cerita Desa”; tersiapkannya sepuluh pemandu lokal; terbentuknya unit kompos “Beja Organik”; serta tersusunnya model IPAL sederhana berbasis constructed wetland. Program ini diharapkan meningkatkan pendapatan petani sebesar 30% di luar musim panen, memperkuat literasi lingkungan, dan membangun fondasi ekonomi hijau berbasis kopi di Desa Beja.


Keywords


Wisata Edukasi Kopi; Pemberdayaan Masyarakat; Konservasi Lahan; Pengelolaan Limbah.

Full Text:

PDF

References


Danato, M., Yutura, G. A., Shura, L., & Narayanan, K. (2024). Constructed wetland-based wastewater treatment of a coffee-washing plant and its impacts: A case study of Kege processing plant, Ethiopia. AQUA: Water Infrastructure, Ecosystems and Society, 73(4), 804. https://doi.org/10.2166/aqua.2024.008

Prakoso, T., Winarso, R., Gunawan, B., & Saputro, H. (2025). Pemberdayaan masyarakat melalui eduecowisata: Sosialisasi agrowisata berbasis kopi dari pertanian hingga penyajian Desa Gunungsari Kabupaten Pati. E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 16(3). https://doi.org/10.26877/e-dimas.v16i3.24830

Pusposari, L. F., Firmantika, L., Hidayat, I. W., & Saputri, A. B. (2024). Pendampingan penguatan pemasaran melalui TikTok Shop sebagai upaya meningkatkan penjualan produk UMKM. Jurnal SOLMA, 13(3), 2442–2451. https://doi.org/10.22236/solma.v13i3.16668

Styawati, E., & Rahayuningsih, E. (2025). Community-based digital marketing empowerment: A holistic strategy for empowering rural women MSMEs in Southeast Asia. Jurnal Ekonomi dan Manajemen, 4(1), 12–20. https://doi.org/10.56127/jekma.v4i1.2530

Susanti, H., Rahmawati, D., Mukhtar, H., Wibowo, S. A., Priharti, W., Cahyadi, W. A., Nugroho, B. S., Aziz, B., & Susanto, K. (2024). Integrasi digital marketing dan community-based tourism dalam pengembangan agrowisata di Desa Warjabakti Kabupaten Bandung. SWAGATI: Journal of Community Service, 2(2), 49–55. https://doi.org/10.24076/swagati.2024v2i2.1095

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. (2021). https://peraturan.bpk.go.id/Details/161852/pp-no-22-tahun-2021

Ariani, V., & Nugroho, S. P. (2023). Pengelolaan limbah kulit kopi menjadi kompos berbasis masyarakat di daerah perkebunan. Jurnal Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan, 13(2), 145–156. https://doi.org/10.29244/jpsl.13.2.145

Fauzi, A., & Rachman, L. M. (2022). Agrowisata kopi sebagai model diversifikasi pendapatan petani: Studi kasus di Flores. Jurnal Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, 8(1), 33–45. https://doi.org/10.22146/jpek.78901

Hidayat, T., & Wijaya, R. (2024). Pemanfaatan teknologi constructed wetland skala kecil untuk pengolahan limbah cair industri kopi. Jurnal Teknik Lingkungan Indonesia, 11(1), 22–34. https://doi.org/10.5614/jtli.2024.11.1.3

Kurniasih, D., & Purnomo, H. (2023). Partisipasi masyarakat dalam pengembangan desa wisata berbasis kopi: Perspektif pemberdayaan. Jurnal Ilmu Sosial dan Pembangunan, 7(2), 89–102. https://doi.org/10.23960/jisp.v7i2.456

Mulyani, S., & Hartati, S. (2025). Literasi lingkungan dan pengelolaan limbah pertanian: Pelatihan bagi petani kopi di Nusa Tenggara Timur. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, 10(1), 55–68. https://doi.org/10.21831/jpm.v10i1.56789

Nuraini, L., & Setiawan, B. (2022). Strategi pemasaran digital untuk agrowisata kopi berbasis komunitas. Jurnal Komunikasi dan Bisnis Digital, 3(2), 112–125. https://doi.org/10.20885/jkbd.vol3.iss2.art5

Prasetyo, E., & Dewi, R. S. (2024). Dampak ekonomi wisata edukasi terhadap pendapatan petani kopi di kawasan Indikasi Geografis. Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis, 8(2), 210–223. https://doi.org/10.21776/ub.jepa.2024.008.02.7

Rahmawati, A., & Suryanto, P. (2023). Kearifan lokal dalam budidaya kopi Arabika di Bajawa: Potensi untuk ekowisata. Jurnal Antropologi dan Pariwisata, 5(1), 44–58. https://doi.org/10.22146/jap.5678

Sari, D. P., & Yulianto, B. (2025). Efektivitas koperasi wisata desa dalam keberlanjutan program pemberdayaan masyarakat. Jurnal Manajemen Koperasi dan UKM, 12(1), 78–92. https://doi.org/10.21043/jmk.v12i1.12345

Wulandari, T., & Supriyadi, S. (2024). Pengurangan beban pencemaran organik limbah kopi menggunakan biofilter tanaman air. Jurnal Rekayasa Lingkungan, 9(2), 67–79. https://doi.org/10.25105/jrl.v9i2.9876




DOI: https://doi.org/10.31764/am.v5i6.41672

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Google Scholar BASE Garuda Crossref

WorldCat Dimensions

ROAD OneSearch SINTA

EDITORIAL OFFICE: