Resiliensi Pondok Pesantren Salafi terhadap Transformasi Digital dari Perspektif Teori Pilihan Rasional “Studi Kasus Pondok Pesantren Hidayatul Islam”

Fina Siddiqah, Babul Bahrudin, Nining Winarsih

Abstract


Abstract: The rapid advancement of digital technology has had a significant impact on education, yet not all institutions respond in the same way. This study aims to examine the resilience of Pondok Pesantren Hidayatul Islam, a Salafi Islamic boarding school, in facing digital transformation through the perspective of Rational Choice Theory. The research employed a qualitative case study approach with in-depth interviews, observations, and documentation. Informants included the pesantren’s leader, teachers, students, non-students, parents, and local community members.The findings reveal that the pesantren consistently upholds traditional educational practices, such as the sorogan method, reliance on classical Islamic texts kitab kuning, the use of an independent curriculum, and strict limitations on digital technology. These policies are considered rational strategies to preserve religious values, ethical learning, and the continuity of scholarly transmission sanad. However, the consequences include low digital literacy among students, decreasing public interest, and concerns regarding graduates’ readiness for modern job markets. The study concludes that resistance to digitalization is not a total rejection of progress but a selective adaptation aimed at safeguarding the identity of Salafi education while ensuring its relevance in the modern era.

Abstrak: Kemajuan teknologi digital membawa pengaruh besar bagi dunia pendidikan, namun tidak semua lembaga merespons secara seragam. Penelitian ini bertujuan mengkaji resiliensi Pondok Pesantren Hidayatul Islam sebagai pesantren salafi dalam menghadapi arus digitalisasi melalui perspektif Teori Pilihan Rasional. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan terdiri dari pengasuh pesantren, guru, santri, masyarakat non-santri, wali santri, serta warga sekitar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesantren tetap mempertahankan pola pendidikan tradisional dengan metode sorogan, kitab kuning sebagai rujukan utama, kurikulum mandiri, serta pembatasan penggunaan teknologi. Kebijakan ini dipandang sebagai langkah rasional untuk menjaga nilai agama, adab, dan kesinambungan sanad keilmuan. Meski demikian, konsekuensi yang muncul antara lain rendahnya literasi digital santri, penurunan minat sebagian masyarakat, dan kekhawatiran terkait kesiapan lulusan di dunia kerja modern. Penelitian menyimpulkan bahwa resistensi terhadap digitalisasi bukanlah bentuk penolakan mutlak, melainkan strategi selektif guna menjaga identitas pendidikan salaf sekaligus mempertahankan relevansinya di era modern


Keywords


Resilience; Salafi Islamic boarding schools; Digital transformation; Rational choice theory; Case studies.

Full Text:

DOWNLOAD [PDF]

References


Abdul Abid. (2021). Metode Pembelajaran Kitab Kuning Di Pondok Pesantren. Jurnal Mubtadiin, 7(01), 2021.

Abdul Mu’id. (2019). Peranan Pondok Pesantren di Era Digital. At-Tahdzib: Jurnal Studi Islam Dan Muamalah, 7(2), 62–79.

Amarulloh, A., Surahman, E., & Meylani, V. (2020). Digitalisasi dalam proses pembelajaran dan dampaknya terhadap hasil belajar peserta didik. BIOEDUKASI: Jurnal Pendidikan Biologi Universitas Muhammadiyah Metro, 11(1), 1–10.

Burhanudin, B., Muhtar, F., & Fuadi, A. (2023). Implikasi Pengembangan Lembaga Pendidikan Tradisional dan Modern di Pondok Pesantren Al-Ishlahuddiny Kediri Lombok Barat terhadap Relasi Sosial Kemasyarakatan. Manazhim, 5(1), 188–217. https://doi.org/10.36088/manazhim.v5i1.2856

Fudzni, E. H., & Aulia, S. S. (2021). Penguatan Literasi Digital Untuk Mendukung Hak Warga Negara di Media Sosial Melalui Pembelajaran PPKn. Didactica : Jurnal Kajian Pendidikan Dan Pembelajaran, 1(1), 1–10. https://doi.org/10.56393/didactica.v1i1.100

Hair, M. A. (2023). Nilai-Nilai Humanis Dalam Kepemimpinan Kiai Di Pondok Pesantren. Islammentari, 1(1), 1–12.

Harahap, H. S., Syukri, M., & Lubis, A. (2022). Resistensi Pondok Pesantren Di Era Digitalisasi (Studi Kasus Pondok Pesantren Musthafawiyah Purba Baru). Jurnal Pendidikan Dan Keislaman, 5(1), 1.

Hizbulloh, N., Anshori, A., & Hidayah, N. (2023). Peningkatan Kualitas Manajemen Pendidikan Pondok Pesantren Salafiyah di Era Globalisasi (Studi Pondok Pesantren Tradisional Kabupaten Ogan Komering Ilir Provinsi Sumatera Selatan). Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam, 12(001).

Imam Muttaqien, et al. (2021). Seri Dasar-Dasar Teori Sosial Metateori Dalam Ilmu Sosial. JAMES S. COLEMAN.

Patimah, I. S., Nurdin, M. F., & Rachim, H. A. (2021). Model pesantren modern: Pilihan rasional keluarga bagi pendidikan anak di era globalisasi. Sosioglobal: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Sosiologi, 5(2), 89-110.

Ismi Latifah, Nurhadi, S. I. L. P. S. A. F. U. S. M. (2018). Rasionalitas Orang Tua Dalam Pengambilan Keputusan Jurusan Kuliah Anak Melalui Analisis Teori Pilihan Rasional James S. Coleman (Universitas Sebelas Maret). Prosiding Seminar Nasional Etnomatnesia, c, 274–282.

Junaidi, K., Hitami, M., & Zaitun, Z. (2023). Dampak Transformasi Digital terhadap Metode Pengajaran di Pondok Pesantren Kabupaten Kampar: Peluang dan Tantangan. Instructional Development Journal, 7(1), 173–184.

Lenaini, I. (2021). Teknik Pengambilan Sampel Purposive Dan Snowball Sampling. HISTORIS: Jurnal Kajian, Penelitian & Pengembangan Pendidikan Sejarah, 6(1), 33–39.

Lundeto, A. (2021). Digitalisasi Pesantren: Hilangnya Budaya Tradisionalis Atau Sebuah Kemajuan? Jurnal Education and Development, 9(3), 452–457.

Fajrhi, N., Maulud, I., Magfirah, S., & Sambiri, U. (2024). Mengenal dan Mengantisipasi Hoaks pada Santri di Pondok Pesantren Hidayatullah Putri Ternate. Madaniya, 5(4), 1891-1898.

Melani, F., Ni’mah, M. A., & Bahrudin, B. (2022). Peran Pondok Pesantren Bani Rancang Dalam Menanamkan Nilai-Nilai Karakter Santri Di Era Globalisasi. Berkarakter,. Pendekar: Jurnal Pendidikan, 5(2), 98–1.

Putri, N. E. (2023). Era Digitalisasi: Membangun Peradaban Baru dalam Kebudayaan Pesantren. INTEGRATIA: Journal of Education, Human Development, and Community Engagement, 1(2), 125–134.

Rijali, A. (2019). Analisis Data Kualitatif. Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah, 17(33), 81. https://doi.org/10.18592/alhadharah.v17i33.2374

Robbaniyah, Q., & Lina, R. (2023). Pondok Pesantren Dalam Menghadapi Perubahan Zaman. J-Alif : Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah Dan Budaya Islam, 8(1), 93. https://doi.org/10.35329/jalif.v8i1.3825

Romdoni, S., Oktaviyanti, R., Septiyudin, E., & Wardoyo, S. (2024). Pengaruh Teknologi Digital Terhadap Inovasi Dalam Pembelajaran Di Era Transformasi Digital. 2(2019), 149–154.

Saadah, M., Prasetiyo, Y. C., & Rahmayati, G. T. (2022). Strategi Dalam Menjaga Keabsahan Data Pada Penelitian Kualitatif. Al-’Adad : Jurnal Tadris Matematika, 1(2), 54–64. https://doi.org/10.24260/add.v1i2.1113

Saini, M. (2024). Pesantren dalam Era Digital : Antara Tradisi dan Transformasi. 16, 342–356. https://doi.org/10.25124/cosecant.v2i2.18657.2

Sastrawati, N. (2020). Partisipasi Politik Dalam Konsepsi Teori Pilihan Rasional James S Coleman. Al-Risalah Jurnal Ilmu Syariah Dan Hukum, 19(2), 187. https://doi.org/10.24252/al-risalah.v19i2.12730

Setiawan, N., & Khiyaroh, A. (2022). Urgensi Dan Strategi Dakwah Santri di Era Digitalisasi. Jurnal Dakwah Dan Komunikasi, 7(2), 223. https://doi.org/10.29240/jdk.v7i2.5774

Sindi Septia Hasnida, Ridho Adrian, & Nico Aditia Siagian. (2023). Tranformasi Pendidikan Di Era Digital. Jurnal Bintang Pendidikan Indonesia, 2(1), 110–116. https://doi.org/10.55606/jubpi.v2i1.2488

Susanto, D., Risnita, & Jailani, M. S. (2023). Teknik Pemeriksaan Keabsahan Data Dalam Penelitian Ilmiah. Jurnal QOSIM Jurnal Pendidikan Sosial & Humaniora, 1(1), 53–61. https://doi.org/10.61104/jq.v1i1.60

Syahrizal, H., & Jailani, M. S. (2023). Jenis-Jenis Penelitian Dalam Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Jurnal QOSIM Jurnal Pendidikan Sosial & Humaniora, 1(1), 13–23. https://doi.org/10.61104/jq.v1i1.49

Tarumanagara), A. A. dan T. H. S. (Fakultas H. U., & Diponegoro), L. S. (Fakultas H. U. (2021). Kebijakan Pembatasan Internet di Indonesia : Perspektif Negara Hukum , Hak Asasi Manusia , dan Kajian Perbandingan Internet Restriction Policies in Rights , and Comparative Legal Studies. 18(1).

Van de Ven, A. (2020). Learning to Become an Inclusive Teacher. Journal of Management Inquiry, 29(4), 484–487. https://doi.org/10.1177/1056492620930528

Waslah, W., & Afifudin, Q. (2021). Hubungan Tingkat Kecerdasan Spiritual Dengan Kedisiplinan Santri Dalam Menjalankan Peraturan Pondok Pesantren Al-Masruriyyah Tebuireng Diwek Jombang. DINAMIKA : Jurnal Kajian Pendidikan Dan Keislaman, 6(1), 1–18. https://doi.org/10.32764/dinamika.v6i1.1314

Winarsih, N., & Siddiqah, F. (2024). Penerapan Pembelajaran Metode Everyone Is Tacher Here dalam Meningkatkan Interaksi Siswa IPS. SOCIAL PEDAGOGY: Journal of Social Science Education, 5(1), 1–10. https://doi.org/10.32332/social-pedagogy.v5i1.8597




DOI: https://doi.org/10.31764/pendekar.v8i4.35270

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 Faisol Hakim, Babul Bahrudin, Nining Winarsih

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Contact Admin: 
Email: [email protected]
WhatsApp: +62 853-3397-5477

 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

View Pendekar Stats

 

Pendekar : Jurnal Pendidikan Berkarakter already indexed: