Kajian Kinerja Sistem Drainase Kawasan Jalan Raya Akibat Perubahan Tata Guna Lahan di Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat
Abstract
Abstract: The rapid development of Mataram City and West Lombok Regency has led to the conversion of open land into built-up areas, increasing surface runoff and reducing the performance of urban drainage systems. This study determines the percentage of land-use change, its impact on runoff discharge, the performance of existing drainage channels, and land-use projections through 2035 using Double Exponential Smoothing, the Rational Method, Manning’s Equation, and Google Earth Pro digitization (2016–2025). The results show massive land conversion: on Dr. Sudjono Street, infiltration decreased by 46.20% (from 19.96 to 10.74 ha), while built-up land increased by 25.48% (from 42.610 to 53.475 ha); on Dasan Baru-Beleka Road, infiltration decreased by 34.76% (from 12.56 to 8.19 ha), while built-up land increased by 73.02% (from 6.059 to 10.483 ha). The evaluation shows that 91.67% (11 out of 12 sections) are “overflowing”: all 7 sections of Sudjono are overflowing, 4 out of 5 sections of Dasan Baru-Beleka are overflowing, and only RSS1 is safe. DES 2035 Projection: built-up land will reach 56.915 ha and 18.617 ha. Land-use conversion critically reduces drainage performance, necessitating increased channel capacity and stricter land management.
Abstrak: Perkembangan pesat Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat mendorong alih fungsi lahan terbuka menjadi lahan terbangun, meningkatkan limpasan permukaan dan menurunkan kinerja drainase perkotaan. Penelitian ini menentukan persentase perubahan tata guna lahan, pengaruhnya terhadap debit limpasan, kinerja saluran eksisting, dan proyeksi lahan hingga 2035 menggunakan Double Exponential Smoothing, Metode Rasional, Persamaan Manning, dan digitasi Google Earth Pro (2016-2025). Hasil menunjukkan konversi lahan masif: di Jalan Dr. Sudjono, resapan menyusut 46,20% (19,96 menjadi 10,74 ha), lahan terbangun naik 25,48% (42,610 menjadi 53,475 ha); di Jalan Dasan Baru-Beleka, resapan turun 34,76% (12,56 menjadi 8,19 ha), lahan terbangun naik 73,02% (6,059 menjadi 10,483 ha). Evaluasi menunjukkan 91,67% (11/12 ruas) "Melimpas": seluruh 7 ruas Sudjono melimpas, 4/5 ruas Dasan Baru-Beleka melimpas, hanya RSS1 aman. Proyeksi DES 2035: lahan terbangun mencapai 56,915 ha dan 18,617 ha. Alih fungsi lahan menurunkan kinerja drainase secara kritis, sehingga diperlukan peningkatan kapasitas saluran dan pengendalian lahan lebih ketat.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Abdy, M., Irwan, & Lukman, F. (2023). Penggunaan metode Double Exponential Smoothing dalam meramalkan Indeks Harga Konsumen (IHK) di Kota Makassar. Journal of Mathematics: Theory and Applications, 5(2). doi:10.31605/jomta.v5i2.2874
Asdak, C. (2024). Hidrologi dan pengelolaan daerah aliran sungai (Edisi revisi). Yogyakarta: UGM Press.
Budianto, M. B., Harianto, B., Salehudin, S., Hartana, H., & Hidayat, S. (2022). Dampak perubahan tata guna lahan dan implikasinya terhadap besaran debit banjir pada Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Jurnal Sains Teknologi & Lingkungan, 8(2), 102–114.
Budianto, M. B., Sulistiyono, H., Setiawan, E., Hartana, H., & Zainudin, R. (2024). Analisis dampak perubahan tata guna lahan terhadap debit limpasan di Kecamatan Selaparang dan Mataram. Jurnal Sains Teknologi & Lingkungan, 10(3), 554–563.
Budianto, M. B., Suroso, A., & Abdullah, W. R. (2025). Pengaruh perubahan tata guna lahan terhadap debit limpasan berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) di Kecamatan Cakranegara dan Sandubaya Kota Mataram. Spektrum Sipil, 12(1), 12–22. doi:10.29303/spektrum.v12i1.385
Faradina, A., Wijatmiko, I., & Devia, Y. P. (2018). Analisis debit limpasan drainase akibat pengaruh perubahan tata guna lahan. Rekayasa Sipil, 12(2), 79–86. doi:10.21776/ub.rekayasasipil.2018.012.02.1
Hanafi, H. M. A., Fajrin, & Armi, I. (2024). Klasifikasi citra multi waktu resolusi tinggi (Google Earth) untuk pemetaan dinamika perubahan penggunaan lahan sepanjang Sungai Batang Arau Kota Padang. HUMANITIS: Jurnal Humaniora, Sosial dan Bisnis, 2(1), 42–67.
Herison, A., dkk. (2018). Kajian penggunaan metode empiris dalam menentukan debit banjir rancangan pada perencanaan drainase. Jurnal Aplikasi Teknik Sipil, 16(2), 77–86.
Kinanthi, S., Bisri, M., & Fidari, J. S. (2023). Analisis potensi kerugian genangan menggunakan SWMM 5.2 di Kelurahan Purwantoro, Kota Malang. Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air, 3(2), 451–461. doi:10.21776/ub.jtresda.2023.03.02.039
Nurhamidah, N., Junaidi, A., & Kurniawan, M. (2018). Tinjauan perubahan tata guna lahan terhadap limpasan permukaan. Kasus: DAS Batang Arau Padang. Jurnal Rekayasa Sipil, 14(2), 131–138. doi:10.25077/jrs.14.2.131-138.2018
Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 12/PRT/M/2014 tentang Penyelenggaraan Sistem Drainase Perkotaan.
Ritaka Wangsa, A. A. R., & Suryatmaja, I. B. (2026). Evaluasi kapasitas saluran drainase menggunakan simulasi HEC-RAS: Studi kasus Jalan Ahmad Yani Utara, Peguyangan Kaja, Denpasar Utara. Jurnal Teknik Gradien, 17(2), 148–156. doi:10.47329/teknik_gradien.v17i02.1702
Setyawan, A., Puri, A., & Harmiyati. (2018). Pengaruh perubahan tata guna lahan terhadap debit saluran drainase Jalan Arifin Ahmad pada ruas antara Jalan Rambutan dengan Jalan Paus Ujung di Kota Pekanbaru. Jurnal Saintis, 18(2), 55–64. doi:10.25299/saintis.2018.vol18(2).3187
Warsilan, W. (2019). Dampak perubahan guna lahan terhadap kemampuan resapan air (Kasus: Kota Samarinda). Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota, 1(1), 69–82.
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Ahmad Dzaky Ghalib Akbar, Muhammad Khalis Ilmi, Ari Ramadhan Hidayat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Technology, Health, and Agriculture Nexus: Conference Series
Contact Admin:
Email:[email protected]
WhatsApp: +62 878-9185-5086
TCS Visitor

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Technology, Health, and Agriculture Nexus: Conference Series already indexed:

