Analisis Kinerja Simpang Tak Bersinyal Berdasarkan PKJI 2023 (Studi Kasus: Simpang Tiga Montong)

Amirah Fatih Nabilah, Titik Wahyuningsih, Adiman Fariyadin

Abstract


Abstract: The increasing activities of the community in the economic, educational, trade, and tourism sectors in West Lombok Regency have led to higher vehicle mobility. This condition has become a concern at Montong Intersection, an unsignalized intersection, particularly during peak hours, which may cause delays and queues. This study aims to determine the capacity and performance of Montong Intersection based on the 2023 Indonesian Road Capacity Guidelines (PKJI 2023). This study employed a quantitative method using PKJI 2023 for the analysis. Traffic data were collected through surveys conducted over three days, namely Monday, Thursday, and Saturday, from 06:00 to 09:00 WITA, 11:00 to 14:00 WITA, and 15:00 to 18:00 WITA. The data included intersection geometric conditions, traffic volume, vehicle types, approach width, side friction, and road environmental conditions. Data were obtained through video recordings and vehicle counts from each approach. Intersection capacity, degree of saturation, delay, and queue probability parameters based on PKJI 2023 were used in the analysis. The results showed that the highest traffic volume occurred on Saturday, May 23, 2026, from 17:00 to 18:00 WITA. This period was therefore used as the basis for evaluating intersection performance. The intersection capacity was 3,207.077 passenger car units per hour (PCU/hour), with a degree of saturation of 0.69, a delay of 11.849 seconds per vehicle, and a queue probability ranging from 19.748% to 40.155%. The traffic flow during the peak hour was 2,227.600 PCU/hour. The degree of saturation at Montong Three-Legged Intersection remained below the threshold specified in PKJI 2023, indicating that the intersection was still able to accommodate traffic flow under relatively stable conditions and had not reached saturation.

Abstrak: Meningkatnya aktivitas masyarakat pada sektor ekonomi, pendidikan, perdagangan, dan pariwisata di Kabupaten Lombok Barat menyebabkan mobilitas kendaraan semakin tinggi. Kondisi tersebut menjadi permasalahan pada Simpang Montong sebagai simpang tak bersinyal, terutama pada jam sibuk yang dapat menimbulkan tundaan dan antrean. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kapasitas dan kinerja Simpang Montong berdasarkan PKJI 2023. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan menggunakan PKJI 2023 untuk analisis. Data dikumpulkan melalui survei lalu lintas selama tiga hari, Senin, Kamis, dan Sabtu, dari pukul 06.00 hingga 09.00 WITA, 11.00 hingga 14.00 WITA, dan 15.00 hingga 18.00 WITA. Data sekunder termasuk kondisi geometrik simpang, volume lalu lintas, jenis kendaraan, lebar pendek, hambatan samping, dan kondisi lingkungan jalan. Data lalu diperoleh melalui rekaman video dan penghitungan kendaraan dari setiap pendekat. Parameter kapasitas simpang, derajat kejenuhan, tundaan, dan peluang antrean sesuai dengan PKJI 2023 digunakan untuk melakukan analisis ini. Menurut hasil penelitian, volume lalu lintas tertinggi terjadi pada Sabtu, 23 Mei 2026, pukul 17.00–18.00 WITA. Oleh karena itu, ini akan digunakan sebagai dasar untuk menilai kinerja simpang. Kapasitas simpang sebesar 3.207,077 SMP/jam, derajat kejenuhan 0,69, tundaan 11,849 detik/kendaraan, dan peluang antrean berkisar 19,748% hingga 40,155 persen. Namun, arus lalu lintas masih lebih rendah pada jam puncak sebesar 2.227,600 SMP/jam. Seperti yang ditunjukkan oleh nilai derajat kejenuhan Simpang Tiga Montong yang masih berada di bawah batas yang ditetapkan oleh PKJI 2023, Simpang Tiga Montong tetap dapat melayani arus lalu lintas dalam kondisi yang relatif stabil dan belum mengalami kejenuhan.


Keywords


Unsignalized Intersection; PKJI 2023; Intersection Capacity; Degree of Saturation; Delay.

Full Text:

PDF

References


Afni, D. N., Juwita, F., Prikurnia, A. K., & Putri, I. Y. (2023). Analisis simpang tak bersinyal di Jalan Ahmad Yani–Jalan Raden Intan Gadingrejo menggunakan PKJI 2023. Teknika Sains: Jurnal Ilmu Teknik, 8(2), 135–142. https://doi.org/10.24967/teksis.v8i2.2706

Cahyani, N. G., Mayuni, S., & Kadarini, S. N. (2025). Perencanaan pengendalian simpang tak bersinyal dengan metode PKJI 2023 dan PTV VISSIM (Studi kasus Jalan Parit Haji Husin II–Jalan Padat Karya, Kota Pontianak). JeLAST: Jurnal Teknik Kelautan, PWK, Sipil, dan Tambang, 12(4).

Dali, E. M., Hadu, A. L., & Sudrajat, A. (2024). Analisis simpang tidak bersinyal menggunakan metode Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023. Bangun Rekaprima, 10(2), 216–225. https://doi.org/10.32497/bangunrekaprima.v10i2.6071

Dayudinata, S., Efendy, A., Fitrayudha, A., & Isfanari. (2026). Analisis kinerja simpang tak bersinyal akibat penerapan sistem jalan satu arah menggunakan PKJI 2023 dan simulasi PTV VISSIM. Jurnal Konstruksi, 24(1). https://doi.org/10.33364/konstruksi/v.24-1.3422

Desanta, D. F. F. D., Sholichin, I., & Estikhamah, F. (2024). Analisis kinerja simpang tidak bersinyal Jalan Menganti–Jalan Sepat–Jalan Wisma Lidah Kulon Kota Surabaya menggunakan metode PKJI 2023. AGREGAT, 9(2), 1109–1116. https://doi.org/10.30651/ag.v9i2.23975

Direktorat Jenderal Bina Marga. (2023). Pedoman kapasitas jalan Indonesia (PKJI) 2023. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Heriadi, H., Laoli, H. G., & Hia, F. (2025). Perbandingan analisis simpang tak bersinyal Selokan Mataram dan BDK Yogyakarta menggunakan PKJI 2023 dan MKJI 1997. Jurnal Teknik Sipil UKRIM, 2(1). https://doi.org/10.61179/jtsukrim.v2i1.722

Pengestu, T. A., & Putri, M. D. R. (2025). Analisis perbandingan kinerja simpang tak bersinyal menggunakan metode PKJI 2023 terhadap software PTV VISSIM. Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil, 7(1), 620–629.

Rafi, Y. A., & Widyatami, F. S. (2025). Analisis kinerja simpang tak bersinyal dengan metode PKJI 2023 dan software VISSIM (Studi kasus: Area pertigaan Jl. Aria Putra, Ciputat). Prosiding TAU SNARS-TEK Seminar Nasional Rekayasa dan Teknologi, 5(1), 138–146. https://doi.org/10.47970/snarstek.v2i1.804

Reski, E. E., Razali, M. R., Gunawan, A., Bahri, S., & Misliniyati, R. (2026). Analisis kinerja simpang empat tak bersinyal dengan metode Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia 2023 (Studi kasus: Jl. Raflesia, Jl. Kebun Veteran, dan Jl. Seruni). CIVeng: Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan, 7(1), 73–84. https://doi.org/10.30595/civeng.v7i1.27506

Saepuloh, I., & Rozandi, A. (2026). Analisis kinerja simpang tiga tak bersinyal pada Simpang Salakaso berdasarkan standar PKJI 2023. Didaktik: Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang, 12(1), 99–107.

Sallido, G., Prayogi, G. R., Michael, Saputra, C. A., Iduwin, T., & Miranda, E. F. (2025). Penggunaan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia 2023 pada simpang tak bersinyal serta skema perbaikan. Jurnal Kajian Teknik Sipil, 10(2), 82–91. https://doi.org/10.52447/jkts.v10i2.8510

Setyarahman, Y., & Alizar. (2025). Analisis kapasitas dan tingkat pelayanan simpang tak bersinyal dengan metode PKJI 2023 (Studi kasus: Jalan Raya Cileungsi Jonggol dan Jalan Raya Permata Cibubur). Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia, 5(5), 1877–1895. https://doi.org/10.59141/cerdika.v5i5.2622

Ummiyah, M., & Patriotika, F. (2025). Analisis kinerja simpang tak bersinyal menggunakan metode PKJI 2023. Jurnal Applied Science in Civil Engineering, 6(2). https://doi.org/10.24036/asce.v6i2.124483

Wananda, L., & Yuniarti, S. (2025). Analisis kinerja simpang tiga tak bersinyal (Studi kasus: Simpang Pall Jl. Raya Jakarta–Bogor–Akses UI). Jurnal Teknik Sipil-Arsitektur, 24(1), 1–6. https://doi.org/10.54564/jtsa.v24i1.210


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Amirah Fatih Nabilah, Titik Wahyuningsih, Adiman Fariyadin

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Technology, Health, and Agriculture Nexus: Conference Series

Contact Admin:
Email:[email protected]
WhatsApp: +62 878-9185-5086

TCS Visitor

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Technology, Health, and Agriculture Nexus: Conference Series already indexed: