TRADISI NYONGKOLAN GENDANG BELEQ SEBUAH EDUKASI BUDAYA
Abstract
Tradisi nyongkolan merupakan salah satu upacara adat masyarakat Sasak di Pulau Lombok yang sarat dengan nilai-nilai sosial dan budaya. Prosesi ini biasanya diiringi dengan gendang beleq, alat musik tradisional yang memiliki makna historis dan simbolik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai edukatif yang terkandung dalam tradisi nyongkolan gendang beleq serta relevansinya dalam pendidikan budaya lokal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap tokoh adat, pelaku budaya, serta masyarakat yang terlibat dalam tradisi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nyongkolan gendang beleq mengandung nilai-nilai pendidikan seperti gotong royong, disiplin, tanggung jawab, penghormatan terhadap leluhur, dan pelestarian budaya. Tradisi ini dapat diintegrasikan ke dalam pendidikan formal maupun nonformal sebagai media pendidikan karakter berbasis budaya lokal. Dengan demikian, nyongkolan gendang beleq bukan hanya sebuah ritual adat, tetapi juga wahana edukasi yang memperkuat identitas budaya masyarakat Sasak.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Lalu, H. (2021). Nilai-nilai edukatif dalam tradisi Nyongkolan suku Sasak di Lombok. *Jurnal Pendidikan dan Budaya Lokal, 5*(2), 87–95.
Sari, D. (2022). Modernisasi dan pergeseran makna tradisi Nyongkolan di Lombok Barat. *Jurnal Antropologi Nusantara, 8*(1), 44–53.
Suparman, M. (2019). Makna simbolik tradisi Nyongkolan dalam masyarakat Sasak. *Jurnal Ilmu Budaya dan Humaniora, 3*(2), 112–119.
Sutarman, I. (2020). Gendang Beleq sebagai identitas kultural masyarakat Lombok. *Jurnal Seni dan Pendidikan Musik, 4*(1), 25–33.
Wulandari, E. (2023). Pelestarian tradisi Gendang Beleq sebagai warisan budaya takbenda. *Jurnal Kajian Budaya Indonesia, 6*(1), 55–62.*
Hidayat, R., Mustamin, M., Mintasrihardi, M., & Nazwin, A. (2023). Policies for regulating kecimol music of Sasak nyongkolan culture at Jonggat District in 2021 (case study at Sukarara Village). Jurnal Ilmiah Tata Sejuta STIA Mataram, 9(1), 228–236.
Murahim, N. F. N. (2019). Nilai-nilai budaya Sasak Kemidi Rudat Lombok: Perspektif Hermeneutika. MABASAN, 5(2), 59–79.
Ramdhani, A. H. (2021). Transformasi Etno-Musik Tradisional Sasak: Evolusi Budaya dan Pertentangan Kelas. ASANKA: Journal of Social Science and Education, 2(1).
Satyananda, I. M., Armini, I. G. A., & Putra, I. K. S. (2015). Kecimol: seni kolaborasi kajian bentuk, fungsi, dan nilai di Lombok. Balai Pelestarian Nilai Budaya Bali.
Yudarta, I. G., & Pasek, I. N. (2017). Kecimol Music as Cultural Identification of Sasak Ethnic. Mudra Jurnal Seni Budaya, 32(3).
Kantor Bahasa NTB, M. S. (2020). Hakikat karya masyarakat Sasak yang tercermin dalam sesenggak. MABASAN, 5(2).
Arip Watoni, S., & Arfan, M. (2024). Kontekstualisasi Nilai Filosofis Seni Wayang Sasak Berbasis Kearifan Lokal dalam Bingkai Moderasi Beragama Masyarakat Plural di Pulau Lombok.
Nasri, N., & et al. (2024). Sasak language in rituals and traditions: An anthropological analysis of communication in the Lombok community. Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan, 19(2), 89–99.
DOI: https://doi.org/10.31764/telaah.v11i1.36545
Refbacks
- There are currently no refbacks.
_________________________________________________________
Jurnal Ilmiah Telaah
ISSN (Online) 2620-6226 | ISSN (Print) 2477-2429
Email: [email protected]
Tel / fax : (0370)-633723 / (0370)-641906

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






