PENDAMPINGAN DONASI JELANTAH BAGI WARGA KAMPUS MELALUI PROGRAM JENGRINDA (JELANTAH MEMBANGUN SAMARINDA)

Vita Pramaningsih, Sri Sunarti, Deny Kurniawan, Rabiatul Adawiyah, Muhammad Risky

Abstract


ABSTRAK

Penggunaan minyak goreng terus meningkat terutama dalam industri makanan. Minyak sisa hasil penggorengan disebut dengan minyak jelantah. Ibu-ibu biasanya akan membuang minyak jelantah ke selokan, wastafel cuci piring maupun ke tempat pembuangan sampah. Hal ini dapat menyumbat pipa buangan rumah tangga dan mencemari lingkungan. Pemerintah Kota Samarinda memiliki program Jengrinda dengan mengajak masyarakat berdonasi jelantah untuk membangun kota Samarinda. Penelitian ini bertujuan untuk mengajak warga kampus mengumpulkan minyak jelantah dalam upaya mengendalikan pencemaran lingkungan dari hal kecil dan ikut berpartisipasi dalam program Pemerintah Kota Samarinda. Metode yang digunakan adalah melakukan sosialisasi dan pendampingan untuk mengumpulkan minyak jelantah melalui pengajian rutin mingguan kampus. Kemudian menyediakan derigen, mengkoordinir pengambilan jelantah melalui pick up atau pengambilan ke rumah maupun secara mandiri, koordinasi dengan PT. GSP sebagai pengelola minyak serta evaluasi dengan kuesioner. Kegiatan ini melibatkan seluruh warga kampus baik mahasiswa, dosen, tendik, klining servis, satpam. Hasil kuesioner setelah 4 minggu kegiatan menunjukkan bahwa 88,43% responden mengetahui tentang program jelantah membangun Samarinda, serta ikut mendonasikan minyak jelantah. Jelantah terkumpul sebanyak 2 derigen atau setara dengan 25 liter selama 4 minggu. Kesimpulannya warga kampus menyadari bahwa jelantah menyebabkan pencemaran lingkungan dan bersedia berpartisipasi dalam program donasi jengrinda.

 

Kata kunci: minyak goreng; jelantah; program jengrinda.

 

ABSTRACT

The cooking oil continues to increase, especially a food industry. The leftover oil from frying is called used cooking oil. Mothers will usually throw used cooking oil the gutter, dishwashing or landfill. This household waste pipes, pollute the environment. Samarinda City Government has Jengrinda program inviting people donate used cooking oil to build city of Samarinda. The study to invite campus residents to collect used cooking oil an effort to control environmental pollution from small things and participate the Samarinda City Government program. Method used is to conduct socialization and assistance to collect used cooking oil through weekly campus recitation. Then provide derigants, coordinate the collection of used cooking oil through pick up or to the house independently, coordinate with PT GSP the oil manager and evaluate a questionnaire. Activity all campus residents including students, lecturers, staff, clining service, and security. The results of questionnaire after 4 weeks of activity showed 88.43% respondents about used cooking oil program Samarinda, participated donating used cooking oil. Used cooking oil collected as 2 derigants the equivalent of 25 liters for 4 weeks. Conclusion, residents are used cooking oil environmental pollution and willing to participate the jengrinda donation program.

 

Keywords:

ABSTRAK

Penggunaan minyak goreng terus meningkat terutama dalam industri makanan. Minyak sisa hasil penggorengan disebut dengan minyak jelantah. Ibu-ibu biasanya akan membuang minyak jelantah ke selokan, wastafel cuci piring maupun ke tempat pembuangan sampah. Hal ini dapat menyumbat pipa buangan rumah tangga dan mencemari lingkungan. Pemerintah Kota Samarinda memiliki program Jengrinda dengan mengajak masyarakat berdonasi jelantah untuk membangun kota Samarinda. Penelitian ini bertujuan untuk mengajak warga kampus mengumpulkan minyak jelantah dalam upaya mengendalikan pencemaran lingkungan dari hal kecil dan ikut berpartisipasi dalam program Pemerintah Kota Samarinda. Metode yang digunakan adalah melakukan sosialisasi dan pendampingan untuk mengumpulkan minyak jelantah melalui pengajian rutin mingguan kampus. Kemudian menyediakan derigen, mengkoordinir pengambilan jelantah melalui pick up atau pengambilan ke rumah maupun secara mandiri, koordinasi dengan PT. GSP sebagai pengelola minyak serta evaluasi dengan kuesioner. Kegiatan ini melibatkan seluruh warga kampus baik mahasiswa, dosen, tendik, klining servis, satpam. Hasil kuesioner setelah 4 minggu kegiatan menunjukkan bahwa 88,43% responden mengetahui tentang program jelantah membangun Samarinda, serta ikut mendonasikan minyak jelantah. Jelantah terkumpul sebanyak 2 derigen atau setara dengan 25 liter selama 4 minggu. Kesimpulannya warga kampus menyadari bahwa jelantah menyebabkan pencemaran lingkungan dan bersedia berpartisipasi dalam program donasi jengrinda.

 

Kata kunci: minyak goreng; jelantah; program jengrinda.

 

ABSTRACT

The cooking oil continues to increase, especially a food industry. The leftover oil from frying is called used cooking oil. Mothers will usually throw used cooking oil the gutter, dishwashing or landfill. This household waste pipes, pollute the environment. Samarinda City Government has Jengrinda program inviting people donate used cooking oil to build city of Samarinda. The study to invite campus residents to collect used cooking oil an effort to control environmental pollution from small things and participate the Samarinda City Government program. Method used is to conduct socialization and assistance to collect used cooking oil through weekly campus recitation. Then provide derigants, coordinate the collection of used cooking oil through pick up or to the house independently, coordinate with PT GSP the oil manager and evaluate a questionnaire. Activity all campus residents including students, lecturers, staff, clining service, and security. The results of questionnaire after 4 weeks of activity showed 88.43% respondents about used cooking oil program Samarinda, participated donating used cooking oil. Used cooking oil collected as 2 derigants the equivalent of 25 liters for 4 weeks. Conclusion, residents are used cooking oil environmental pollution and willing to participate the jengrinda donation program.

 

Keywords: cooking oil; used cooking oil; jengrinda program.


Keywords


cooking oil; used cooking oil; jengrinda program.

Full Text:

PDF

References


Ahmad, H. S., Bialangi, N., & Salimi, Y. K. (2016). Pengolahan Minyak Jelantah Menjadi Biodiesel. Jurnal Entropi, 11(2), 204–214.

Astuti, A. Y., Linarti, U., & Budiarti, D. I. (2021). Pengolahan Limbah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Di Bank Sampah Lintas Winongo, Kelurahan Bumijo, Kecamatan Jetis, Kota Yogyakarta. SPEKTA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat : Teknologi Dan Aplikasi, 2(1), 73–82.

Astuti Andjar, Asih Mulyaningsih, M. S. (2020). Pemberdayaan Wanita Tani Dalam Memanfaatkan Limbah Minyak Goreng Menjadi Produk Olahan Guna Meningkatkan Pendapatan. Pengabdian Masyarakat, 1(7).

Chandra, C., Asrinawaty, A., Fauzan, A., & Agustina, N. (2020). Pelatihan Pembuatan Daur Ulang Minyak Jelantah Berbasis Ecogreen di Rumah Singgah Yatim dan Dhuafa Kota Banjarbaru. Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK), 2(1), 69. https://doi.org/10.36565/jak.v2i1.98

Erviana, V. Y., Suwartini, I., & Mudayana, A. (2018). Pengolahan Limbah Minyak Jelantah dan Kulit Pisang Menjadi Sabun. Jurnal SOLMA, 7(2), 144. https://doi.org/10.29405/solma.v7i2.2003

Hanjarvelianti, S., & Kurniasih, D. (2020). Pemanfaatan Minyak Jelantah dan Sosialisasi Pembuatan Sabun Dari Minyak Jelantah Pada Masyarakat Desa Sungai Limau Kecamatan Sungai Kunyit-Mempawah. Jurnal Buletin Al-Ribaath, 15(2), 26. https://doi.org/10.29406/br.v17i1.1878

Haqq, A. A. (2019). Pemanfaatan Limbah Minyak Jelantah Penghasil Sabun Sebagai Stimulus Untuk Meningkatkan Kepedulian Masyarakat Terhadap Lingkungan. Dimasejati: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(1), 119–136. https://doi.org/10.24235/dimasejati.v1i1.5410

Harahap, J., & Yullia, Y. (2018). Potensi Pemanfaatan Limbah Minyak Jelantah Kota Banda Aceh Sebagai Sumber Energi Alternatif (Biodiesel). Elkawnie Jurnal of Islamic Science and Technology, 4(2). https://doi.org/10.22373/ekw.v4i2.3514

Kartika, S. A., Dani, M., & Suherman, A. (2021). Pemberdayaan Warga Kelurahan Klandasan Ilir, Balikpapan, dalam Pengelolaan Lingkungan dan Minyak Jelantah. Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(2), 466–473. https://doi.org/10.31849/dinamisia.v5i2.5271

Kusumaningtyas, R. D., Qudus, N., Putri, R. D. A., & Kusumawardani, R. (2019). Penerapan Teknologi Pengolahan Limbah Minyak Goreng Bekas Menjadi Sabun Cuci Piring Untuk Pengendalian Pencemaran Dan Pemberdayaan Masyarakat. Jurnal Abdimas, 22(2), 201–208.

Phelia, A., Pramita, G., Bertarina, Ashruri, & Misdalena, F. (2021). Pemanfaatan Limbah Minyak Jelantah Menjadi Sabun Sebagai Upaya Pengendalian Limbah Domestik Masa Pandemi Covid-19. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Radisi, 1(3), 181–187. https://www.jurnal.radisi.or.id/index.php/PKMRADISI/article/view/76

Septiowati, R., Oktavianna, R., Saputri, S. W., Sari, S., & Benarda. (2019). Pemanfaatan Minyak Jelantah Menjadi Sabun Cuci Pada Bank Sampah Di Kelurahan Bambu Apus Pamulang. ABDIMISI, 1(1), 10–17.

Sundoro, T., Kusuma, E., & Auwalani, F. (2020). Pemanfaatan Minyak Jelantah Dalam Pembuatan Lilin Warna-Warni. Jurnal Pengabdian Masyarakat Ipteks, 6(2), 127–136.

Tarkono, T., Arif, A., Fadilla, T., Pahlevie, M. R., Safitri, V. A., Ivansyah, M. A., Wasi, N. S., & Jannah, I. (2021). Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program Buntah (Sabun Minyak Jelantah). Buguh: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(1), 25–30. https://doi.org/10.23960/buguh.v1n1.39




DOI: https://doi.org/10.31764/jpmb.v7i3.15393

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

______________________________________________________

Jurnal Selaparang

p-ISSN 2614-5251 || e-ISSN 2614-526X

 

EDITORIAL OFFICE: