UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN SISWA SD TERHADAP PENYAKIT DBD DAN JENTIK NYAMUK DI SDN MALABAR KOTA BOGOR

Sevrima Anggraini, Durotul Aenia, Latifah Putri Meutia, Lira Sophia Mayna, Shafa Rahmadinanti, Siti Walidaturrahmah A., TB Ilham Auliya

Abstract


ABSTRAK

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah salah satu penyebab morbiditas dan mortalitas pada masyarakat. Kasus kejadian DBD di Kota Bogor hingga bulan Oktober tahun 2021 cukup mengalami peningkatan. Data dari RSUD Kota Bogor mencatat hingga Oktober 2021 terjadi 45 kasus kejadian DBD, 35 pada anak-anak dan 10 pasien orang dewasa. Peningkatan kasus DBD ini terutama pada anak-anak harus menjadi perhatian lebih dari berbagai pihak, salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah dengan menyebarkan informasi dan penyuluhan kepada siswa/siswi di SD terkait pencegahan penyakit DBD. Selain itu siswa dan siswi juga diberikan informasi terkait bentuk jentik nyamuk dan tempat-tempat jentik nyamuk bisa berkembang, sehingga siswa bisa berperan aktif dalam mencegah penyakit DBD. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan siswa SD terkait pencegahan DBD. Kegiatan penyuluhan dilakukan pada 18 siswa SDN Malabar, Desa Tegallega Kota Bogor. Hasil kegiatan diharapkan adanya peningkatan pengetahuan siswa SD terkait pencegahan DBD dan siswa mampu mengenali jentik nyamuk yang ada lingkungan sekitar mereka dan bisa melakukan upaya pemberantasan jentik nyamuk.

 

Kata kunci: penyuluhan; pengetahuan; jentik; DBD.

 

ABSTRACT

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is one of the causes of morbidity and mortality in the community. The number of cases of dengue fever in Bogor City until October 2021 has increased quite a bit. Data from the Bogor City Hospital noted that until October 2021 there were 45 cases of dengue fever, 35 in children and 10 adult patients. This increase in dengue cases, especially in children, should be of more concern to various parties, one of the efforts that can be done is by disseminating information and counseling to students in elementary schools regarding the prevention of dengue disease. In addition, students are also given information regarding the shape of mosquito larvae and places where mosquito larvae can grow, so that students can play an active role in preventing dengue disease. The purpose of this activity is to increase the knowledge of elementary school students regarding dengue prevention. Extension activities were carried out on 18 students of SDN Malabar, Tegallega Village, Bogor City. The results of the activity are expected to increase the knowledge of elementary school students related to dengue prevention and students can recognize mosquito larvae in their environment and can make efforts to eradicate mosquito larvae.

 

Keywords : counseling; knowledge; larvae; DHF.


Keywords


counseling; knowledge; larvae; DHF.

Full Text:

PDF

References


Adnan, A. B., & Siswani, S. (2019). Peran Kader Jumantik Terhadap Perilaku Masyarakat Dalam Upaya Pencegahan Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Wilayah Kerja Kelurahan Tebet Timur Tahun 2019. Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS), 3(2), 204–2018.

Arisanti, M., Hapsari Suryaningtyas, N., Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Baturaja Jl AYani, B. K., Baturaja, K., Ogan Komering Ulu, K., & Selatan, S. (2021). Kejadian Demam Berdarah Dengue (Dbd) Di Indonesia Tahun 2010-2019. Ejournal2.Litbang.Kemkes.Go.Id, 13(1), 34–41. http://ejournal2.litbang.kemkes.go.id/index.php/spirakel/article/view/5439

Istiqomah, M., & Syahrul, F. (2016). Faktor Resiko Aktivitas, Mobilitas, dan Menggantung Pakaian terhadap Kejadian Demam Berdarah pada Anak. Keperawatan Muhammadiyah, 1(2), 17.

Kemenkes. (2017). Pedoman Pencegahan Dan Pengendalian Demam Berdarah Dengue Di Indonesia. Pedoman Pencegahan Dan Pengendalian Demam Berdarah Di Indonesia, 5(7), 9. https://drive.google.com/file/d/1IATZEcgGX3x3BcVUcO_l8Yu9B5REKOKE/view

Koibur, J. G., Satyarsa, A. B. S., Gustawan, I. W., Putra, I. G. N. S., & Utama, I. M. D. L. (2021). Lingkungan Tempat Tinggal Sebagai Faktor Resiko Infeksi Virus Dengue Pada Anak-Anak. Indonesian Journal for Health Sciences, 5(1), 1. https://doi.org/10.24269/ijhs.v5i1.2984

Marwanty, M., & Miko Wahyono, T. Y. (2019). Faktor Lingkungan Rumah dan Kejadian Demam Berdarah Dengue di Kota Palopo 2016. Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia, 2(1), 19–26. https://doi.org/10.7454/epidkes.v2i1.3106

Pranata, I. W. A. (2017). Gambaran Pola Penatalaksanaan Demam Berdarah Dengue (DBD) Pada Anak Di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Buleleng Tahun 2013. E-Jurnal Medika, 6(5), 21–27.

Pratamawati, D. A. (2012). Peran Juru Pantau Jentik dalam Sistem Kewaspadaan Dini Demam Berdarah Dengue di Indonesia The Role of Juru Pantau Jentik in Dengue Haemorrhagic Fever Early. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 6(6), 4–6.

Sudarno, A. (2021). Kasus DBD Meningkat, 118 Pasien Dirawat di RSUD Kota Bogor. Liputan6.Com.

Wati, N. W. K. W., Astuti, S., & Sari, L. K. (2016). Hubungan Pengetahuan dan Sikap Orang Tua tentang Upaya Pencegahan dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) pada Anak di RSUD Banjarbaru Tahun 2015. Jurkessia, 6(2), 20–29.




DOI: https://doi.org/10.31764/jpmb.v6i3.8526

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

______________________________________________________

Jurnal Selaparang

p-ISSN 2614-5251 || e-ISSN 2614-526X

 

EDITORIAL OFFICE: