UPAYA PENINGKATAN KESEHATAN REPRODUKSI MELALUI DETEKSI DINI DAN PENCEGAHAN GANGGUAN HAID SERTA MENOPAUSE

Alfaina Wahyuni, Alfaina Wahyuni, Fitnaningsih Endang Cahyani, Shifa Noor Amalya

Abstract


ABSTRAK

Menstruasi merupakan peristiwa yang wajar dan alami, walaupun kenyataannya banyak wanita mengalami masalah menstruasi. Gangguan haid dari sisi jumlah dan lamanya sering terjadi baik pada usia remaja maupun usia menjelang menopause akibat ketidakseimbangan hormon. Penyebab ketidakteraturan haid antara lain disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon, efek samping obat, tumor di ovarium, tumor di rahim dan polikistik ovarium sindrom (PCOS). Sebagian besar masih belum memahami bahwa haid yang tidak teratur bisa jadi merupakan gejala awal dari penyakit system reproduksi maupun hubungan antara obesitas dengan gangguan haid. Kegiatan pengabdian masyarakat bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang gangguan haid, fakta dan mitos seputar gangguan haid, menopause serta permasalahannya. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan pada hari Jumat, 11 Maret 2022 pukul 15.30-17.30 di Masjid Al Fatah, Bodeh, Ambarketawang, Gamping, Sleman. Metode yang digunakan melalui ceramah secara langsung kepada kader binaan Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Ambarketawang. Kegiatan tersebut diikuti oleh 34 peserta, didahului dengan dilakukan pretest dan posttest pada akhir kegiatan. Bentuk pretest dan posttest menggunakan kuesioner. Berdasarkan hasil pretest dan posttest peserta menunjukkan adanya peningkatan, dengan hasil rerata pretest tentang pengetahuan gangguan haid dan menopause 81,74%, dan hasil rerata posttest 87,59%. Disimpulkan bahwa ada peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan sebanyak 5,85%.

 

Kata kunci: gangguan haid; menopause; menstruasi.

 

ABSTRACT

Menstruation is a normal and natural occurrence; however, many women experience menstrual problems. The majority of menstrual disorders and conditions that occur during adolescence and before menopause are caused by hormonal imbalances. Menstrual irregularities can be caused by hormonal imbalances, medication side effects, tumors in the ovaries, tumors in the uterus, and polycystic ovary syndrome (PCOS). Most people are still unaware that irregular menstruation can be an early sign of reproductive system disease, or that there is a link between obesity and menstrual disorders. The aim of the community service is to give undersatanding about menstrual disorder counseling, facts and myths about menstrual disorders, menopause, and their problems. On Friday, March 11, 2022, from 15.30-17.30, community service activities will be held at Al Fatah Mosque in Bodeh, Ambarketawang, Gamping, and Sleman. The Aisyiyah Branch Leadership (PRA) Ambarketawang is assisting with direct lectures to cadres. The activity was attended by 34 people, and it was preceded by a pretest and a posttest at the end. A questionnaire is used as a pretest and posttest. Participants improved based on the results of the pretest and posttest, with the average pretest result for knowledge of menstrual disorders and menopause being 81.74 percent and the average posttest result being 87.59 percent. As a result, there is a 5.85 percent increase in knowledge between before and after counseling.

 

Keywords: menstrual disorders; menopause; menstruation


Keywords


menstrual disorders; menopause; menstruation

Full Text:

PDF

References


Alfaina,W, Suprihatiningsih, Wiwik.K. (2021). Riwayat Keluarga PCOS, Obesitas, Diet Rendah Serat, Dan Aktivitas Fisik Yang Rendah Meningkatkan Risiko PCOS. Buku Abstrak International Conference on Nursing, UMY.

Daramatasia, W., Rufaindah, E., & Yuliyanik. (2022). PENYULUHAN KESEHATAN REPRODUKSI TENTANG KESIAPAN IBU MENGHADAPI MENOPAUSE PADA IBU-IBU SANGGAR SENAM LA FRESH BLIMBING KOTA MALANG. PENYULUHAN, 6(2), 798–802.

Direktorat Jendral Kesehatan Masyarakat. (2017). Buku saku pemantauan status gizi. Kementrian Kesehatan : Jakarta Selatan.

Ekawati, R. (2019). Pengantar Kesehatan Reproduksi. Wineka Media.

Leonardus S.K,. (2021). "Pandemi, Tingkat Obesitas Orang Dewasa Meningkat Jadi 21,8 Persen. https://lifestyle.okezone.com/read/2021/03/04/481/2372357/pandemi-tingkat-obesitas-orang-dewasameningkat-jadi-21-8-persen

Malini, et.al. (2018). Pendidikan Kesehatan Dalam Keperawatan. Andalas University Press.

Notoadmojo, S. (2012). Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. PT Rineka Cipta.

Nuryaningsih, N., Rosyati, H., Hadiyani, A., & Istiqomah, S. N. (2021). PERSONAL HYGIENE EDUCATION SAAT MENSTRUASI SOLUSI PENINGKATAN KUALITAS HIDUP REMAJA DI MASA DEPAN. SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, 5(1), 753. https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6528

Rahayu, A., et.al. (2017). Kesehatan Reproduksi Remaja & Lansia. Airlangga University Press.

Rojas J, et al. (2014). Polycystic Ovary Syndrome, Insulin Resistance, and Obesity: Navigating the Pathophysiologic Labyrinth. Int J Reprod Med, 1–17.

Saam, Zulfan & Wahyuni, Sri. (2012). Psikologi Keperawatan. Rajawali Pers.

Sompotan LL. (2017). Junk Food Consumption as Risk Factor of Poly Cystic Ovarian Syndrome. J Ilm Kedokt Wijaya Kusuma., 4(6 (2)), 21.

Yulastini, F., Fajriani, E., & Rukmana, B. F. (2021). PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DI PONDOK PESANTREN NURUL HARAMAIN NARMADA. SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, 4(2), 47. https://doi.org/10.31764/jpmb.v4i2.4065

Yuliani, M., Yufina, Y., & Maesaroh, M. (2021). GAMBARAN PEMBENTUKAN KADER DAN PELAKSANAAN POSYANDU REMAJA DALAM UPAYA PENINGKATAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA. SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, 4(2), 266. https://doi.org/10.31764/jpmb.v4i2.4157

Zuo, T., Zhu, M., & Xu, W. (2016). Roles of Oxidative Stress in Polycystic Ovary Syndrome and Cancers. Oxidative Medicine and Cellular Longevity, 2016, 1–14. https://doi.org/10.1155/2016/8589318




DOI: https://doi.org/10.31764/jpmb.v6i3.9194

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

______________________________________________________

Jurnal Selaparang

p-ISSN 2614-5251 || e-ISSN 2614-526X

 

EDITORIAL OFFICE: