RASA KEHILANGAN DALAM PUISI PESONA BUNGA YANG SIRNA KARYA ERICK HIDAYAT; KAJIAN PSIKOANALISIS LACAN

Rahmat Sulhan Hardi

Abstract


Objek material penelitian ini adalah puisi yang berjudul “Pesona Bunga yang Sirna” karya Erick Hidayat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perasaan pengarang dengan mengkajinya menggunakan psikoanalisis Lacan. Hasil yang diperolah adalah bahwa dalam puisi tergambarkan perasaan pengarang dengan hasrat yang tidak pernah terpenuhi. Memang, satu waktu hasrat itu terpenuhi, akan tetapi itu tidaklah lama. Itu adalah keterpenuhan yang menipu. Ia kemudian berubah menjadi rasa kekurangan dan kehilangan yang baru. Puisi ini secara tidak langsung menggambarkan hasrat manusia yang takkan pernah terpenuhi. Subjek dalam puisi ini untuk sementara, merasa dirinya terpenuhi dengan hadirnya seorang kekasih. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu ternyata subjek menyadari bahwa kekasih yang dianggapnya mampu memenuhi dan mengisi apa yang hilang dari dirinya itu tidak dapat terpenuhi. Subjek merasakan kembali rasa kehilangan dan ketidakutuhan. Apa yang disebut keterpenuhan diri tadi tidaklah pernah bertahan lama dan akan selalu berubah menjadi kehilangan lain atau kekurangan lain lagi yang menuntut untuk dipenuhi. Begitu seterusnya. Dengan demikian, pemenuhan akan hasrat secara sempurna adalah hal yang ideal dan yang tak mungkin dapat diraih.

Keywords


puisi, kehilangan, psikoanalisis Lacan

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Ilmiah Telaah  | ISSN 2477-2429

 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.