Prinsip-Prinsip Kesantunan pada Novel Jilbab Traveler Love Sparks In Korea Karya Asma Nadia

Baiq Ayu Winarsih, Irma Setiawan

Abstract


Penelitian ini mendeskripsikan bentuk penggunaan prinsip-prinsip kesantunan menurut Leech dalam novel Jilbab Traveler Love Sparks in Korea karya Asma Nadia. Teori dasar yang digunakan peneliti adalah teori prinsip kesantunan Leech, yakni maksim kebijaksanaan, maksim kedermawanan, maksim penghargaan, maksim kesederhanaan, maksim permufakatan, dan maksim kesimpatisan. Keenam prinsip kesantunan tersebut sebagai acuan untuk menganalisis maksud prinsip kesantunan. Berdasarkan analisis data, disimpulkan bahwa hasil analisis bentuk penggunaan prinsip-prinsip kesantunan berbahasa dalam novel Jilbab Traveler Love Sparks in Korea karya Asma Nadia yaitu 1) variasi bentuk yang mematuhi maksim kebijaksanaan sebanyak 2 data yakni bermaksud memberikan nasehat, 2) variasi bentuk yang mematuhi maksim kedermawanan sebanyak 9 data yakni menawarkan bantuan, 3) variasi bentuk yang mematuhi maksim penghargaan sebanyak 6 data yakni bermaksud memuji mitra tutur, 4) variasi bentuk yang mematuhi maksim kesederhanaan sebanyak 4 data yakni menjelekkan diri sendiri dan menyatakan permohonan maaf terhadap kesalahan yang diperbuat, 5) variasi bentuk yang mematuhi maksim permufakatan sebanyak 29 data, yakni menganggukkan kepala, mengacungkan jempol, mengatakan setuju terhadap saran, dan mengatakan setuju disertai dengan fakta, 6) variasi bentuk yang mematuhi maksim kesimpatisan sebanyak 3 data, yakni bermaksud untuk mengungkapkan rasa simpati baik itu sebuah kemalangan maupun  sesuatu yang menyenangkan terhadap pihak lain.

 

This study describes the form of using the principles of politeness according to Leech in the novel Jilbab Traveler Love Sparks in Korea by Asma Nadia. The basic theory used by the researcher is Leech's theory of politeness principles, namely the maxim of wisdom, the maxim of generosity, the maxim of appreciation, the maxim of simplicity, the maxim of consensus, and the maxim of sympathy. The six principles of politeness serve as a reference for analyzing the intent of the principle of politeness. Based on data analysis, it is concluded that the results of the analysis of the use of politeness principles in the novel Jilbab Traveler Love Sparks in Korea by Asma Nadia are 1) variations of forms that comply with the maxim of wisdom as much as 2 data, namely intending to give advice, 2) variations of forms that comply with the maxims generosity as many as 9 data, namely offering assistance, 3) variations in forms that comply with the maxim of appreciation as much as 6 data, namely intending to praise the speech partner, 4) variations in forms that comply with the maxim of simplicity as much as 4 data, namely vilifying oneself and expressing apologies for mistakes made, 5 ) variations of forms that comply with the maxim of agreement as many as 29 data, namely nodding their heads, giving thumbs up, saying agree to suggestions, and saying agree accompanied by facts, 6) variations of forms that comply with the maxim of sympathy as many as 3 data, which intends to express good sympathy a misfortune or something pleasant to the other party.


Keywords


maksim kesantunan Leech

Full Text:

PDF

References


Chaer, A. (2012). Linguistik Umum. Jakarta: Rineka Cipta.

Iswara, A.A.,& Susana, K.Y. (2019). Analisis Kesantunan Bahasa Media Sosial: Komunikasi Mahasiswa Kepada Dosen STMIK STIKOM Indonesia. Kulturistik: Jurnal Bahasa dan Budaya, 3 (2), 10-29.

Koentjaraningrat. 1984. Kamus Istilah Antropolog. Jakarta: Pusat Pembinan dan pengembangan Bahasa.

Mahsun. 2017. Metode Penelitian Bahasa. Depok: PT Raja Grafindo Persada.

Moleong, lexy J. 2012. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Nadia, Asma. 2015. Jilbab Traveler Love Sparks in Korea. Depok: AsmaNadia Publishing House.

Nurgiyantoro, B. (2013). Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Paramitha, O. L. 2014. “Penerapan Prinsip Kesantunan Berbahasa dalam Percakapan Film Sang Pemimpi Sutradara Riri Riza, Relevansinya sebagai Bahan Pembelajaran Keterampilan Menyimak dan Berbicara, dan Skenario Pembelajaran di Kelas X Semester 2 SMA. Diambil pada tanggal 1 Juli 2020 dari http//repository.umpwr.ac.id.

Pawito. 2007. Penelitian Komunikasi Kualitatif. Yogyakarta: Lkis.

Rahardi, K. (2015). Pragmatik Kesantunan Inferaktif Bahasa Indonesia. Yogyakarta: Erlangga.

Ratna, Nyoman Khuta. 2010. Teori, Metode, dan Teknik Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Setiawan, I., & Mandala, H. 2021. Morfologi Teks Debat Calon Presiden Republik Indonesia Periode 2014-2019. Jurnal Ilmiah Telaah, 6(1), 82-92.

Setiawan, I. 2006. Analisis Percakapan Bahasa Sasak dalam Perspektif Gender: sebuah Kajian Wacana Kritis. Mabasan, 7(1), 28-32.

Shobirin, M.S., & Roziqin, M.K (2019, November). Analisis Kesantunan Berbahasa Santri di Lingkungan Pondok Pesantren Yanabiul Qur’an Jombang: Kajian Pragmatik. In Prosiding Seminar Nasional Multidisiplin(Vol.2, No. 1,pp.66-71).

Sugiyono. 2017. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Tarigan, H. G. 1986. Pengantar Pragmatik. Bandung: Angkasa Bandung.

Wijaya, P.W., Tulung, G.J., & Pandean, M. (2020). Makna Kata-kata Mutiara (Quotes) Bj Habibie: Tinjauan Kesantunan Berbahasa. Kajian Linguistik, 7(2).




DOI: https://doi.org/10.31764/telaah.v6i2.5475

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


_________________________________________________________

Jurnal Ilmiah Telaah
ISSN (Online) 2620-6226 | ISSN (Print) 2477-2429
Email: [email protected]
Tel / fax : (0370)-633723 / (0370)-641906

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.