Penguatan Nilai-Nilai Nasionalisme melalui Pendidikan Pancasila sebagai Dampak dari Budaya FoMO (Fear of Missing Out) pada Siswa SMAN Colomadu
Abstract
Kemajuan teknologi membuat saling terhubung melalui jaringan global, informasi tersebar luas dengan mudah dan cepat di tengah arus globalisasi mulai dari ilmu pengetahuan, budaya, dan gaya hidup, sehingga akan mudah diakses oleh siapa saja, terutama remaja. Hal ini tentunya membawa dampak positif dan negatif bagi semua kalangan, terutama remaja yang masih labil dalam pemanfaatan teknologi, sehingga perlu diterapkan penguatan nilai-nilai nasionalisme melalui pendidikan Pancasila sebagai benteng bagi remaja agar tidak terbawa arus yang dapat berdampak negatif, baik ketergantungan pada penggunaan teknologi maupun dipengaruhi oleh budaya luar dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengidentifikasi jenis dan dampak budaya FoMO (Fear of Missing Out) yang dialami oleh siswa SMA Colomadu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa SMA Colomadu sering mengikuti tren saat ini namun siswa dapat membatasi diri dan tetap menghargai produk lokal, nilai-nilai tersebut dapat terjadi tentunya karena kebiasaan yang selalu ditanamkan dan diperkuat melalui pendidikan Pancasila. Kesimpulan penelitian ini menekankan bahwa Pancasila tidak hanya berperan sebagai ideologi nasional dan alat pemersatu bangsa Indonesia, tetapi juga memiliki potensi untuk dikenalkan sebagai alternatif pandangan dunia yang seimbang. Dengan demikian, perlu adanya Penguatan nilai-nilai Nasionalisme melalui pendidikan Pancasila.
Technological advances make interconnected through global networks, information is widely disseminated easily and quickly in the midst of the flow of globalization ranging from science, culture, and lifestyle, so that it will be easily accessible to anyone, especially teenagers. This certainly has a positive and negative impact on all circles, especially teenagers who are still labile in the use of technology, so it is necessary to apply the strengthening of nationalism values through Pancasila education as a fortress for teenagers so that they are not carried away by currents that can have a negative impact, both dependence on the use of technology and being influenced by outside culture in daily life. This study aims to find out and identify the types and impacts of FoMO (Fear of Missing Out) culture experienced by Colomadu High School students. The results of the study show that Colomadu High School students often follow current trends but students can limit themselves and still appreciate local products, these values can occur, of course, because of habits that are always instilled and strengthened through Pancasila education. The conclusion of this study emphasizes that Pancasila not only plays a role as a national ideology and a unifying tool of the Indonesian nation, but also has the potential to be introduced as an alternative to a balanced worldview. Thus, it is necessary to strengthen the values of Nationalism through Pancasila education
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Anggraeni, T., Alwan Bahrudin, F., & Nida, Q. (2024). Peranan Pembelajaran Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan Dalam Menerapkan Sikap Nasionalisme Peserta Didik. Journal on Education, 07(01), 1225–1235.
Ari Nugroho, D., & Khairurrasyid. (2024). Penguatan Nilai Nasionalisme Melalui Pemanfaatan Media Sosial Dalam Pendidikan Pancasila Perspektif Kewarganegaraan Digital. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, Volume 14, Nomor 01.
Azizah, N., Trisiana, A., Astna, M., Latifah, L., Wijayanti, M., & Agustin, S. (2025). Tantangan Pendidikan Karakter Pancasila diera Digitalisasi dalam Mencapai Civic Responsibility. CV. Dino Mandiri.
Chyquitita, T. (2024). Mengurai Fenomena FoMo dikalangan Remaja. EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN, 6(4), 3763–3771. https://doi.org/10.31004/edukatif.v6i4.7406
Dwi Aryani, E., Fadjrin, N., Ashfiya Azzahro’, T., & Andi Fitriono, R. (2022). Implementasi Nilai-Nilai Pancasila Dalam Pendidikan Karakter. Jurnal Gema Keadilan, Volume 9 Edisi III.
Fazria, N., Firman, & Netrawati. (2024). Fear Of Missing Out (FOMO) Pada Remaja Pengguna Media Sosial: Studi Pendahuluan. Jurnal Pendidikan Sosial Dan Konseling, 02(3), 1193–1202. https://doi.org/10.47233/jpdsk.v2i3
Hermawanto, A., & Anggrani, M. (2020). Globalisasi, Revolusi Digital Dan Lokalitas : Dinamika Internasional Dan Domestik Di Era Borderless World. In LPPM UPN VY Press.
Khuluqiyah, B., & Wuri Satwika, Y. (2024). Hubungan Self Control dengan FoMO pada Remaja Madya Pengguna Aktif Media Sosial The Relationship of Self Control with FoMO in Middle Teenagers Social Media Active Users. Character Jurnal Penelitian Psikologi, 11(02), 1049–1066. https://doi.org/10.26740/cjpp.v11n2.p1049-1066
Lickona, T. (2022). Persoalan Karakter, Bagaimana Membantu Anak Mengembangkan Penilaian Yang Baik, Integrasi, dan Kebajikan Penting Lainnya. In Persoalan Karakter, Bagaimana Membantu Anak Mengembangkan Penilaian Yang Baik, Integrasi, dan Kebajikan Penting Lainnya.
Mokalu, V. R., & Boangmanalu, C. V. J. (2021). Teori Psikososial Erik Erikson: Implikasinya Bagi Pendidikan Agama Kristen di Sekolah. VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 12(2), 180–192. https://doi.org/10.31932/ve.v12i2.1314
Puspita Ratri, E., & Najicha, F. U. (2022). Urgensi Pancasila Dalam Menanamkan Jiwa Nasionalisme Pada Generasi Muda Di Era Globalisasi. Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan, 11(1). https://doi.org/10.33061/jgz.v11i1.7455
Sabila, K., & Surya Tawaqal, R. (2025). The Phenomenon of FoMO (Fear of Missing Out) Culture on Tiktok Social Media among Gen Z Fenomena Budaya FoMO (Fear of Missing Out) di Media Sosial Tiktok pada Kalangan Gen Z. Jurnal Audience: Jurnal Ilmu Komunikasi, 8(1).
Sutinah, & Hanifah, R. (2025). Hubungan Antara Kontrol Diri dengan Fear of Missing Out (FoMO) pada Siswa Pengguna Media Sosial di SMK X Pringsewu. 7.
Trisiana, A. (2020). Digital Literation Models For Character Education In Globalization Era. Humanities & Social Sciences Reviews, 8(1). https://doi.org/10.18510/hssr.2020.8164
Trisiana, A. (2020). Penguatan pembelajaran pendidikan kewarganegaraan melalui digitalisasi media pembelajaran. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, 10.
Trisiana, A. (2021). Reactualization of Citizenship Education Versus Digitalization of Learning Media: Expectations and Challenges in the Pandemic Era. Journal of Legal, Ethical and Regulatory Issues, 24(5).
Trisiana, A., Jutmini, S., Haryati, S., & Hidayatullah, F. (2015). The Development Strategy Of Citizenship Education in Civic Education Using Project Citizen Model in Indonesia. Journal of Psychological and Educational Research, 23.
Trisiana, A., Sugiaryo, M., & Rispantyo, M. (2020). Pendidikan Karakter Berbasis Nasionalisme. Unisri Press.
Trisiana, A., & Wartoyo. (2016). Desain pengembangan model pembelajaran pendidikan kewarganegaraan melalui ADDIE model untuk meningkatkan karakter mahasiswa di Universitas Slamet Riyadi Surakarta. PKn Progresif, 11.
Wahyuningtyas, I., Hambali, I., & Muslihati. (2024). Profil Kecenderungan Fear of Missing Out (FoMO) Pada Siswa Sekolah Menengah Atas. G-Couns: Jurnal Bimbingan Dan Konseling, 9(2), 984–991. https://doi.org/10.31316/g-couns.v9i2.6764
Yusinta Dwi Ariyani, & An-nisa Apriani. (2017). Analisis Muatan Nilai-Nilai Nasionalisme Pada Buku Teks KTSP PKn Kelas 3 SD. Elementary School 4 (2017) 171-181.
DOI: https://doi.org/10.31764/civicus.v14i1.37942
Refbacks
- There are currently no refbacks.
>
https://journal.ummat.ac.id/index.php/CIVICUS
CIVICUS Editorial Office:






