Kajian Polifarmasi dan Potensi Interaksi Obat Pada Pasien HIV/AIDS di Puskesmas Seberang Padang Kota Padang

Putri Ramadhani, Sakinah Sakinah, Syifa Adriani, Nurul Damayanti, Nursela Hijriani

Abstract


Sistem imun, dan khususnya sel darah putih, merupakan target dari Human Immunodeficiency Virus (HIV). Acquired immunodeficiency syndrome (AIDS)," merupakan sekumpulan gejala dan indikator penyakit yang terkait dengan melemahnya sistem imun yang disebabkan oleh infeksi HIV. Obat antiretroviral sangat penting untuk pengobatan HIV/AIDS. Namun demikian, interaksi obat dapat terjadi jika banyak obat dikonsumsi secara bersamaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki kemungkinan interaksi obat di antara pasien HIV/AIDS di Puskesmas Seberang Padang, Kota Padang, dan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara frekuensi penggunaan obat dan frekuensi interaksi obat di antara pasien tersebut. Metode penelitian menggunakan desain cross-sectional, pengumpulan data prospektif, dan strategi pengambilan sampel terbatas waktu, penelitian ini memberikan hasil analitis tanpa melakukan eksperimen. Berdasarkan data yang diperoleh, jenis interaksi yang paling umum adalah farmakokinetik, dan insiden interaksi tertinggi berada pada kategori sedang yaitu 96,92%. Dalam penelitian ini, 119 pasien HIV/AIDS memiliki 26,37% kejadian yang berpotensi menyebabkan interaksi obat. Di Puskesmas Seberang Padang, terdapat hubungan linier positif yang signifikan (r=0,618) antara jumlah interaksi obat dan jumlah penggunaan obat oleh pasien HIV/AIDS, menurut analisis statistik. Nilai p 0,000, kurang dari tingkat sig. 0,05.

Keywords


Interaksi Obat-Obat; HIV/AIDS; Antiretroviral

Full Text:

PDF

References


Afriana, N., Luhukay, L., Mulyani, P. S., Irmawati, Romauli, Pratono, Dewi, S. D., Budiarty, T. I., Hasby, R., Trisari, R., Hermana, Anggiani, D. S., Asmi, A. L., Lamanepa, E., Elittasari, C., Muzdalifah, E., Praptoraharjo, I., Theresia Puspoarum, & Devika. (2023). Laporan Tahunan HIV AIDS 2022. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.

Auliafendri, N., Sinaga, A. H., & Hasibuan, N. N. (2025). Evaluasi Interaksi Obat Antiretroviral Pasien HIV-AIDS Rawat Inap Di Rumah Sakit Umum Imelda Pekerja Indonesia. Jurnal Ilmiah Farmasi Imelda, 8(2) pp. 1-8.

Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Barat. (2024). Kasus Penyakit Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Penyakit di Provinsi Sumatera Barat, 2023.

Drugs.com. (2025). Drug Interaction Checker. https://www.drugs.com/drug_interactions.html.

Fadilla, A. R., & Puspitasari, R. M. (2016). Evaluasi Ketepatan Penggunaan Antipsikotik Pada Pasien Skizofrenia Rawat Inap. Sainstech Farma, 9(1), 2086-7816.

Herdaningsih, S., Muhtadi, A., Lestari, K., & Annisa, N. (2016). Potensi Interaksi Obat-Obat pada Resep Polifarmasi: Studi Retrospektif pada Salah Satu Apotek di Kota Bandung. Jurnal Farmasi Klinik Indonesia, 5(4), 288–292.

Hidayati, A. N., Daili, S. F., Niode, N. J., Indriatmi, W., Budiono, S. E., & Barakbah, J. (2019). Manifestasi dan Tatalaksana Kelainan Kulit dan Kelamin Pada Pasien HIV/AIDS (pp. 1–50). Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Joint United Nations Programme on HIV/AIDS (UNAIDS). (2024). Fact sheet 2024 - Latest global and regional HIV statistics on the status of the AIDS epidemic. https://www.unaids.org/en

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Laporan Eksekutif Perkembangan HIV AIDS dan Penyakit Infeksi Menular Seksual (PIMS) Tahun 2023.

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2022 Tentang Penanggulangan Human Immunodeficiency Virus, Acquired Immunodeficiency Syndrome, Dan Infeksi Menular Seksual.

Stockley, L. H. (2010). Stockley’s Drug Interactions. Ninth Edition. Pharmaceutical Press. United Kingdom.

Taborat, M., Belan, R., & Indah. (2021). Potensi Interaksi Penggunaan Obat Antiretroviral (ARV) Pada Pasien Human Immunodeficiency Virus (HIV) Dan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) Di BLUD RSUD Sele Be Solu Kota Sorong. Jurnal Inovasi Kesehatan, 3(1), 21–26.

Widiyanti, M., Sandy, S., & Fitriana, E. (2015). Dampak Perpaduan Obat ARV pada Pasien HIV/AIDS ditinjau dari Kenaikan Jumlah Limfosit CD4 + di RSUD Dok II Kota Jayapura. In PLASMA (Vol. 1, Issue 2).

Yuindartanto, A., Hidayati, A. N., Indramaya, D. M., Listiawan, M. Y., Ervianti, E., & Damayanti. (2022). Risk Factors of Syphilis and HIV/AIDS Coinfection. Berkala Ilmu Kesehatan dan Kulit Kelamin, 34(2).

Yuniarti, N., Yuswar, M. A., & Untari, E. K. (2020). Kejadian interaksi obat pada pasien HIV/AIDS yang menerima antiretroviral di RSUD Dr. Soedarso Pontianak periode 2018. Journal Cerebellum, 6(1), 6–11.




DOI: https://doi.org/10.31764/lf.v7i1.37320

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


EDITORIAL OFFICE: