PENGEMBANGAN MANAJEMEN LEMBAGA PENDIDIKAN NON FORMAL DI WILAYAH KEPULAUAN SERIBU WILAYAH DKJ
Abstract
ABSTRAK
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan tema Pengembangan Manajemen Lembaga Pendidikan Nonformal (LPNF) di Wilayah Kepulauan Seribu, DKJ. Latar belakang kegiatan ini adalah kondisi LPNF yang masih dikelola secara sederhana, tanpa perencanaan strategis, sistem evaluasi, maupun pemanfaatan teknologi yang memadai. Padahal, LPNF memiliki peran penting dalam menyediakan akses pendidikan alternatif bagi masyarakat kepulauan yang terbatas pada layanan pendidikan formal. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan model partisipatif-kolaboratif, melalui tahapan observasi, Focus Group Discussion (FGD), pelatihan, workshop, serta pendampingan intensif selama tiga bulan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar LPNF di Kepulauan Seribu menghadapi kendala berupa keterbatasan sumber daya manusia, lemahnya tata kelola kelembagaan, serta rendahnya pemanfaatan teknologi. Melalui intervensi berupa pelatihan manajerial, workshop penyusunan rencana kerja, serta pendampingan berkelanjutan, terjadi peningkatan signifikan dalam aspek perencanaan strategis, pengelolaan keuangan sederhana, pemanfaatan teknologi pembelajaran, dan partisipasi masyarakat. LPNF mulai menyusun dokumen rencana kerja, meningkatkan kolaborasi dengan pemerintah daerah, serta menyesuaikan program dengan potensi lokal seperti kelautan, pariwisata, dan kewirausahaan. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa penguatan manajemen LPNF berbasis partisipatif-kolaboratif mampu meningkatkan profesionalisme, efektivitas, dan keberlanjutan lembaga. Kegiatan ini tidak hanya memperbaiki kualitas layanan pendidikan nonformal, tetapi juga mendukung pemberdayaan masyarakat, mengurangi kesenjangan pendidikan antara pusat dan daerah, serta berkontribusi terhadap pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).
Kata Kunci: Pendidikan Nonformal; Manajemen Lembaga; Pengabdian Masyarakat; Kepulauan Seribu; Partisipatif-Kolaboratif.
ABSTRACT
This community service program aimed to strengthen the management of Nonformal Education Institutions (NFEIs) in the Thousand Islands Region, Special Capital Region of Jakarta (DKJ). The program addressed the common challenges faced by NFEIs, including limited strategic planning, weak evaluation systems, and minimal use of educational technology, despite their vital role in providing alternative education for island communities. A descriptive qualitative approach with a participatory collaborative model was employed through observation, Focus Group Discussions (FGD), training, workshops, and three months of intensive mentoring. The findings reveal that most NFEIs experienced constraints in human resources, institutional governance, and technology utilization. Managerial training and continuous mentoring resulted in notable improvements in strategic planning, basic financial management, technology-supported learning, and community involvement. Several institutions developed formal work plans, strengthened collaboration with local government, and aligned programs with local potentials such as marine-based activities, tourism, and entrepreneurship. Overall, participatory collaborative management effectively enhances institutional professionalism, effectiveness, and sustainability, while supporting community empowerment, reducing educational disparities, and contributing to the Sustainable Development Goals (SDGs).
Keywords: Nonformal Education; Institutional Management; Community Service; Thousand Islands; Participatory Collaborative.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Ahmad, A., Sari, A. J. T., Wardana, A. H., Rosyid, M. N. I., Widianto, E., & Rasyad, A. (2022). Tren Perkembangan Pendidikan Non-Formal. JP (Jurnal Pendidikan): Teori Dan Praktik, 7(2), 76–82.
Budiyono, B. (2008). Sistem Pendidikan Non Formal Pada Kawasan Kumuh Di Kecamatan Kemayoran Jakarta Pusat [Phd Thesis, Universitas Diponegoro].
Dacholfany, M. I. (2018). Pemberdayaan Masyarakat dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Non-Formal: Studi Kasus di PKBM Al-Suraya Kota Metro-Lampung. Tapis: Jurnal Penelitian Ilmiah, 2(1), 43–74.
Habibi, W., Ulum, A. K., Agustina, A., Hariroh, L., Uyun, S. F., & Nada, S. Z. (2024). Pengembangan Kesenian Al-Banjari Sebagai Pelestarian Budaya Islam. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Desa (JPMD), 5(2), 219–229.
Handayani, W., & Iryanti, E. (N.D.). Penerapan Teknik Focus Group Discussion (Fgd) Dalam Kajian Perilaku Impulse Buying. Retrieved August 27, 2025, from
Haqqi, F. (2022). Pesantren Sebagai Lembaga Pendidikan Non Formal dalam Pembinaan Karakter Santri di Dayah Modern Arun Lhokseumawe [PhD Thesis, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry].
Hidayat, M. A., Anwar, A., & Hidayah, N. (2017). Pendidikan non formal dalam meningkatkan keterampilan anak jalanan. EDUDEENA: Journal of Islamic Religious Education, 1(1), 31–42.
IX, B. (n.d.). A. Pengertian Pengaturan Pelaksanaan Sumber Belajar Penyelenggaraan Pendidikan Non Formal. MODUL, 112. Retrieved August 27, 2025, from
Kuntoro, S. A. (2006). Pendidikan nonformal (PNF) bagi pengembangan Sosial. Jurnal Ilmiah Visi PTK-PNF, 1(2).
Lestari, P., & Sulisworo, D. (2024). Focus Group Discussion: Eksplorasi Pemanfaatan Virtual Reality bagi Guru Madrasah Tsanawiyah di Bantul. Jurnal Pendidikan Madrasah, 9(2), 275–284.
Mahardhani, A. J. (2018). Pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan nonformal berkarakter cinta tanah air. JPK (Jurnal Pancasila Dan Kewarganegaraan), 3(2), 56–63.
Miradj, S., & Sumarno, S. (2014). Pemberdayaan masyarakat miskin, melalui proses pendidikan nonformal, upaya meningkatkan kesejahteraan sosial di Kabupaten Halmahera Barat. JPPM (Jurnal Pendidikan Dan Pemberdayaan Masyarakat), 1(1), 101–112.
Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif/Lexy J. Moleong.
Nurelisa, N., Kustiawan, K., & Nazaki, N. (2022). Analisis Pembinaan Lembaga Pendidikan Non Formal Pulau Tahfiz di Kelurahan Penyengat Kota Tanjungpinag 2018. Student Online Journal (SOJ) UMRAH-Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, 3(1), 140–151.
Rahmani, S. A., & Humaedi, S. (2024). Partisipasi Masyarakat Dalam Program Pemberdayaan Amanah Fund Di Kampung Dadap Desa Jatimulya, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang Selatan, BANTEN. Share: Social Work Journal, 14(2), 116–125.
Ratminingsih, N. M., Budasi, I. G., Santosa, M. H., Sudana, P. A. P., Wahyuni, L. G. E., Widyasastrena, P. A. W., & Parameswari, I. G. A. P. G. (2024). Optimalisasi Model Pembelajaran Pjbl: Persepsi Guru Terhadap Pelaksanaan Fgd Dan Pendampingan. Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat, 9(1), 125–134.
Saurina, N., Retnawati, L., Pratama, F. H. S., & Pudjianto, U. (2023). Pengelompokan Seleksi Siswa Baru di Lembaga Pendidikan Non Formal Kabupaten Gresik Menggunakan Clustering K-Medoids. Jurnal Sains Dan Informatika, 36–45.
Sutanto, J. E., & Purwoko, G. H. (2019). Taman Bacaan Untuk Meningkatkan Spirit Kewirausahaan Dan Mengakses Informasi Bisnis Bagi Masyarakat Kelurahan Made Kota Surabaya. Jurnal Leverage, Engagement, Empowerment of Community (LeECOM), 1(1), 1–8.
Syaadah, R., Ary, M. H. A. A., Silitonga, N., & Rangkuty, S. F. (2022). Pendidikan formal, Pendidikan non formal Dan Pendidikan informal. PEMA, 2(2), 125–131.
Zahroh, N. I., Nasution, L. A., Tazqia, A. D., Faiha, H. A. I., & Nurhayati, D. (2025). Strategi pengumpulan data dalam penelitian kualitatif: Teknik, tantangan dan solusinya. Tarbiyatul Ilmu: Jurnal Kajian Pendidikan, 3(6), 107–118.
DOI: https://doi.org/10.31764/jce.v4i3.36606
Refbacks
- There are currently no refbacks.
